Kimia Farma Bakal Gelar RUPSLB Tawarkan Rights Issue

oleh
Kimia Farma

Kimia Farma berencana untuk melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu. Disebut juga dengan rights issue atau PMHNETD guna mempertebal modal kerja serta pengembangan usaha perseroan.

Berdasarkan data dari keterbukaan informasi pada Bursa Efek Indonesia, Selasa, 13 Agustus 2019. Kimia Farma berencana menerbitkan hingga 1,58 miliar saham seri B yang bakal ditawarkan dengan cara rights issue.

Hal itu berarti sekitar 22,14 persen dari modal bakal ditempatkan dan disetor secara penuh setelah rights issue. Adapun untuk harga pelaksanaan bakal diumumkan selanjutnya dalam agenda prospektus PMHMETD.

Kimia Farma Agendakan RUPSLB September Mendatang

Kimia Farma bisa mengajukan pelaksanaan pendaftaran penambahan modal itu setelah mendapatkan persetujuan RUPSLB. Atau dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang bakal diselenggarakan pada 18 September 2019 mendatang. Dengan begitu, pelaksanaan rights issue bisa dilaksanakan paling lambat 12 bulan. Setelah tanggal pelaksanaan RUPSLB atau berarti tanggal 18 September 2020.

Sedangkan pemegang saham yang tidak menggunakan hak HMETD-nya, bakal terkena dilusi. Atas persentase porsi kepemilikan pada perseroan dari jumlah maksimum 22,14 persen dari modal akan ditempati dan disetor secara penuh.

Pada akhir Maret 2019 lalu, Honesti Basyir selaku Direktur Utama Kimia Farma menuturkan bahwa perseroan berencana untuk melakukan right issue untuk memperoleh dana segar. Guna mendanai ekspansi anorganik serta refinancing atas pinjaman bank. Target dana yang diincar pada rencana tersebut sebanyak Rp2 triliun hingga Rp3 triliun.

Apabila rencana itu mendapatkan persetujuan dari pemegang saham, maka floating share dari Kimia Farma akan meningkat. Menjadi 20 hingga 30 persen dari saat ini yang hanya sekitar 9,98 persen yang masih mempunyai peluang meningkatkan value dari perseroan itu sendiri.

Setelah aksi akuisisi 56,77 persen saham PT Phapros Tbk yang dimiliki oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia senilai Rp1,361 triliun. Kimia Farma kembali mengincar segmen health care sebagai ekspansi anorganik selanjutnya di tahun ini.

Saat ini, Kimia Farma tengah mengkaji guna mengakuisisi lebih dari satu rumah sakit, baik swasta maupun BUMN. Dengan ditargetkan untuk rampung pada semester kedua tahun 2019 ini. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *