Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Kini Erick Thohir Punya “Tangan Kanan” Baru

Alfian Setya Saputra

Published

on

Erick

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menteri BUMN, Erick Thohir telah resmi melantik empat Pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau setingkat Eselon I di Lingkungan Kementerian BUMN.

Deretan nama-nama yang kini menjadi “Tangan Kanan” pemilik Mahaka Grup tersebut adalah:

1. Susyanto sebagai Sekretaris Kementerian BUMN.
2. Carlo Brix Tewu sebagai Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan.
3. Nawal Nely sebagai Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko.
4. Loto Srinaita Ginting sebagai Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM.

Dalam paparanya, Erick menegaskan bahwa terdapat tiga kriteria yang harus dipegang teguh oleh para Pejabat Eselon I Kementerian BUMN dalam menjalankan tugasnya, yakni akhlak, loyalitas terutama kepada negara, dan teamwork.

“Sebagai pejabat publik, akhlak adalah yang pertama. Karena orangorang dengan akhlak yang baik berarti memiliki integritas tinggi dan komitmen yang kuat dalam menjalankan tugasnya,” ujar Erick.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa teamwork menjadi salah satu kunci bagi pengelolaan 142 BUMN yang memiliki aset Rp8.200 triliun. Pengelolaan BUMN, lanjut Erick, tidak mungkin dijalankan sendiri sendiri tanpa koordinasi.

“Pintar saja tidak cukup, apalagi keminter, kita butuh orang-orang yang dapat kerja dalam tim,” pungkas Erick.

Mantan ESDM Hingga Tim Kobra

Berdasarkan sejumlah informasi yang dirangkum mediabumn, “Tangan Kanan” baru Erick Thohir memiliki rekam jejak yang sangat kapabel dengan background yang beragam.

Susyanto yang kini menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN, sebelumnya lama berkecimpung di Kementerian ESDM dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara.

Nama berikutnya yaitu Carlo Brix Tewu yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan. Carlo adalah perwira polisi aktif dengan pangkat Irjen.

Kariernya di kepolisian meroket lantaran prestasi yang dicapai. Salah satunya pada tahun 2001, Carlo masuk dalam Tim Kobra yang berhasil menangkap buronan kelas kakap pada waktu itu yaitu Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra (mantan) Presiden Soeharto. Keberhasilannya yang ikut menangkap Tommy, Carlo mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Jabatan strategis lainnya yang pernah di emban Carlo antara lain sebagai Wakapolda Sulawesi Utara dan menjadi Kapolda Sulawesi Utara. Selain itu, Carlo juga sempat menjabat sebagai Karojianstra Sops Polri, Dirtipidum Bareskrim Polri dan Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukam.

Kemudian Nawal Nely yang dipercaya Erick Thohir menjabat sebagai Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko. Sebelumnya Nawal pernah bergabung pada kantor akuntan publik ternama yaitu Ernst & Young (EY) pada 2002-2004, hingga pada 2007 kembali bergabung ke EY.

Nama terakhir yaitu Loto Srinaita Ginting yang diplot Menteri BUMN sebagai Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM. Loto merupakan anak buah Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Keuangan.

Jabatan terakhirnya di Kementerian Keuangan adalah sebagai Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. Ia menjabat sebagai Direktur Surat Utang Negara pada tanggal 12 Februari 2015. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pengelolaan Portofolio Surat Utang Negara. []

HIGHLIGHT BUMN

Kementerian BUMN dan BPKP Dukung Penuh Akuntabilitas BUMN Sebagai Agen Pembangunan

MediaBUMN

Published

on

Agen Pembangunan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menteri BUMN, Erick Thohir, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh di Kantor Pusat BPKP, Jakarta, Selasa, (26/01). Penandatanganan MoU ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan akuntabilitas serta mencegah praktik korupsi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Erick mengatakan, Kementerian BUMN terus berkomitmen untuk mendorong penguatan dan peningkatan tata kelola yang baik khususnya di lingkungan Kementerian BUMN dan BUMN dengan senantiasa mengimplementasikan penerapan Good Coorporate Governance (GCG) dalam setiap jenjang organisasi dan kegiatan operasionalnya. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penilaian level kapabilitas APIP Kementerian BUMN berdasarkan kriteria IACM (Internal Auditor Capability Model) dari BPKP yang terus menunjukkan peningkatan di setiap tahunnya selama 4 tahun terakhir.

