Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Kendaraan Listrik Bisa Tekan Impor Minyak, PLN Harapkan Insentif Seperti Mobil BBM

Published

on

kendaraan listrik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT PLN (Persero) berupaya mendorong ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, sebab akan mendatangkan banyak manfaat. Salah satunya membuat perekonomian negara lebih stabil karena dapat menghemat devisa negara.

Sekertaris Utama Kementerian Investasi Ikmal Lukman, Indonesia tidak mau ketinggalan dalam mengembangkan kendaraan listrik di dalam negeri, sebab beberapa negara lain telah mengumumkan kebijakan percepatan penggunaan kendaraan listrik.

“Kemudian lain dari itu dari beberapa negara khususnya Amerika, Eropa China mereka berlomba-lomba membuat kebijakan bagi percepatan penggunaan dan produksi kendaraan listrik, jadi mereka memberikan suatu kebijakan yang kondusif bagaimana bisa mendorong tumbuhnya industri mobil listrik dan penggunaan mobil listrik bagi para penduduknya,” kata Ikmal, dalam Kompas Talks – Webinar Jelajah Energi Nusantara Harian Kompas berkolaborasi dengan PLN yang mengangkat tema “Electrifying Lifestyle: Peduli Lingkungan melalui Investasi Mobil Listrik”.

Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, kondisi ini menjadi peluang Indonesia sebagai produsen baterai dan mobil listrik, dengan menerapkan hilirisasi nikel. Dari proses peningkatan nilai tambah tersebut akan menghasilkan baterai cell yaitu komponen 30 persen dari mobil listrik.

“Kita ingin meningkatkan nilai tambah setiap komoditas yang kita punya sehingga dapat nilai tambah yang maksimal,
eksosistem mulai dari pertambangan diproses menjadi katoda kemudian baterai cell kemudian diproses menjadi mobil listrik, mobil listriknya kita bangun di Indonesia,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengungkapkan, kendaraan listrik memiliki banyak keunggulan, tidak hanya ramah lingkungan karena minim emisi karbon, penggunaan kendaraan tersebut juga dapat membuat perekonomian lebih stabil. Pasalnya, listrik yang menjadi energi penggerak kendaraan tersebut berasal dari pembangkit yang energi primernya tersedia di dalam negeri.

“Bagi PLN transisi mobil listrik bukan hanya untuk meningkatkan demand listrik disaat kondisi suplai listrik lebih mengalami surplus, mobil ini juga terbukti unggul dibandingkan dengan mobil konvensional fosil untuk dapat menuju Indonesia yang lebih hijau dan cerah,” tutur Zulkifli.

Dengan terbangunnya ekosistem kendaraan listrik yang energinya bersumber dari dalam negeri, maka penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak akan berkurang, sehingga negara juga dapat mengurangi impor minyak dan berujung pada penghematan devisa. Kondisi ini akan menekan angka defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dan membuat perekonomian dalam negeri lebih stabil.

“Kita paham kita mengimpor triliunan rupiah bahan bakar untuk mobil fosil, sementara untuk mobil listrik kita tidak melakukan impor terkait dengan energi primer, ini dua hal yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi kita kedepan,” ujar Zulkifli.

Untuk mengakselerasi ekosistem mobil listrik dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, Zulkifli pun melihat masyarakat membutuhkan kebijakan yang lebih menarik untuk membeli mobil listrik dibandingkan membeli mobil fosil, sehingga dapat dinikmati masyarakat lebih luas.

“Kami kemukakan di sini bahwa terimakasih pemerintah telah menghapuskan PPnBM mobil listrik tapi ada dua pajak yaitu PPn dan PPh yang dinikmati oleh mobil fosil, namun belum dinikmati mobil listrik. Kami yakin dan berharap kebijakan pemerintah untuk dapat melakukan penghapusan dari PPn dan PPh tersebut sesuai yang dinikmati mobil fosil,” ungkapnya.

PLN pun terus membangun fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk memudahkan penggunan kendaraan listrik mengisi energi, hingga saat ini total SPKLU yang telah dibangun PLN sebanyak 60 unit terletak di 45 lokasi pada 21 kota. Jumlah tersebut akan bertambah karena PLN sedang membangun 54 unit SPKLU di 21 kota.

