Kimia Farma Optimis Raih Pertumbuhan Topline di Akhir Tahun

oleh
Kimia Farma

Kimia Farma sampai dengan akhir tahun ini sangat optimistis dapat meraih pertumbuhan topline dua digit 20 persen. Baik dari sisi organik atau non-organik sudah disiapkan sebagai langkah awal mereka.

Suharta Wijata selaku Direktur Keuangan Kimia Farma memberikan pernyataan bahwa, untuk dapat bertumbuh cepat KAEF fokus pada eksekusi program akuisisi.

Sebelumnya KAEF sudah mengakuisisi 56,77 persen atau 476,90 juta saham Phapros (PEHA) pada bulan Maret 2019 kemarin. Dan ke depannya mereka akan mengakuisisi dua rumah sakit BUMN dan swasta yang berlokasi di Jakarta.

Kimia Farma Gelontorkan Dana Akuisisi

Sebagai informasi menariknya, Kimia Farma sudah menggelontorkan dana sampai dengan Rp1 triliun bahkan lebih, hanya untuk mengakuisisi saham PEHA yang dibantu oleh tiga Bank BUMN. Tidak hanya itu saja, sisa dana untuk akuisisi pun sudah disiapkan untuk segera menyelesaikan proses akuisisi dua rumah sakit yang masih dalam tahap pra-evaluasi dan ditargetkan selesai tahun ini.

Suharta juga menambahkan, kalau KAEF sudah menjajaki produk baru di segmen kosmetik dengan brand merek Marcks & Venus. Tidak main-main akan proyek tersebut, KAEF pun sudah memberikan target atas pertumbuhan kosmetik sampai akhir tahun mencapai 30 persen dan sebesar 25 persen yang akan berkontribusi ke pendapatan.

Informasi dari laporan keuangan Kuartal I 2019, kontribusi atas penjualan obat over the counter (otc) dan kosmetik, tercatat 6,3 persen atau senilai dengan Rp116,1 miliar. Meski demikian, apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan dari kosmetik dan obat otc naik hingga 75 persen year on year (yoy).

Kimia Farma sendiri sudah berhasil menyerap modal kerja atau capital expenditure (Capex) sebanyak 50 persen dari seluruh anggaran yang ditetapkan, yakni Rp 4,2 triliun. Dalam tanggapannya, Suharta juga menjelaskan bahwa, seluruh dana tersebut digunakan untuk keperluan organik maupun non-organik.

Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih menyatakan, dalam analisisnya kalau ekspansi non-organik memang baik selama akuisisi menguntungkan bagi perusahaan. Namun Alfatih juga menjelaskan, bahwa investor harus lebih cermat melihat detail rencana akuisisi tersebut, mulai dari nilai akuisisi hingga profil rumah sakitnya. Apabila bagus dan berpotensi, akan besar kemungkinan akan menguatkan sentimen positif bagi saham Kimia Farma.

Alfatih kembali menambahkan, pasca-akuisisi saham KAEF berpotensi rebound di kisaran Rp2.950 hingga Rp3.850, tidak jauh berbeda pada Maret lalu setelah Kimia Farma mengakuisisi PEHA. Tetapi, Alfatih juga memberikan saran pada investor untuk tidak masuk terlebih dahulu karena sahamnya tidak likuid. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *