Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Kinerja Pegadaian: Semester I/2019 Cetak Laba Rp1,53 Triliun

MediaBUMN

Published

on

Kinerja Pegadaian

Kinerja Pegadaian menunjukkan peningkatan di semester I Tahun 2019. PT Pegadaian (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp1,53 triliun. Laba tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 di periode yang sama, yaitu Rp1,37 triliun. Peningkatan yang cukup besar, yaitu 11,7 persen.

Tidak hanya laba yang dicatatkan Pegadaian. Aset perusahaan, tercatat naik sebesar 6,25 persen dari Rp52,79 triliun di tahun lalu menjadi Rp56,09 triliun di tahun 2019.

Kinerja Pegadaian yang meningkat tersebut ditopang oleh produk pembiayaan jasa gadai. Diperkirakan komposisi gadai dan non-gadai yang dikelola sebesar 85:15.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto di Jakarta menyatakan rasa syukurnya atas peningkatan perusahaan di tahun 2019 dalam pernyataan tertulis. Kuswiyoto juga berterima kasih kepada para nasabah yang setia memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian.

“Meskipun hasilnya sudah cukup baik, perusahaan tetap berkomitmen untuk semakin meningkatkan kualitas pelayanan melalui program digitalisasi,” ujarnya.

Strategi Dorong Kinerja Pegadaian

Dalam keterangannya, Kuswiyoto menyatakan bahwa perusahaan terus mengembangkan aplikasi Pegadaian Digital sebagai fasilitas transaksi mudah dan cepat bagi nasabah.

“Dengan aplikasi ini diharapkan masyarakat dapat melakukan transaksi tanpa harus datang ke outlet Pegadaian. Transaksi dapat dilakukan dengan menggunakan handphone atau ponsel pintar dari mana saja dan kapan saja,” jelasnya.

Kemudahan diharapkan membuat peningkatan jumlah nasabah dan terus meningkatkan kinerja Pegadaian hingga akhir tahun 2019.

Untuk meningkatkan kinerja Pegadaian, lanjut Kuswiyoto, pihaknya terus melakukan sinergi dengan perusahaan BUMN lain dan perusahaan non-BUMN. Sinergi yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan pasar Pegadaian.

“Kami yakin bahwa perusahaan yang berjalan dengan inovatif, efisien, dan mempunyai jangkauan pasar luas akan bisa survive di tengah persaingan yang semakin ketat,” kata Kuswiyoto.

Sinergi untuk peningkatan kinerja Pegadaian secara keseluruhan diawali dengan kerja sama Pegadaian dengan Himbara dalam mewujudkan transaksi digital. Selain itu, Pegadaian juga bekerja sama dengan Dinas Kependudukan atau Dukcapil untuk akses validasi data kependudukan.

Sementara, dalam bidang gadai sertifikat Pegadaian menjalin kerja sama dengan ATR – BPN. Kerja sama juga dilakukan dengan BPKH untuk pengembangan produk Arrum Haji dan perusahaan otomotif serta ATPM untuk produk pembiayaan bermotor.

Sebagai sarana pemasaran produk dan keagenan, Pegadaian melakukan sinergi dengan BUMN. BUMN yang bersinergi antara lain, Garuda, ASDP, Jamkrindo, PNM, Askrindo, Pelni, PNRI, RNI, dan asosiasi pengusaha Hipmikindo.

Sementara itu, sinergi dengan PT SIER, PT PAL, INKA, Barata, PT Garam, Perum Bulog, BGR, PT Antar Surya Media, Alamanda, Batik jenggala, PT Nusantara Sebelas Medika, dan The Square Ballroom Surabaya. []

Perbankan

BRI Buka Rekening Dilaunching, Target 1 Juta Rekening Baru

EKO PRASETYO

Published

on

BRI Buka Rekening

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BRI Buka Rekening resmi dilaunching PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada Rabu (8/7/2020). BRI Buka Rekening merupakan inovasi layanan dalam pembukaan rekening secara digital yang memudahkan nasabah tanpa harus bertatap muka dengan petugas bank.

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani mengatakan, Platform BRI Buka Rekening ini dapat diakses melalui situs resmi BRI pada laman https://bukarekening.bri.co.id/digital-saving/.

