Connect with us
PERTAMINA

Asuransi

Klaim Asuransi Meningkat, BUMN ini Minta PMN Rp6 Triliun

EKO PRASETYO

Published

on

Klaim asuransi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Klaim asuransi di PT Jamkrindo (Persero) dan PT Askrindo (Persero) mengalami kenaikan pada lini bisnis asuransi kredit. Dengan kondisi itu PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI sebagai induk dari dua perusahaan penjaminan itu perlu mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) dengan total sebesar Rp 6 triliun.

BPUI sendiri telah membuat simulasi untuk melihat potensi peningkatan kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan, khususnya yang terkait dengan kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit UMKM.

Hasilnya tingkat NPL menggambarkan peningkatan yang signifikan dan akan terus tertekan sejalan dengan stagnannya pertumbuhan ekonomi.

Direktur Utama BPUI Robertus Bilitea menyampaikan penting bagi perusahaan penjaminan seperti Askrindo dan Jamkrindo untuk melihat adanya potensi peningkatan NPL.

Karena hal itu berkaitan langsung terhadap potensi peningkatan klaim asuransi kredit yang mesti dibayarkan perusahaan penjaminan.

“Potensi peningkatan NPL itu kaitannya pada klaim yang mesti dibayarkan. Karena kita masuk pada zona yang belum banyak kita ketahui perkembangan kedepan. Banyak bisnis berhenti, kita mesti melihat seberapa besar NPL yang berpotensi meningkat,” kata Robertus saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR secara virtual, pekan ini.

Robertus mengatakan, proyeksi NPL tahun 2020 didapati dengan pendekatan simulasi dengan metode Monte Carlo, yakni dengan melihat korelasi pergerakan antara pertumbuhan PDB dan perubahan angka NPL secara historis.

Dalam hal ini, pihaknya menggunakan proyeksi dari Kementerian Keuangan yang melihat PDB dengan skenario terburuk sebesar minus 0,4 persen.

Simulasi itu membuahkan tiga skenario NPL yang mungkin terjadi sepanjang 2020 yaitu optimis, moderat, dan pesimis. Secara rinci NPL pada skenario optimistis diperkirakan mencapai 14 persen, pada skenario moderat posisi NPL sebesar 20 persen, sedangkan pada skenario pesimis didapati potensi NPL sebesar 36 persen.

Deretan potensi peningkatan NPL itu jauh dari rata-rata tingkat NPL sebelum penyebaran Covid-19 sebesar 2 hingga 2,5 persen.

Dari sejumlah proyeksi itu, akan diikuti peningkatan klaim asuransi kredit dari Askrindo dan Jamkrindo sebagai perusahaan penjaminan.

Jaga Kecukupan Modal Di tengah Naiknya Klaim Asuransi

Untuk Askrindo, klaim pada penjaminan KUR per Mei 2020 akan meningkat sebesar 19,5 persen tahunan (yoy) menjadi sebesar Rp471,7 miliar.

Sedangkan klaim non KUR akan meningkat sebesar 11,4% (yoy) menjadi sebesar Rp699,2 miliar.

Disaat yang bersamaan, klaim Jamkrindo pada penjaminan KUR akan meningkat sebesar 26,1 persen tahunan menjadi sebesar Rp 454,3 miliar.

Sedangkan klaim pada bisnis non KUR diproyeksi naik sebesar 4,9 persen menjadi sebesar Rp241,0 miliar.

“Dengan peningkatan potensi klaim itu, maka Askrindo dan Jamkrindo perlu tetap menjaga rasio kecukupan modal dan gearing ratio di bawah 20 kali. Hanya saja yang perlu mendapatkan perhatian dari Askrindo dan Jamkrindo adalah ketentuan dari OJK yang mengatur bahwa gearing ratio mesti lebih rendah dari 20 kali modal. Kemudian, Askrindo dan Jamkrindo perlu mendapat PMN,” ungkap dia.

Menurutnya, gearing ratio kedua perusahaan asuransi ini pada 2021 diprediksi akan meningkat melebihi 20 kali. Karena itu, dengan adanya PMN akan membantu kondisi permodalan perseroan dan turut mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Adapun PNM yang dibutuhkan sebesar Rp 6 triliun, dengan pembagian secara rata pada Askrindo dan Jamkrindo, masing-masing sebesar Rp 3 triliun. []

Asuransi

Jaminan Kredit, Pegadaian dan Askrindo Syariah Jalin Kerjasama

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Jaminan kredit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Jaminan kredit bagi masyarakat terus dioptimalkan oleh BUMN, di antaranya PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) dan PT Pegadaian (Persero).

