Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Komisaris BUMN Terindikasi Rangkap Jabatan?

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Komisaris BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Komisaris BUMN (Badan Usaha Milik Negara) terindikasi rangkap jabatan dengan jumlah yang cukup besar. Berdasarkan yang dihimpun Ombudsman Republik Indonesia, hingga akhir 2019 ditemukan rangkap jabatan di 397 pada BUMN dan 167 di anak usaha BUMN.

Anggota Ombudsman RI, Alamsyah Saragih mengatakan komisaris BUMN yang rangkap jabatan ini banyak ditempatkan pada BUMN yang tidak memberikan pendapatan signifikan.

“Para komisaris BUMN yang rangkap jabatan juga terindikasi memiliki rangkap penghasilan. Jadi sekian banyak yang rangkap jabatan menyebar di hampir kebanyakan BUMN yang tidak memiliki pendapatan signifikan maupun untung yang bagus. Bahkan beberapa BUMN itu rugi,” kata Alamsyah.

Alamsyah menyebutkan, rangkap jabatan dan penghasilan ini sudah pernah disampaikan langsung kepada pemerintah, namun kondisi itu ternyata belum juga berubah.

Padahal menurutnya, kondisi seperti ini berbahaya jika dibiarkan terus, karena konflik kepentingan di BUMN akan semakin besar.

Selain itu, rangkap jabatan komisaris BUMN juga akan berdampak pada proses rekrutmen komisaris dan direksi BUMN, pengabaian etika, diskriminatif dan akuntabilitas yang buruk.

“Kondisi ini juga memperburuk tata kelola BUMN, menurunkan kepercayaan publik, dan mengganggu pelayanan publik yang diselenggarakan oleh BUMN. Hal ini menimbulkan citra bahwa BUMN adalah tempat untuk mencari pendapatan tambahan,” tandasnya.

Dari data Ombudsman RI, tercatat Komisaris BUMN asal dari Kementerian jumlahnya 254orang atau 64 persen, dari lembaga non kementerian 112 orang atau 28 persen, dan dari kalangan akademisi sebanyak 31 orang atau 8 persen.

Tiga kementerian yang paling banyak menempatkan komisaris di perusahaan pelat merah ini adalah Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan. Sedangkan dari instansi yang paling banyak ditempatkan di BUMN adalah anggota Polri, TNI, dan Kejaksaan.

Komisaris BUMN Perwakilan Pemerintah

Terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan isu mengenai rangkap jabatan di jajaran komisaris BUMN merupakan isu pengulangan yang lima tahun lalu juga pernah disampaikan oleh Ombudsman.

Ia mengatakan, dalam mengelola BUMN, pihaknya tetap mengacu pada Undang Undang PT.

Arya menjelaskan, pemerintah sebagai pemegang saham bias menempatkan perwakilannya untuk menempati posisi komisaris-komisaris di BUMN.

Hal dinilai lumrah menempatkan komisaris yang memahami masalah teknis di perusahaan tersebut, baik kaitan indsutri maupun masalah hukum.

“Ini bukan isu baru, tapi prinsipnya kita melihat pada undang-undang PT dalam hal ini BUMN. BUMN dimiliki pemerintah Jadi sangat wajar kalau dari kementerian atau lembaga juga yang menempati posisi komisaris,” ujar Arya di Jakarta.

Ia menambahkan, komisaris yang ditempatkan di BUMN mewakili kepentingan pemegang saham dari pemerintah, sementara pihak luar yang jadi komisaris itu adalah komisaris independen.

Ia pun menjelaskan, posisi komisaris BUMN bukan jabatan struktural atau fungsional dan tidak setiap hari bekerja, tapi fungsi utamanya adalah pengawasan.

“Di beberapa negara, perusahaan milik negara memang ada dari unsur pemerintah yang menjadi komisaris. Bahkan ada menteri yag ikut sebagai komisaris. Maka harus ada mewakili, kalau tidak, siapa yang mewakili pemerintah dalam perusahaan itu kalau bukan dari unsur pemerintah,” tandasnya. []

HIGHLIGHT BUMN

Asuransi Asei dan Pos Indonesia Perkuat Kerjasama Bisnis

CHRIESTIAN

Published

on

Asei

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis kurir dan logistik di tanah air terus mengalami pertumbuhan yang explosive seiring derasnya transaksi masyarakat dalam perdagangan online baik itu melalui marketplace maupun pasar e-commerce lainnya.

Seiring dengan hal itu, tentu ada risiko besar yang terjadi didalamnya. Dalam rangka memberikan perlindungan dalam transaksi tersebut, PT Asuransi Asei Indonesia bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini memiliki kompetensi dalam bidang kurir dan logistik di tanah air.

