Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

Kinerja Positif Asuransi Asei di Tengah Pandemi

CHRIESTIAN

Published

on

Asuransi Asei

MEDIABUMN.CON, Jakarta – PT Asuransi Asei Indonesia yang pada tahun lalu berhasil mencetak kinerja positif semakin percaya diri melangkah melanjutkan tren kinerja tersebut di tahun 2020. Namun badai virus Corona (Covid-19) yang mengguncang dunia membuat seluruh industri mengalami tekanan besar tidak terkecuali sektor asuransi! Namun demikian, di tengah situasi sulit tersebut, Asuransi Asei tetap berusaha produktif sehingga mampu menorehkan kinerja yang cukup memuaskan meskipun tantangan ke depan dinilai cukup berat.

Sepanjang tahun 2019 lalu, Asuransi Asei semakin menunjukan jatidirinya sebagai pemain di sektor asuransi keungan yang handal. Hal tersebut tercermin dari keberhasilannya membukukan kinerja gemilang yang ditopang melalui portofolio bisnisnya yaitu asuransi keuangan yang berkontribusi sebesar 53 persen dan asuransi umum yang menyumbang 47 persen. Dimana pada tahun 2019, anak perusahaan BUMN PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) / Indonesia Re ini berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp6,67 miliar atau tumbuh sebesar 87,14 persen apabila dibandingkan torehan laba pada tahun 2018 yang hanya sebesar Rp3,61 miliar (year on year). Sementara dari sisi perolehan premi pada tahun 2019 Asei berhasil menghimpun premi sebesar Rp415,86 miliar atau tumbuh 12,47 persen dibanding periode tahun 2018 (year on year).

Atas kinerja positif tersebut, perusahaan pun telah dinyatakan sehat. Hal ini tercermin dari catatan Risk Based Capital (RBC) dan Rasio Kecukupan Investasi (RKI) perusahaan sampai dengan 31 Des 2019 lalu telah tercatat diatas batas ketentuan minimal. Disamping itu tambahan pinjaman dana subordinasi dari induk usaha telah masuk sebesar Rp150 miliar pada 30 Des 2019.

Berbekal strategi penyehatan bisnis (efisiensi) dan penguatan bisnis di tahun 2019 menjadi key success atas torehan kinerja di tahun 2019. Capaian tersebut tentunya menjadi modal penting untuk melanjutkan tren kinerja yang jauh lebih baik di tahun 2020, hingga pada akhirnya wabah Covid-19 pun datang dan mengubah segalanya menjadi tekanan sekaligus tantangan yang begitu berat bagi seluruh industri tidak terkecuali bagi Asei.

Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia, Erickson Mangunsong mengatakan bahwa wabah Covid-19 memiliki dampak yang cukup besar terhadap performa bisnis perusahaan. Menurutnya hampir seluruh perusahaan asuransi termasuk Asei pada triwulan I/2020 memiliki kinerja yang positif, baik itu dari sisi top line maupun bottom line. Namun memasuki periode April mulai terlihat dampak dari wabah Covid-19 tersebut.

“Ada dua faktor yaitu dari sisi internal perusahaan melakukan mitigasi risiko dan faktor eksternal memang supply-nya juga turun. Karena bisnis kami kan sangat related dengan perbankan, dimana bank-bank juga melakukan pembatasan, dan juga relaksasi (strukturisasi) yang justru dampaknya ke asuransi sehingga kami juga tidak bisa serta merta dan pada akhirnya juga turut membatasi,” terang Erickson.

Lebih lanjut Erickson juga memaparkan dampak Covid-19 terhadap produk penjaminan Asuransi Asei, dimana produk ini difokuskan kepada project-project APBN yang saat ini banyak project yang tidak berjalan lantaran dialihkan pendanaannya untuk penanganan Covid-19.

“Banyak Kementerian dan Departemen yang merelokasikan dana-dana project untuk membantu menangani wabah Covid-19,” ujar Erickson.

Selain itu, lanjut Erickson, dampak pandemi pada akhirnya membuat Asuransi Asei mengubah kebijakan bisnisnya ke depan sehingga menjadi jauh lebih relevan dengan berbagai kebutuhan yang ada. Beberapa strategi bisnis yang dilakukan di tengah penyebaran wabah Covid-19 salah satunya dengan melakukan peningkatan prudent underwriting.

Meskipun dalam masa sulit, lanjut Erickson, namun tidak menyurutkan kepercayaan diri manajemen dan seluruh jajaran untuk meraih kinerja yang optimal khususnya pada fase bisnis di era new normal saat ini.

“Di sisa 6 bulan ke depan, perusahaan pun semakin agresif menggarap berbagai potensi dan optimis mampu mencetak kinerja yang tetap positif di akhir tahun 2020 nanti,” ujar Erickson.