“Untuk percepatan pembangunan SPKLU, PLN membuka kesempatan bagi swasta untuk ikut berpartisipasi dengann skema bisnis yang sudah disiapkan PLN,” katanya.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, penggunaan kendaraan listrik merupakan kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, sebab penghematan devisa atas berkurangnya impor minyak bisa dialihkan untuk membiayai sektor yang lebih produktif. Pasalnya, penerapan konversi kendaraan energi fosil ke listrik bisa mengurangi konsumsi minyak Indonesia yang selama ini sebagian besar diimpor.

“Bahwasanya konversi ke kendaraan listrik itu untuk memperbaiki neraca perdagangan, impor BBM kita besar sekali, ini kunci utama kita negara kita bisa berkembang negara kita akan manju, di mana impor itu bisa digunakan untuk yang lain,” ungkapnya.

Bob Saril menambahkan, selain negara yang mendapat manfaat dari penggunaan kendaraan listrik, masyarakat juga bisa mendapat manfaat penghematan biaya jika menggunakan kendaraan listrik. Saat ini
PLN memberikan harga khusus diskon 30 persen kepada pemilik kendaraan listrik yang mengisi daya baterainya di rumah, yakni menjadi Rp 1.100 per kilowatt hour (kWh).

“Setiap.1 KWh listrik setara 1 liter bensin, 1 KWh sama dengan 10 Km jalan. 1 banding 5, Rp 9.000 per liter BBM dengan hanya Rp 1.100 untuk per kWh, atau katakan Rp 1.500 kalau harga biasa. Artinya disamping menghemat CAD supaya tidak menyebabkan devisi kita tergerus juga nilai tukar kita tergerus karena harus baya, masyarakat juga ikut menikmati karena hemat tadi,” imbuh Bob Saril.

Selain itu PLN memberikan fasilitas potongan biaya tambah daya bagi pemilik kendaraan listrik yang ingin menambah daya listriknya, dengan cukup membayar Rp 150.000 yang sebelumnya dipatok Rp 4,5 juta.

Namun menurut Sekretaris Gaikindo Kukuh Kumara, pembangunan ekosistem kendaraan listrik perlu didukung dengan kebijakan yang dapat mengurangi harga kendaraan listrik. Pasalnya, saat ini harga kendaraan listrik masih terbilang mahal. Sementara negara lain telah menerapkan kebijakan subsidi untuk menekan harga kendaraan listrik agar masyarakatnya beralih menggunakan kendaraan tersebut.

“Dimana pun juga kendaraan listrik mendapat subsidi dari pemerintahnya, di Tiongkok kami dapat informasi dari kolega subsidinya sekitar USD 15 ribu per unit, begitu juga di Korea Selatan. Ini saya pikir cukup berat dan harganya cukup tinggi, harga mobil listrik yang paling murah pun harganya Rp 600 juta. Nah masyarakat kita daya belinya masih dikisaran di bawah Rp 250 jutaan jadi ada jarak harga sekitar Rp 300 jutaan antara harga mobil listrik dengan harga yang diminati masyarakat kita,” tuturnya. []

Energi & Tambang

Business Action di Task Force B20, Pertamina Sepakati 4 Peluang Kemitraan Strategis untuk Keberlanjutan Energi dan Dekarbonisasi

Published

on

Task Force B20

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam persiapan Presidensi G20 di tahun 2022, dan sebagai bagian dari The Business 20 (B20), Taks Force Energy, Sustainability and Climate yang dipimpin oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Pertamina bergerak cepat merealisasikan langkah-langkah strategis dalam rangka program keberlanjutan energi dan dekarbonisasi dengan menyepakati 4 (empat) Nota Kesepahaman.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani pada 18 Januari 2022, bertepatan dengan agenda Stakeholders Consultation oleh B20 Task Force Energy, Sustainability and Climate. Kerja sama dilakukan Pertamina dengan para mitra terkemuka skala nasional dan internasional untuk melakukan kajian dan penjajakan kerja sama untuk pengembangan upaya-upaya menuju net-zero emissions dari aspek teknologi, energi ramah lingkungan, offset emisi, dan potensi kolaborasi lainnya.

Pada Nota Kesepahaman pertama, Pertamina dan Jababeka sepakat untuk melakukan kerja sama dalam identifikasi dan evaluasi pengembangan Green Industrial Estate, yang termasuk di dalamnya akan mencakup pasokan gas, penyediaan pasokan listrik dari Energi Baru & Terbarukan, riset dan inovasi.

Selanjutnya, Pertamina dengan Inpex Corporation (Inpex) juga berencana menjajaki peluang pengembangan bersama pasokan Clean-LNG dan Clean-Gas dari terminal LNG Bontang. Kerja sama ini dimaksudkan untuk bersama-sama mengembangkan usaha untuk memproduksi LNG yang bersih secara fisik, bebas karbon di Terminal Bontang, termasuk offset melalui kredit karbon yang dapat diberikan oleh gas/LNG yang bersih secara fisik yang diproduksi di Indonesia.