Adapun kedua BUMN ini bersepakat melakukan kerjasama yang tertuang dalam bentuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan di Kantor Pos Indonesia, Jakarta, Rabu (02/07/2020).

Dalam kesempatan tersebut PT Asuransi Asei Indonesia yang diwakili oleh Plt. Direktur Utama Erickson Mangungson mengatakan bahwa kerjasama dengan Pos Indonesia menjadi kerjasama yang sangat strategis bagi Asuransi Asei karena Pos Indonesia memiliki jaringan bisnis yang sangat luas yang tentunya sangat relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini dimana jasa dan layanannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

“Dimana layanan proteksi Asuransi Asei yang didukung melalui sistem yang terintegerasi (host to host) nantinya akan terkoneksi dengan seluruh Jaringan bisnis Pos Indonesia,” ujar Erickson.

Asuransi Asei, lanjut Erickson yang memiliki kompetensi di bidang mitigasi risiko dan asuransi khususnya sangat berharap dengan adanya kerjasama strategis ini dapat berdampak positif dengan hasil yang optimal bagi keduabelah pihak.

“Semoga ini berjalan dengan baik dan dapat dikembangkan di masa-masa mendatang termasuk dalam kondisi new normal saat ini,” tambah Erickson.

Adapun kerjasama tersebut sekaligus sebagai bentuk perluasan saluran distribusi bagi Asuransi Asei untuk produk Asuransi Marine Cargo, dimana perusahaan akan memberikan perlindungan atas keterlambatan, kerusakan atau pun adanya kiriman hilang berupa dokumen, surat, kiriman paket yang didistribusikan melalui Pos Indonesia.

“Dengan adanya kerjasama ini diharapkan juga dapat saling memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Erickson.

Sementara PT Pos Indonesia (Persero) yang diwakili oleh Direktur Komersial, Charles Sitorus mengatakan bahwa Pos Indonesia sangat senang dengan kerjasama yang terjalin dengan Asuransi Asei, karena dapat semakin meningkatkan layanan yang diberikan oleh Pos Indonesia kepada seluruh pelanggan.

“Kami berharap nantinya apabila terjadi klaim maka prosesnya akan cepat terselesaikan dengan baik tanpa pelanggan merasakan kesulitan apapun, tentunya dengan menghadirkan ketepatan waktu dan kemudahan administrasi,” ujar Charles. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Rumah Sakit BUMN Yang Tergabung Holding Makin Bertambah

MediaBUMN

Published

on

Rumah Sakit BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Rumah Sakit BUMN dari yang dikelola sejumlah perusahaan pelat merah telah sepakat untuk bergabungkan dalam satu Holding. Sebanyak 7 BUMN telah penandatanganan perjanjian pengambilalihan saham bersyarat (conditional sales and purchase agreement/CSPA) dengan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC).

Dengan penandatanganan CSPA, ketujuh BUMN ini siap bergabung dan mengalihkan kepemilikan saham di rumah sakit yang dikelolanya kepada holding rumah sakit BUMN yakni Pertamedika IHC.

Ketujuh perusahaan yang telah menandatangani CSPA ini yakni PT Timah Tbk sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Bakti Timah, PT Krakatau Steel Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika, PT Pelabuhan Indonesia II sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan dan PT Pelabuhan Indonesia III sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra

Sementara 3 BUMN lainnya berasal dari holding perkebunan, yaitu PTPN X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama, PTPN XI sebagai pemegang saham PT Nusantara Sebelas Medika dan PTPN XII sebagai pemegang saham PT Rolas Nusantara Medika.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan penandatanganan CSPA ini merupakan bagian dari roadmap pembentukan Holding Rumah Sakit BUMN.

“Proses peleburan rumah sakit BUMN ini telah dimulai sejak 2018 dan Pertamedika telah memiliki saham mayoritas atas Rumah Sakit Pelni,” kata Erick melalui siaran persnya, Selasa (30/6/2020).

Rumah Sakit BUMN Tingkatkan Layanan

Dengan dilakukannya penandatanganan ini, sambung dia, maka jumlah rumah sakit BUMN yang akan dikelola dalam grup IHC ini akan meningkat dari sebelumnya 14 rumah sakit menjadi total 35 rumah sakit.

Konsolidasi dari 35 Rumah Sakit BUMN ini akan meningkatkan kapasitas grup IHC dengan jumlah lebih dari 4.500 tempat tidur di berbagai wilayah Indonesia.

Penggabungan Rumah Sakit BUMN dalam satu holding ini diharapkan akan meningkatkan fokus bisnis dan kualitas pelayanan kesehatan dari RS, serta menjadikannya pemimpin pasar dalam bisnis rumah sakit di Indonesia.