Dengan platform terbaru ini, Handayani menyebut nasabah bisa melakukan pembukaan rekening dengan teknologi digital signature dan face recognition.

“Sebelumnya, pembukaan rekening tanpa bertatap muka hanya dapat dilakukan oleh nasabah eksisting BRI. Tapi dengan layanan ini, nasabah baru pun bisa membuka rekening digital tanpa datang secara fisik,” kata Handayani melalui keterangan resminya usai acara peluncuran BRI Buka Rekening.

Menurutnya, BRI selaku salah satu bank BUMN akan terus memberikan kemudahan layanan perbankan kepada masyarakat luas.

Handayani menyebut, inovasi digital saving BRI menjadi salah satu solusi pelayanan menabung yang lebih mudah, cepat, dan aman.

Keunggulan lain dari platform BRI Buka Rekening adalah konsep verifikasi nasabah yang dipilih tidak perlu tatap muka dengan agen bank, tapi melalui media video call, sehingga proses pembukaan rekening dapat lebih cepat dan mudah.

“Meski dilakukan secara daring, kami memastikan semua proses ini tetap aman, karena pembukaan rekening hanya dapat dilakukan apabila calon nasabah adalah pemilik NIK yang benar dan sesuai dengan yang didaftarkan,” jelasnya.

Dengan layanan ini, nasabah tidak hanya mendapatkan rekening Digital Saving, tapi juga otomatis teregistrasi sebagai user Internet Banking BRI, sehingga rekening yang dibuat dapat langsung digunakan untuk bertransaksi secara digital.

Handayani menambahkan, melalui strategi perluasan channel pembukaan rekening ini, perseroan menargetkan di tahun pertama ini akan ada 1 juta pembukaan rekening baru.

“BRI Buka Rekening ini nantinya akan kami tempatkan di berbagai aplikasi dan website Bank BRI, serta beberapa aplikasi atau website pihak ketiga yang bekerja sama denga BRI. Dengan begitu, masyarakat dapat semakin mudah mengakses platform BRI Buka Rekening,” tandasnya.

Untuk diketahui, BRI juga meluncurkan program Akuisisi Digital Saving melalui BRI Buka Rekening pada periode 7 Juli sampai dengan 31 Desember 2020 atau selama kuota tersedia.

Nasabah yang ikut program ini akan mendapatkan hadiah berupa voucher digital. []

Continue Reading

Jasa Keuangan

Modal Kerja Senilai 100 Triliun Diberikan Untuk 60,6 Juta UMKM

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Modal Kerja

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Modal Kerja bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) disalurkan pemerintah nilainya mencapai Rp100 triliun. Kredit ini disalurkan bagi 60,6 juta UMKM di berbagai wilayah di Indonesia yang tergabung ke dalam lembaga pembiayaan formal.

Pinjaman modal kerja ini dijamin pemerintah melalui dua BUMN penjaminan kredit yaitu PT Jamkrindo (Persero) dan PT Askrindo (Persero).

Namun tidak semua UMKM bisa mendapatkan modal kerja ini, karena hanya akan diberikan pada UMKM yang kondisinya sehat dan memiliki akses dengan pembiayaan (bankable).

Program ini juga tidak termasuk bagi UMKM yang bermasalah dan masuk dalam daftar hitam nasional.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Kategori UMKM penerima modal kerja ini sudah jelas diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71 Tahun 2020. bentuk pembiayaan ini bisa berupa perseorangan, koperasi, dan berbadan hukum dengan plafon pinjaman hingga Rp10 miliar.

“Bantuan modal kerja ini terbuka dan diberikan kepada UMKM yang tergabung ke lembaga pembiayaan formal, jumlahnya sebanyak 60,6 juta UMKM,” kata Teten dalam peluncuran penjaminan kredit modal kerja UMKM, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Teten menjelaskan pelaku UMKM yang mendapat jaminan yakni pinjaman dengan sertifikat penjaminnya diterbitkan paling lambat November 2021 dengan terbit maksimal tiga tahun.

Modal Kerja Dorong UMKM

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan program ini dikeluarkan lewat Peraturan Menteri Keuangan No 71/2020 untuk memutus sikap saling menunggu atau enggan mengambil risiko.