Oleh karena itu, kerja sama dan kolaborasi dengan BPKP kali ini juga menjadi wujud komitmen Kementerian BUMN khususnya terkait pengembangan dan penguatan tata Kelola Pemerintahan yang baik, tidak hanya di BUMN tetapi jugadi lingkungan Kementerian BUMN. Bahkan sebelumnya, Kementerian BUMN juga telah menjalin kerja sama dengan organisasi internasional yang juga menjadi anggota World Bank Group, yaitu International Finance Corporation (IFC) dalam rangka meningkatkan aspek tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) pada BUMN di tahun 2020.

“Kami sangat mengapresiasi program-program yang terdapat di dalam nota kesepahaman ini dan mendorong seluruh BUMN untuk memanfaatkan kerjasama dengan BPKP dalam hal penguatan tata kelola dan efektivitas pengelolaan risiko kecurangan (fraud) pada BUMN, sehingga tujuan kerjasama ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Erick.

Sejalan dengan itu, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menyatakan, BPKP berkomitmen mengawal akuntabilitas di lingkungan Kementerian BUMN, BUMN, dan anak perusahaannya. Selama 2020 kata dia, BPKP telah melaksanakan pengawasan terhadap 108 BUMN dan anak perusahaan, berkolaborasi dengan SPI mengawal bansos tunai, serta melaksanakan assessment Good Corporate Governence (GCG) pada 22 BUMN, dan 28 anak perusahaan.

Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bukti nyata, serta upaya melegalkan komitmen Kementerian BUMN dan BPKP untuk meningkatkan kontribusi sektor korporasi bagi pembangunan.

“Diharapkan nantinya ada penilaian akuntabilitas BUMN secara periodik, utamanya untuk memastikan perbaikan tata kelola, serta untuk pencegahan penyimpangan atau fraud di tubuh BUMN,” jelas Ateh.
Selain penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri BUMN dan Kepala BPKP, di tempat yang sama, dilakukan juga penandatanganan perjanjian di level teknis antara 7 Direktur Utama Holding BUMN (Indonesia Financial Group, Pertamina, PT PLN, Mind ID, PTPN III, Perkebunan Nusantara, dan PT Pupuk Indonesia) dengan Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara BPKP, Sally Salamah. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Erick Thohir Resmi Menjadi Ketua Umum MES

MediaBUMN

Published

on

MES

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir terpilih sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2021-2024 dalam Musyawarah Nasional Masyarakat Ekonomi Syariah yang berlangsung pada Sabtu 23 Januari 2021. Penetapan Erick sebagai Ketua Umum MES yang baru melalui keputusan 11 (sebelas) orang tim formatur yang dibentuk saat Munas berlangsung.

Melalui proses diskusi yang cukup lama, tim formatur MES sepakat memilih Erick Thohir dengan beberapa pertimbangan dan masukan dari anggota. Ketua tim formatur, KH. Ma’rif Amin mengungkapkan proses penyaringan Ketua Umum MES didasarkan dari banyak aspek. “Dipilihnya Pak Erick Thohir sebagai Ketua Umum MES yang baru ini melalui proses penyaringan yang cukup panjang. Banyak aspek yang dipertimbangkan, mulai dari kualifikasi, kompetensi, hingga komitmen terkait pengembangan ekonomi Syariah”.

Saat dikonfirmasi, Erick Thohir meyampaikan dipilihnya dia merupakan sebuah amanah.

“Bismillah, ini adalah amanah yang harus saya jaga. Saya merasa terhormat bisa memimpin sebuah organisasi yang punya visi dan misi yang kongkrit untuk pengembangan ekonomi Syariah di Indonesia,” ujar Erick.

Lebih lanjut Erick menyampaikan dia ingin membuktikan bahwa kondisi pandemi ini justru menjadi momentum bagi ekonomi syariah untuk bangkit dan memiliki daya tahan lebih baik terhadap gejolak.

“Kondisi pandemi harus menjadi momentum, untuk menunjukkan bahwa ekonomi syariah memiliki daya tahan lebih baik terhadap gejolak dan krisis,” tambah Erick.

Terpilihnya Erick Thohir disambut baik oleh beberapa pengurus MES lainnya, Ketua Umum Pengurus Wilayah Khusus MES Jepang, Joko Widodo memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Erick Thohir,

“Selamat untuk pak Erick Thohir, di tangan beliau, kami berharap MES bisa bergerak lebih cepat dalam upaya memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” Ucapnya.

Kemudian Ketua Umum Pengurus Wilayah MES Provinsi NTB, Baiq Mulianah dan Ketua Umum Pengurus Daerah MES Bandung Barat, Dandin Sholihin juga memberikan tanggapaan positif terkait terpilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Umum MES yang baru.

“Hadirnya pak Erick Thohir merupakan energi baru, kita semua menanti gebrakan dan strategi dari beliau untuk MES kedepannya” ujar Baiq.

Sementara itu, Dandin sendiri berharap, di tangan Erick, MES bisa mengambil langkah berani dalam menjawab tantangan ke depannya.

“Kami berharap pak Erick mampu menjalankan roda kepengurusan MES dengan langkah yang berani, seperti apa yang dilakukan beliau di Kementrian BUMN kemarin tutup Dandin,”.[]

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Wakapolri Gatot Eddy Pramono, Ditunjuk Erick Thohir Sebagai Komisaris PT Pindad

MediaBUMN

Published

on

Wakapolri Gatot Eddy Pramono

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Wakapolri Gatot Eddy Pramono resmi menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pindad (Persero).

Hal ini menyusul hasil keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan BUMN di sektor produksi alat pertahanan tersebut.

Dalam keterangan resmi perseroan (19/01), Kementerian BUMN menggelar RUPS PT Pindad dengan agenda perombakan pada jajaran direksi dan komisaris.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual yang diikuti oleh seluruh jajaran direksi perseroan. Adapun RUPS tersebut dipimpin Asisten Deputi Bidang Industri Pertahanan dan Manufaktur Kementerian BUMN Liliek Mayasari, Asisten Deputi Bidang Manajemen SDM Kementerian BUMN Andus Winarno.

Melalui SK Menteri BUMN No. SK-16/MBU/01/2021 memutuskan mengangkat nama baru Direksi PT Pindad (Persero) yaitu:

Direktur Bisnis Produk Pertahanan dan Keamanan: Wijil Jadmiko Budi
Direktur Bisnis Produk Industrial: Suharyono
Direktur Strategi Bisnis: Syaifudin

Kemudian memberhentikan secara hormat jabatan-jabatan tersebut yang sebelumnya dijabat oleh Heru Puryanto, Heri Heriswan dan Rizka A Putranto.

Adapun melalui SK Menteri BUMN No. SK-17/MBU/01/2021 memutuskan mengangkat nama baru Komisaris PT Pindad (Persero) yaitu:

Wakil Komisaris Utama: Wakapolri Gatot Eddy Pramono
Komisaris: Jaleswari Pramodharwardani
Komisaris Independen: Sakkan Tampubolon
Komisaris Independen: Alexandra Retno Wulan
Komisaris Independen: Arlan Septia

Melalui surat keputusan tersebut juga memberhentikan dengan hormat jabatan-jabatan tersebut yang sebelumnya diduduki oleh Mayjen TNI (Purnawirawan) Sumardi, Nurdin, Ari Dono dan Endang Sodik. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!