“Dari konsolidasi grup Rumah Sakit BUMN ini, estimasi pendapatan usaha bisa mencapai Rp4,5 triliun dan total aset mendekati Rp5 triliun,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Dirut Pertamedika IHC, Fathema Djan Rahmat, menurutnya penggabungan pukuhan Rumah Sakit BUMN ini akan mendorong pengembangan bisnis dan jangkauan usaha Grup IHC di Indonesia secara signifikan.

Bahkan Grub IHC berpeluang untuk melakukan ekspansi bisnis ke negara tetangga.

Fathema menjelaskan, sudah dua fase konsolidasi rumah sakit BUMN yang berjalan sebagai sinergi untuk membangun pondasi dalam holding rumah sakit.

Ia pun menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan fase ketiga dalam waktu dekat, sehingga Indonesia Healthcare Corporation (IHC) nantinya bisa menjadi rumah sakit jaringan terbesar di Indonesia.

“Sejauh ini sudah kami petakan beberapa strategi untuk pengembangan grup IHC, seperti peningkatan operasional, pelayanan, inovasi teknologi dan keseluruhan value chain,” ungkapnya.

Berbagai langkah yang disiapkan untuk mendukung strategi tersebut yakni menerapkan digitalisasi, peningkatan efisiensi untuk pengadaan obat dan alat kesehatan, pengembangan fasilitas laboratorium dan klinik. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Logo Baru Kementerian BUMN Resmi Diluncurkan

EKO PRASETYO

Published

on

Logo baru

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi diluncurkan di kantor Kementerian BUMN, pada Rabu (1/7/2020).

Peluncuran logo baru ini diharapkan kementerian memiliki semangat baru dan sebagai simbol bahwa kementerian dan seluruh BUMN di dalamnya siap menjalankan visi misi di era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan

Acara peluncuran ditandai dengan penurunan kain yang menutupi logo baru Kementerian BUMN dan disaksikan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir bersama wakil menteri dan para Direktur BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan perubahan logo Kementerian BUMN sebagai bentuk dari BUMN yang terus beradaptasi pada perubahan zaman.

Menurutnya, sekalipun zaman terus berubah, namun BUMN tetap punya karakter yang bertahan, yakni jati diri dan budaya bangsa.

“Logo ini mencerminkan bahwa kita tetap tidak melupakan jati diri dan budaya kita sebagai bangsa yang besar dan kuat. Hal itu menjadi ciri dari lambang Garuda. Jati diri itu dibalut dengan nuansa inovasi sebagai bagian dari zaman saat ini,” kata Erick.

Erick menjelaskan, logo baru Kementerian BUMN ini terdiri atas empat unsur utama, yakni Garuda Pancasila, BUMN, inovasi teknologi dan semangat kolaborasi.

Garuda Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia, warna BUMN sebagai identitas instansi juga tertera dalam logo baru.

Sedangkan kolaborasi adalah penerapan dari nilai luhur gotong royong bangsa Indonesia dan simbol inovasi teknologi dilambangkan sebagai arah dan fokus BUMN menghadapi perubahan zaman.

Tulisan BUMN sebdiri dikemas dalam bentuk logogram yang mencerminkan semangat kolaborasi.
“Perubahan logo ini sekaligus membawa semangat profesionalisme BUMN yang berorientasi menjadi pelaku usaha kelas dunia,” ujarnya.

Logo baru Kementerian BUMN ini terdiri dari dua warna utama, yaitu biru tua yang mencerminkan sifat bijak dan biru muda yang mencerminkan sifat progresif.

Dalam kesempatan ini, Erick juga menegaskan agar seluruh insan BUMN tetap menjalankan tugas-tugasnya berdasarkan nilai AKHLAK, yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Erick juga ingin pegawainya memiliki karakter untuk menetapkan AKHLAK sehingga akan loyal pada negaranya dan bekerja di jalan yang lurus.

“Logo baru ini menjadi semangat baru di BUMN tapi saya tidak mau peluncuran logo baru ini hanya pencitraan saja, harus ada maknanya. Bahwa dengan logo ini kita bertransformasi dan bersama harus terus menjalankan dengan baik. Saya sebagai pimpinan akan terdepan mendukung transformasi ini,” kata Erick

Dengan terus membenahi manajemen dan SDM seluruh pegawai, Erick yakin BUMN akan mampu menghadapi perubahan bisnis yang terjadi akibat pandemic Covid-19.

“SDM di BUMN harus siap menghadapi perubahan, karena dengan Covid-19 dunia berubah jadi kita harus siap berubah. Ini realita yang harus kita hadapi dan saya yakin pandemi covid-19 harus menjadi langkah kita dalam melakukan percepatan-percepatan,” tandasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!