Connect with us
PERTAMINA

Industri

Kinerja Meningkat, Perum Perindo Terus Dorong Industri Perikanan Nasional

Published

on

Dirut Perindo Risyanto Suanda

Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) semakin menunjukan kepiawaiannya dalam menggarap potensi bisnis di industri kelautan dan perikanan. Meskipun dihadapi oleh sejumlah tantangan, BUMN ini berhasil menorehkan kinerja yang sangat baik dengan mencetak revenue Rp605 Miliar di tahun 2017 atau tumbuh hampir 300% dibanding revenue di 2016. Seiring ekspansi dan investasi strategis yang telah terbangun, Perum Perindo berpeluang besar meraih pertumbuhan yang lebih baik di tahun 2018 ini dengan membidik revenue mencapai Rp1 Triliun.

Tren kinerja positif yang ditorehkan Perum Perindo tidak terlepas dari sentuhan Risyanto Suanda sebagai Direktur Utama yang berhasil menerjemahkan positioning Perum Perindo pada peta industri perikanan nasional. Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari peran besar manajemen yang berhasil mengimplementasikan ide dan gagasan sehingga bisnis perusahaan terus tumbuh dan berkesinambungan.

Kepada mediabumn, Risyanto membeberkan langkah awal keberhasilannya dalam membangun bisnis Perum Perindo yaitu dengan menata dari sisi internal perusahaan. Antara lain yaitu dengan menata kembali Sumber Daya Manusia (SDM), melakukan optimalisasi aset, melakukan pembenahan sistem dengan menerapkan digital system (e-office, e-performance serta Enterprise Resource Planning (ERP) yang merupakan sebuah aplikasi manajemen bisnis yang memudahkan pengelolaan bisnis secara terintegrasi), mempertajam Standar Operasional Prosedur (SOP) serta melakukan monitoring secara berkala.

“Sehingga dengan demikian business process perusahaan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan,” ujar Risyanto.

Keberhasilan perusahaan dalam mencetak revenue yang terus tumbuh dari tahun ke tahun pun pada akhirnya menjadi challenge bagi manajemen. Bagi pria kelahiran Karawang 24 Februari 1976 ini, target revenue Rp1 Triliun di tahun ini dirasa tidaklah berlebihan! pasalnya perusahaan yang bervisi menjadi perusahaan perikanan yang tangguh, terpercaya dan penggerak pertumbuhan ekonomi ini, terus mengoptimalkan potensi yang ada dengan terus berlari kencang menggenjot core business yang selama ini digarap. Selain itu, lanjut Risyanto, Perum Perindo juga senantiasa melakukan ekspansi dan pengembangan bisnis yang strategis ke depan.

Terlebih, imbuh Risyanto, sampai dengan lima bulan pertama di tahun ini revenue perusahaan sudah mencapai Rp633 Miliar.

“Target revenue Rp1 Triliun itu telah sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang telah dirumuskan pada awal tahun lalu. Kami sangat optimis dapat mewujudkan target tersebut,” ujarnya.

Laman: 1 2

Perbankan

Bank BTN Gelar Akad Massal Kredit Rumah Pekerja

Published

on

akad massal

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menjelang HUT KPR BTN ke 45 yang jatuh pada tanggal 10 Desember mendatang, Bank BTN menggelar akad massal kredit rumah pekerja MLT Progam Jaminan Hari Tua (JHT) .

akad massal

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah (ketiga dari kiri) menyerahkan secara simbolis kunci rumah kepada peserta akad massal kredit  rumah pekerja Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Program Jaminan Hari Tua disaksikan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo (kanan)  dan Direktur Pengembangan dan Investasi  BPJAMSOSTEK Edwin Ridwan (kiri) di Tangerang, Banten, Selasa (30/11).

Kredit rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan, Bank BTN dan BPJAMSOSTEK untuk memperluas fasilitas pembiayaan kepada pada pekerja diantaranya fasilitas kredit pemilikan rumah dan renovasi rumah.

akad massal

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo.

Tahun ini Bank BTN menargetkan realisasi kredit MLT tersebut mencapai Rp 100 miliar hingga akhir tahun 2021. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Lebih Hemat dan Aman, Ini Sederet Keunggulan Kompor Induksi

Published

on

Induksi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT PLN (Persero) terus mendorong electrifying lifestyle atau gaya hidup baru dengan menggunakan peralatan serba elektrik yang bebas emisi dan ramah lingkungan.

Dukungan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menjalankan program transisi energi. Salah satu wujud konkret electrifying lifestyle adalah dengan menggunakan kompor induksi.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi merekomendasikan penggunaan kompor induksi di dapur rumah tangga karena lebih aman, mudah, dan efisien.

“Kompor induksi memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan kompor konvensional,” ujarnya.

Kompor ini menggunakan energi listrik sebagai energi panas. Kompor induksi tidak memancarkan api layaknya kompor gas.

Lalu bagaimana kompor induksi bekerja? Kompor ini bekerja ketika alat masak diletakkan di atas kompor, lalu arus listrik bolak-balik dilewatkan dari dalam badan kompor melalui gulungan kawat.

Panas yang dihasilkan langsung dialirkan ke alat masak, sehingga ketika bersentuhan dengan anggota tubuh, tidak terasa panas dan relatif aman.

Keuntungan lainnya, kompor listrik mudah dibersihkan. Dari sisi waktu memasak juga lebih hemat karena kompor induksi memungkinkan penyebaran panas yang lebih merata ketimbang kompor gas.
Hal ini memungkinkan aktivitas memasak lebih cepat, sehingga hemat waktu.