Kedua BUMN di sektor jasa keuangan ini menjalin kerjsama dalam hal jaminan kredit dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU).

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan oleh Direktur Jaringan dan Penjualan PT Pegadaian Damar Latri Setiawan, dan Direktur Pemasaran Askrindo Syariah Supardi Najamuddin.

Menurut Supardi, kerjasama ini akan menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS) Induk, dan selanjutnya akan dilakukan penandatanganan untuk beberapa produk turunan.

Seperti penjaminan kredit pembiayaan kendaraan bermotor, penjaminan pembiayaan kepemilikan emas, dan penjaminan pembiayaan multiguna.

“Adanya sinergi yang dibangun ini kami sangat berharap lebih mempererat hubungan kerja sama dan saling memberikan solusi baik bagi Pegadaian maupun Askrindo Syariah,” kata Supardi, dalam keterangan resmi Rabu (1/7/2020).

Supardi menjelaskan, beberapa produk yang akan menjadi turunan dari kerja sama kedua BUMN ini yaitu Penjaminan Arrum Haji, Penjaminan Arrum BPKB, Penjaminan Pembiayaan gadai syariah (RAHN), dan penjaminan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ingin memiliki kendaraan bermotor dan penjualan emas batangan.

Ia memastikan kerjasama ini akan berjalan optimal dengan dukungan jaringan Askrindo Syariah yang luas yakni memiliki 32 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan dukungan dari PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) selaku pemegang mayoritas saham Askrindo Syariah, kami harapkan pada 2020 ini Askrindo Syariah dapat mencapai target perusahaan secara optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain kerja sama dengan beberapa lembaga keuangan syariah, untuk mencapai target ujroh, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai strategi.

Seperti meningkatkan penjaminan dalam bidang kesehatan, industry, telekomunikasi, dan sektor lainnya yang masih menguntungkan.

Saat ini realisasi ujroh yang diperoleh Askrindo Syariah berasal dari beberapa produk Kafalah di antaranya Kafalah Pembiayaan Produktif, Kafalah Bank Garansi, dan Kafalah Pembiayaan Konsumtif.

“Kondisi pasar penjaminan saat ini masih ada harapan di beberapa industry, terutama di bidang penjaminan pembiayaan produk kesehatan, telekmunikasi dan food processing. Sekarang yang perlu adalah bagaimana kita bisa meningkatkan inovasi produk, efisiensi dan menjalin kerjasama dengan berbagai instansi yang potensial,” tutupnya. []

Continue Reading

Asuransi

HUT ke-50, Jamkrindo Berkomitmen Tingkatkan Dukungan Bagi Pelaku UMKM

MediaBUMN

Published

on

Jamkrindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Jamkrindo memaknai hari ulang tahun (HUT) ke-50 dengan peningkatan kontribusi bagi negeri. Memasuki usia 50 tahun pada 1 Juli 2020 Jamkrindo berkomitmen untuk meningkatkan dukungan bagi para pelaku UMKM dan Koperasi.

Direktur Utama Jamkrindo Randi Anto mengatakan usia 50 tahun dimaknai oleh segenap insan Jamkrindo sebagai peningkatan peran dan kontribusi dalam menunjang kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional.

“Perayaan 50 tahun perusahaan ini, kelak akan dikenang karena bersamaan dengan kejadian luar biasa di seluruh dunia yakni pandemi covid-19 yang memengaruhi segala aspek kehidupan, baik sosial maupun ekonomi. Namun, justru karena itulah, kami memaknai perayaan 50 tahun PT Jamkrindo sesuai dengan tagline logo 50 tahun Jamkrindo: Terus Berkontribusi bagi Negeri,” ujar Randi Anto dalam siaran pers 1 Juli 2020.

Randi melanjutkan, Jamkrindo sangat antusias atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah untuk terlibat dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya sebagai Lembaga Penjamin Kredit.

Sebagai perusahaan penjamin kredit terbesar, Jamkrindo berkomitmen menyukseskan program yang dirancang untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi para para pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya.