Jaminan yang diberikan pemerintah sebesar Rp5 triliun, artinya UMKM yang memiliki pinjaman apabila ada kredit macetnya akan dijamin oleh pemerintah.

“PT Askrindo dan PT Jamkrindo telah diberikan penyertaan modal negara sebesar Rp6 triliun untuk mengcover adanya risiko kredit macet dari pinjaman tersebut. Artinya para pengusaha kecil bisa bangkit kembali dengan restrukturisasi untuk pinjaman nggak bayar enam bulan dari sisi pokok, bunga disubsidi semakin kecil, pinjaman subsidi semakin penuh,” jelas Menkeu.

Adapun kredit modal kerja yang diberikan yakni sebesar Rp100 triliun yang diberikan selama 18 bulan atau hingga tahun 2021.

Target penyaluran modal kerja UMKM tahun 2020 sebesar Rp65 triliun hingga Rp80 triliun.

“Program ini merupakan langkah pemerintah, agar pihak UMKM dan pihak pemberi pinjaman sama-sama merasa yakin mengambil risiko. Kami berharap program ini mampu mendorong UMKM melakukan aktivitas pinjaman produktif, sementara lembaga pembiayaan juga berani memberikan pinjaman karena dijamin oleh pemerintah,” ungkapnya. []

Continue Reading

Asuransi

Pemegang Polis Jiwasraya Akan Dipindahkan ke Nusantara Life

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Pemegang polis

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pemegang polis asuransi Jiwasraya rencananya akan dipindahkan ke perusahaan asuransi baru bentukan BUMN, yaitu PT Nusantara Life. Sementara PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang masih bermasalah akan disetop bahkan ditutup.

Kementerian BUMN mengatakan, aad peluang bagi pemerintah untuk menutup asuransi Jiwasraya sebagai konsekuensi dari pembentukan PT Nusantara Life.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, usai rapat kerja bersama Panja Komisi VI di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (7/7/2020).

Menurutnya, jika penutupan Jiwasraya dilakukan, maka semua nasabah Jiwasraya sudah memindahkan polisnya ke Nusantara Life.

“Ya, pada akhirnya Jiwasyara tutup. Tapi kami harapkan seluruh pemegang polis Jiwasyarat mau untuk pindah. Karena yang Jiwasraya memang tidak ada pesertanya. Jadi polis-polis di Jiwasraya yang telah direstrukturisasi akan dibawa ke Nusantara Life,” ujarnya.

Kartika menjelaskan, mulai bulan depan, pihaknya akan memulai negosiasi dengan para pemegang polis Jiwasraya secara terbuka. Namun proses realisasi pemindahan polis ini kemungkinan bisa dilakukan hingga Desember 2021 mendatang.

Pemindahan pemegang polis Jiwasraya ke Nusantara Life saat ini belum bisa dijalankan lantaran masih menunggu suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah.

Kartika belum bisa menyebutkan berapa jumlah PMN yang diperlukan untuk menopang restrukturisasi karena saat ini masih hahap penghitungan dan perincian.

“Kenapa Nusantara Life butuh PMN, karena saat ini ekuitas Jiwasraya sudah minus hingga Rp 35,9 triliun. Dengan kondisi ini tidak mungkin dibentuk perusahaan baru tanpa dana bantuan,” ungkapnya.

Kartika mengatakan jika pemegang polis Jiwasraya mau memindahkan kepemilikannya ke Nusantara Life, maka mereka harus bersedia menyesuaikan tingkat imbal hasil.

“Karena imbal hasil yang ditawarkan Jiwasraya selama ini sangat tinggi dibandingkan tingkat suku bunga di pasar. Kalau bunganya sekarang 12 persen hingga 13 persen, harus turun ke bunga normal di kisaran 6 hingga 7 persen,” jelasnya.

Diketahui, pemerintah telah memulai pembentukan asuransi baru Nusantara Life, yang nantinya berada di bawah holding asuransi, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).

Sementara Jiwasyara kemungkinan besar akan ditutup lantaran perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu terjerat kasus gagal bayar.

Gagal bayar Jiwasraya sudah terungkap ke publik sejak akhir tahun 2018, saat itu Perseroan mengumumkan tidak dapat membayar klaim polis yang jatuh tempo nasabah saving plan sebesar Rp802 miliar. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!