Agung menjelaskan, waktu masak yang lebih cepat akan membuat kompor listrik lebih hemat penggunaan energi daripada gas.

Dari sisi penggunaan, kompor induksi juga lebih murah dibandingkan dengan kompor LPG. Hasil uji coba menunjukan, untuk memasak 1 liter air menggunakan kompor induksi 1.200 watt hanya memerlukan biaya sebesar Rp 158, sementara dengan kompor elpiji tabung 12 kilogram sekitar Rp 176. Sehingga dengan pola memasak rata-rata masyarakat di Indonesia menggunakan gas LPG 11,4 kg per bulan, terjadi penghematan Rp 28.500,- dari biaya memasak setiap bulan.

“Tidak hanya itu, menggunakan kompor induksi juga lebih praktis, tinggal colok saja,” ucap Agung.

Agung mengatakan, penggunaan kompor induksi juga mengurangi potensi polusi rumah tangga. Menurut dia, itulah salah satu tujuan penerapan electrifying lifestyle.

Sejatinya, penggunaan kompor induksi juga memberi dampak positif kepada negara. Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa rata-rata subsidi impor gas dalam 6 tahun terakhir sekitar Rp 43 Triliun per tahun.

“Kami mengajak masyarakat beralih ke kompor induksi tanpa harus bergantung ke kompor elpiji yang saat ini sebagian besar penyediaan energinya masih impor,” tambahnya.

Bagi yang tertarik beralih ke kompor induksi, PLN memberikan harga khusus tambah daya hanya sebesar Rp 150 ribu melalui program Nyaman Kompor Induksi 2021 bagi pelanggan yang membeli kompor induksi melalui partner yang memiliki kerja sama dengan PLN.

PLN juga memiliki produk layanan Ekstra Daya, yaitu paket layanan listrik untuk rumah baru dengan daya 2200 VA ditambah kompor Induksi lengkap peralatan masak. Program ini dilakukan dengan menggandeng ini BUMN Karya serta perusahaan properti.

Produk-produk layanan PLN untuk paket kompor induksi ini merupakan bagian dari rencana program konversi energi berbasis impor menjadi domestik. Langkah ini akan berkontribusi terhadap penguatan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Program Peremajaan Sawit Bagi Petani, Erick Thohir Apresiasi PTPN V

Published

on

Program peremajaan sawit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Program peremajaan sawit terus digencarkan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak perusahaan PTPN V.

Langkah konkret yang dijalankan PTPN V yaitu menyediakan bibit sawit unggul bersertifikat kepada para petani yang menjadi mitra perusahaan.

Program peremajaan sawit ini dilakukan dengan penanaman perdana di Koperasi Unit Desa (KUD) Mojopahit Jaya, Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumat (26/11/2021) sore.

Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam acara ini memberikan apresiasi kepada PTPN V karena sudah memberikan dukungan nyata bagi para petani.

Menurut Erick, selama ini petani berada di posisi yang lemah, tetapi oleh PTPN V dijadikan mitra kerja dan memberikan bibit unggul.

“Kebijakan ini luar biasa, karena PTPN membuka lebar peluang untuk petani mendapat bibit unggul, sementara banyak perusahaan yang berupaya mengontrol bibit sawit unggul kepada petani,” kata Erick.

Sejak tahun 2020 hingga November 2021, tercatat sudah ada sebanyak 1,1 juta bibit unggul sawit yang telah dibeli oleh petani.

Erick pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jajaran Direksi dan Komisaris PTPN yang terus mendukung peningkatan ekonomi para petani sawit di daerahnya masing-masing.

Adapun dalam kegiatan tanam perdana ini dilakukan di lahan seluas 879 Hektare, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program pendanaan UMK bagi 33 petani plasma PTPN V sebesar Rp2,5 miliar.

Target Program Peremajaan Sawit

CEO PTPN V, Jatmiko K Santosa mengatakan, realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR yang telah dijalankan PTPN V sudah hampir 10 ribu hektare.

Luasan itu pun menjadi realisasi program PSR terluas yang dilakukan oleh jajaran PTPN hingga saat ini.

Ia pun menargetkan, PTPN V akan mereplanting hingga 21 ribu Hektare kebun sawit plasma di tahun 2023, dan membantu peremajaan sawit rakyat seluas 23 ribu hektare di tahun 2025.

“Untuk tahun ini kami rencanakan seluas 2.140 hektare dan hingga tahun 2025 sudah kami susun dalam roadmap untuk mendorong percepatan peremajaan sawit rakyat sesuai arahan pemerintah,” sebut Jatmiko.
Jatmiko menyatakan, dengan peremajaan ini maka produktivitas dari kebun milik para mitra PTPN V akan meningkat bahkan jauh di atas standar nasional.

“Program peremajaan sawit rakyat kita lakukan dengan mengganti tanaman sawit yang lama dengan bibit unggul, sehingga, kami turut menyiapkan tujuh sentra pembibitan sawit unggul di seluruh Riau,” ungkapnya.

Keberadaan sawit unggul dan bersertifikasi itu, sambung dia, akan menjawab kebutuhan para petani yang selama ini sering menjadi ‘korban’ penggunaan bibit unggul palsu.

Selain itu, BUMN pertanian ini juga menyiapkan empat program percepatan peremajaan sawit rakyat yakni pola single management, penyediaan bibit unggul bersertifikat, kemitraan swadaya sebagai off taker, dan pemberdayaan KUD untuk menjadi calon mitra teknis para petani. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!