“Kami yakin, bahwa program ini baik bagi perekonomian dan penyerapan tenaga kerja, serta memberikan prospek bagi pengembangan bisnis Jamkrindo ke depan,” ujar Randi Anto.

Selain melakukan penjaminan kredit bagi UMKM, Jamkrindo juga aktif melakukan pemberdayaan UMKM dan pendampingan UMKM. Selama 50 tahun, Jamkrindo telah membina dan mendampingi ribuan mitra binaan UMKM seperti misalnya kelompok Petani Mete di, Larantuka, kelompok Asosiasi Homestay Ciletuh, Kabupaten Sukabumi.

“Sejalan dengan perkembangan perekonomian saat ini, PT Jamkrindo juga melakukan restrukturisasi pinjaman kemitraan bagi mitra yang terdampak pandemi covid-19, ” ujar Randi.

Puncak perayaan HUT Jamkrindo ke 50 dilakukan dengan perayaan yang sederhana. Seremonial yang diadakan pada saat New Normal ini diselenggarakan dalam format virtual dengan beberapa rangkaian acara di antaranya Launching buku 50 tahun Jamkrindo, pemberian bantuan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak covid-19 yang meliputi bantuan pendidikan, kesehatan dan sosial, serta rangkaian penyerahan 2 Sertifikat dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Bantuan berkelanjutan yang diberikan Jamkrindo antara lain bantuan untuk tenaga medis senilai Rp 75 juta, bantuan beasiswa kepada anak tenaga medis RS Sulianti Soeroso senilai Rp 200 juta, pemberian bantuan kepada Baznas senilai Rp 150 juta, Bantuan sarana ibadah kepada 5 tempat ibadah di Wilayah Indonesia Timur senilai Rp 150 juta, dan pemberian 3 ambulance di Surabaya dan Purwakarta, bantuan sarana dan prasarana Pendidikan di SMAN 7 Kupang Rp 160 juta dan pemberian baju layak pakai.

Sebelumnya, Jamkrindo sudah menyalurkan bantuan paket sembako, alat-lat kesehatan, ambulance, pelatihan UMKM, beasiswa Pendidikan dan lain-lain.

Selain bantuan tersebut, terdapat juga bantuan yang bersumber dari direksi dan komisaris Jamkrindo dan anak usaha PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar).

“Bantuan ini adalah bantuan berkelanjutan dari Program Jamkrindo Peduli,” ujar Randi.

Pada situasi pandemi, Jamkrindo berhasil mengumpulkan bantuan “Jamkrindo Peduli” yang sumber dananya berasal dari potongan gaji, THR, dan uang apresiasi segenap insan Jamkrindo, baik karyawan, direksi, maupun komisaris Jamkrindo Incorporated yang dilakukan secara sukarela. Donasi seluruh insan Jamkrindo untuk masyarakat terdampak Covid-19 itu mencapai Rp 4,012 miliar.

Selain menginisiasi penggalangan dana internal, Jamkrindo juga menyalurkan bantuan senilai Rp 2,5 miliar yang bersumber dari dana Bina Lingkungan. “Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujar Randi.

Pada usia emas, Jamkrindo mendapatkan 2 rekor MURI sekaligus, yangg diserahkan oleh pendiri MURI, Jaya Suprana. Pertama, rekor Perusahaan dengan Proses Perubahan Bandan Hukum Tercepat. Kedua, Rekor Dengan Pergantian Badan Hukum Terbanyak.

Berangkat dari kondisi riil perkembangan koperasi yang masih cukup tertinggal dibandingkan dengan dua pelaku ekonomi lainnya (BUMN dan Swasta), Pemerintah mendirikan Lembaga Jaminan Kredit Koperasi (LJKK) pada tahun 1970 yang dalam perkembangannya diubah menjadi Perusahaan Umum Pengembangan Keuangan Koperasi (Perum PKK).

Seiring berjalannya waktu dan terkait dengan keberhasilan pelaksanaan fungsi dan tugas Perum PKK dalam mengembangkan koperasi melalui kegiatan Penjaminan Kredit, Pemerintah memperluas jangkauan pelayanan Perum PKK, menjadi tidak hanya terbatas hanya pada koperasi, tetapi juga meliputi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sekaligus merubah nama Perum PKK menjadi Perum Sarana Pengembangan Usaha (SPU).