Bagaimana kinerja perusahaan enam bulan pertama di tahun 2020? Erickson mengakui jika kinerja semester I/2020 secara pencapain gross masih jauh di bawah target yang ditetapkan.

Namun di tengah masa pandemi ini, lanjut Erickson, ada kabar yang cukup menggembirakan, dimana pada semester I/2020 Asei masih mampu menorehkan kinerja positif yang tercermin dari perolehan laba yang mencapai Rp11,76 miliar atau sebesar 91,43 persen dari target laba di tahun 2020 yang sebesar Rp12,86 miliar.

Selain itu hasil underwriting pun berhasil mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan mencapai Rp46,77 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 116,82 persen secara year on year, meskipun dari sisi perolehan premi, diakui masih sangat tertinggal dengan perolehan hanya sebesar Rp120,45 miliar.

“Kami tetap berupaya menjaga kualitas bisnis yang baik dan berharap enam bulan ke depan kondisinya tidak lebih buruk dari semester I/2020 sehingga di akhir tahun nanti kinerja secara keseluruhan dapat terjaga dengan baik,” jelas Erickson.

Laman: 1 2 3

CEO TALK

PERUM PPD MENGUCAPKAN SELAMAT HARI ULANG TAHUN BUMN KE-23

MediaBUMN

Published

on

HUT BUMN
Continue Reading

CEO TALK

Keberhasilan Pos Indonesia Saluran BST

CHRIESTIAN

Published

on

BST

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pada masa pandemi Covid-19, pemerintah memberi kepercayaan yang besar kepada PT Pos Indonesia (Persero) untuk menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat. perusahaan tentu tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bekerja dengan baik melalui penyaluran bantuan dana tunai secara akuntabel.

Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi selain mengerahkan sumber daya manusia yang besar, Pos Indonesia juga mengandalkan transformasi digital sebagai kunci bagi proses penyaluran BST yang akuntabel. Dalam hal ini, Pos Indonesia memiliki tiga strategi penyaluran bantuan BST, yaitu;

(1) Pos Indonesia menyalurkan bantuan di Kantor Pos. (2) Pos Indonesia menjalin sinergi dengan komunitas-komunitas yang mampu membantu perseroan lebih mendekat ke lokasi-lokasi penerima bantuan. (3) Pos Indonesia juga mengantar bantuan langsung, khususnya ke masyarakat lanjut usia, difabel, dan kalangan lain yang membutuhkan bantuan lebih.

Pos Indonesia meyakini bahwa penyaluran BST merupakan amanah besar yang diberikan pemerintah sehingga membutuhkan tanggung jawab, terutama terkait akuntabilitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, perusahaan menerapkan penggunaan teknologi digital dalam menyalurkan bantuan.

BST

Adapun, penyaluran dana bantuan tetap berbasis rekening giro. Dalam prosesnya, perusahaan menggunakan teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Jadi, penerima bantuan sosial memperoleh cek digital berupa surat pemberitahuan disertai QR Code yang wajib ditunjukkan kepada pegawai PT Pos Indonesia. Kemudian, pegawai melakukan pemindaian kode sebagai bentuk keabsahan bahwa pemilik kode tersebut memang berhak menerima bantuan dana.

Tak hanya sampai di sana, SVP Sales & Marketing Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Haris Husein menambahkan bahwa Pos Indonesia juga mengambil bukti penyaluran berupa foto yang diunggah ke dalam dashboard tersendiri. Hal ini berfungsi sebagai laporan kepada pemerintah yang dapat diperiksa secara realtime. Dengan demikian, pihak pemerintah dapat mengakses, memantau dan memeriksa secara transparan proses penyaluran bantuan yang dilakukan Pos Indonesia kepada masyarakat.

Perusahaan juga terkoneksi dengan online monitoring system Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Dengan demikian, pemerintah dapat memonitor jumlah dana bantuan yang sudah terserap. Seluruh upaya itu dilakukan untuk mencapai akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan. “Selain itu yang tidak kalah pentingnya yaitu kami juga tetap menerapkan protokol kesehatan dalam proses penyaluran bantuan agar tak menjadi klaster baru Covid-19,” ungkap Haris. []

Continue Reading

CEO TALK

Strategi Konkret Pos Indonesia Capai Kinerja Gemilang

CHRIESTIAN

Published

on

digital

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Beberapa strategi konkret yang dijalankan perseroan untuk mencapai kinerja yang gemilang antara lain yaitu mengenalkan kembali kepada para milenial bahwa Pos Indonesia merupakan perusahaan layanan jasa pengiriman barang, bukan hanya mengirim surat.

Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi, Pos Indonesia menyasar milenial karena dianggap sebagai pengelola bisnis UMKM, terutama di platform online saat ini. Salah satu upaya yang dilakukan Pos Indonesia, imbuh Faizal, adalah membuat program promosi berupa point reward bagi para pengirim paket yang dilakukan baik melalui Kantor Pos, maupun berbagai layanan platform online yang tersedia.

Nantinya, program point reward akan menghasilkan sejumlah pemenang yang akan mendapatkan hadiah berupa masing-masing 1 unit motor atau mobil.

“Hal itu kami lakukan sebagai cara campaign untuk memperkenalkan kembali produk service kami, agar branding pos dikenal kembali,” tuturnya.

Tak hanya itu, Pos Indonesia juga memperkenalkan produk pengiriman internasional dengan harga kompetitif.

“Jadi intinya, channel kami perbaiki, produk baru terutama ekspor kami perbaiki, campaign promosi juga dilakukan, product pricing internasional baru yang murah juga kami sediakan. Tujuannya, agar UMKM bisa agresif ekspor, baik melalui marketplace maupun channel online lain,” ungkap Faizal.

Terkait pengembangan lini bisnis jasa keuangan Pos Indonesia, SVP Sales & Marketing Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Haris Husein mengatakan bahwa selain menyiapkan aplikasi digital yang mumpuni untuk para pelanggan, Pos Indonesia juga menyiapkan platform back end yang mampu memberi pengalaman lebih baik. Pos Indonesia terus berupaya mengembangkan layanan jasa keuangan dengan membangun platform berkualitas yang menggabungkan antara fungsi agen kurir dan agen jasa keuangan.

Penggabungan agen dalam satu platform digital diharapkan mampu mendorong peningkatan jumlah transaksi.

“Kami sedang membangun platform bernama Pos Giro Mobile, mirip seperti uang elektronik yang sudah kami jadikan sebagai single identity mitra pelanggan. Jadi bisa bertransaksi bayar-bayar, tarik tunai dan lainnya. Account aktif sudah ada sekitar 240.000 yang bisa mengambil uang di ATM,” jelas Haris.

Selain itu, lanjut Haris, Pos Indonesia juga berupaya menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis. Dia berharap kerja sama yang dilakukan dengan berbagai pihak mampu mendorong percepatan bisnis fintech.

Pos Indonesia menyadari, untuk memenangkan persaingan yang ketat di industri fintech, pihaknya tak bisa bermain sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya di area hilir usaha. Sinergi dengan mitra strategis diharapkan mampu meningkatkan volume transaksi.

Sementara itu Faizal menambahkan bahwa pada dasarnya, Pos Indonesia memiliki produk fintech yang sangat lengkap dibandingkan lembaga fintech lain. Hal itu terjadi berkat kerja sama dengan banyak mitra strategis. Dalam hal produk fintech investasi, Pos Indonesia bekerja sama dengan bank BUMN yang menyediakan produk tabungan sekolah yang bisa disetor dan diambil di seluruh cabang kantor pos di Indonesia.

Terkait produk fintech pembiayaan, Pos Indonesia bekerja sama dengan lebih dari 20 koperasi yang mampu meminjamkan dana melalui kantor pos. Begitu pula produk asuransi dan pembayaran.

“Kalau dilihat, Pos Indonesia ini fintech yang unik. Kami punya digital platform, tetapi kami juga punya physical platform yang besar dan tidak dimiliki oleh fintech lain,” ungkap Faizal.

Sementara itu terkait pengembangan lini bisnis logistik, Menurut SVP Sales and Marketing Kurir & Logistisk PT Pos Indonesia (Persero), Budi Prakoso, Perseroan ke depannya akan melakukan pengembangan solusi pengelolaan rantai pasok bagi korporasi besar. Pasalnya, tren saat ini, sebut Budi, mengarah pada supply chain management.

“Pola kebutuhan pengelolaan logistik antara satu perusahaan dan perusahaan lain bisa sangat berbeda. Maka itu, bisnis solusi bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja Pos Indonesia,” jelas Budi.

Selain itu upaya lain yang dilakukan adalah mendorong penambahan jumlah agen, baik agen kurir maupun agen jasa keuangan. Penambahan jumlah agen terutama dilakukan di berbagai pusat-pusat bisnis UMKM berada.

“Sampai saat ini, Pos Indonesia memiliki kantor di 34 provinsi dengan total 205 cabang utama, dan 4.800 cabang kecil di titik layanan kantor pos. Sementara itu, sekitar 4.000 agen kurir juga tersedia dengan jangkauan titik layanan yang mendekat pada pusat industri dan UMKM,” papar Budi. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!