Selanjutnya pada bulan Mei 2008 Perum SPU kembali diubah namanya menjadi Perum Jamkrindo. Perubahan nama perusahaan tersebut terkait dengan perubahan bisnis perusahaan yang tidak lagi memberikan pinjaman secara langsung kepada UMKMK melalui pola bagi hasil, tetapi hanya terfokus pada bisnis penjaminan kredit UMKMK.

Pada tahun 2020 ini Jamkrindo juga berhasil menapaki tonggak sejarah baru. Perum Jamkrindo bertransformasi sebanyak dua kali, dari Perum Jamkrindo ke PT Jamkrindo (Persero), hingga kini menjadi PT Jamkrindo yang menandai masuknya perusahaan ke dalam entitas Holding Asuransi dan Penjaminan dengan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI yang diharapkan akan semakin memperbesar benefit Jamkrindo bagi Indonesia.

“Usia semakin matang ini semoga menjadi momentum bagi Jamkrindo untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi bangsa,” ujar pendiri MURI, Jaya Suprana. []

Continue Reading

Asuransi

Asuransi Nelayan, Jasindo Catat Pendapatan Premi Rp779,3 juta

EKO PRASETYO

Published

on

Asuransi nelayan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Asuransi nelayan terus dipasarkan oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo ke berbagai daerah. Ika Dwinita Sofa selaku Kepala Divisi Asuransi Pertanian Mikro dan Program Pemerintah Asuransi Jasindo, menyatakan produk asuransi ini masih banyak diminati oleh nelayan.

Hal ini tidak terlepas dari program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Melalui program BPAN, KKP memberikan asuransi dengan premi Rp 175.000 kepada nelayan per tahun secara gratis.

Asuransi nelayan ini memberikan perlindungan kepada nelayan dari ancaman risiko meninggal dunia saat melakukan aktivitas penangkapan ikan maupun di luar aktivitas tersebut.

“Sayangnya, wabah Covid-19 membuat dana BPAN dialihkan untuk penanggulangan dampak pandemi. Asuransi nelayan program KKP tahun ini terpaksa tidak jadi diadakan karena anggarannya dipindahkan untuk menangani virus corona,” ujar Ika Dwinita, Kamis (11/6) malam.

Kendati demikian, Ika mengaku program ini telah berhasil memberikan kesadaran bagi nelayan terkait pentingnya memiliki asuransi.

Ditambah dengan sosialisasi ke berbagai daerah yang dilakukan Jasindo, banyak nelayan yang membeli produk arusansi ini secara mandiri.

“Saat ini PT Jasindo telah melindungi sebanyak 6.567 nelayan di berbagai daerah di Indonesia, dengan total premi mencapai Rp 779,3 juta,” ungkapnya.

Asuransi Nelayan Dorong Kesejahteraan

Ika menambahkan, dalam asuransi nelayan program KKP ini disediakan pertanggungan santunan kecelakaan akibat melakukan aktivitas penangkapan ikan dan kecelakaan selain aktivitas penangkapan ikan.

Namun peserta program ini hanya diberikan kepada nelayan yang memiliki Kartu Nelayan yang masih berlaku, memiliki rekening tabungan atau membuat surat pernyataan kesanggupan memiliki rekening tabungan, dan menggunakan kapal penangkapan ikan berukuran paling besar 10 Gross Tonnage dan juga berusia maksimal 65 tahun.

“Tahun 2019 Kementerian Kelautan Perikanan menargetkan asuransi ini bisaterbagi untuk 150 ribu nelayan. Sedangkan tahun ini targetnya juga sama yaitu disalurkan kepada 150 ribu nelayan, sayangnya dibatalkan karena pandemi Covid-19,” jelas dia.

Tak hanya asuransi nelayan, Jasindo juga memberikan perlindungan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Produk ini memberikan perlindungan kepada petani dari ancaman risiko gagal panen sebagai akibat penyakit, banjir, kekeringan, dan serangan hama pengganggu tanaman.

Ika Dwinita menyatakan, memanfaatkan Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) dalam pengelolaan administrasi program ini.

Berbeda dengan asuransi nelayan, produk ini justru tetap bisa dioptimalkan di masa pandemi covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan bantuan karyawan lapangan.

“Hingga Mei 2020, Jasindo sudah merealisasikan AUTP dengan luas lahan 470.769,25 hektar dengan jumlah petani 751.930 orang. Target kita tahun ini untuk asuransi pertanian masih tetap 1 juta hektar lahan sawah,” ujar Ika. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!