Upaya dukungan terhadap penurunan emisi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan, sekaligus untuk mencapai emisi net-zero dan mempromosikan climate goals juga disepakati oleh Pertamina dengan Chiyoda Corporation (Chiyoda) dengan melakukan kerja sama studi aplikasi teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), dan produksi hydrogen.

Tidak hanya Pertamina sebagai Holding, Sub Holding Pertamina New & Renewable Energi (PNRE) dan Subholding Commercial & Trading (C&T) juga bekerja sama dengan PT Grab Teknologi Indonesia dan PT Sepeda Untuk Indonesia untuk melakukan penjajakan kerja sama dalam hal pengembangan ekosistem Electronic Vehicle (EV) khususnya terkait bisnis baterai dan sistem penukaran baterai (battery swap) sampai peningkatan desain kendaraan EV.

Nicke mengatakan, Nota Kesepahaman tersebut merupakan bentuk realisasi rekomendasi kebijakan kepada pemerintah, pada G20 nanti. “Empat kerja sama yang kita tanda tangani, ini semua adalah mendukung program pemerintah untuk mencapai net-zero emissions di tahun 2060 dan yang medium term-nya adalah menurunkan karbon emisi di tahun 2030 itu antara 29%-41%,” ujar Nicke.

Terkait B20, Nicke menambahkan, tema yang diangkat ada 3 hal, yaitu innovation, inclusivity dan collaboration. “Tiga hal tersebut harus diwujudkan guna merealisasikan target pemerintah untuk net zero emission. Oleh karena itu dengan penandatanganan tadi kita pun membuka kerja sama tersebut,” kata Nicke.

Hal ini pun sejalan dengan 8 langkah strategis transisi energi yang selama ini menjadi komitmen Pertamina, yaitu : peningkatan kapasitas pembangkit geothermal; pemanfaatan green hydrogen; pengembangkan ekosistem baterai EV; meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit EBT; gasification melalui pembangunan pabrik metanol serta pengembangan DME; membangun green refinery atau kilang ramah lingkungan; pengembangan bioenergy; dan penerapan circular carbon economy di beberapa lapangan eksisting.

“Ini adalah bagian dari komitmen Pertamina, untuk menjadi perusahaan energi nasional berkelas dunia yang berkontribusi langsung mendukung upaya pemerintah dalam pengurangan emisi karbon dan peningkatan pemanfaatan potensi energi terbarukan. Pertamina konsisten menjalankan transisi energi dan bertransformasi menjadi perusahaan yang ramah terhadap lingkungan, bertanggung jawab sosial dan mengedepankan good governance,” jelas Nicke.

Acara penandatanganan kerjasama tersebut dihadiri Deputy Chair Task Force Energy, Sustainability, & Climate B20 Agung Wicaksono, Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Iman Rachman, Direktur Utama PT Jababeka Tbk., Budianto Liman, Director – Senior Managing Executive Officer of Global Energy Marketing Division Inpex Shigeharu Yajima, SVP – Division Director – Business Development Division Chiyoda Corporation, Mr. Hideo Matsui, Direktur Utama PT Grab Teknologi Indonesia Ridzki D. Kramadibrata dan Direktur PT Sepeda Untuk Indonesia Ika Sari Dewi. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Produksi Batubara PTBA Ditingkatkan Demi Pasokan Dalam Negeri

Published

on

Produksi batubara

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi batubara terus ditingkatkan oleh PT Bukit Asam (Tbk) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan aturan yang melarang ekspor barubara keluar negeri karena sedang memprioritaskan kebutuhan PT PLN.

Pasalnya Perusahaan Listrik Negara ini tengah mengalami kekurangan pasokan dan berpotensi jadi ancaman bagi kebutuhan listrik di tanah air.

Dengan kondisi yang mendesak ini, PT Bukit Asam selaku bagian dari MIND ID telah meningkatkan produksi batubara bahkan melebihi ketentuan.

Kepala Divisi Institutional Relations MIND ID, Niko Chandra menegaskan, sebagai pihaknya akan terus mendukung dan mengikuti arahan dari pemerintah, termasuk menahan batubara agar tak diekspor.

Ia menegaskan, pada prinsipnya MIND ID akan turut terhadap regulasi, dan terkait kebutuhan batu bara dalam negeri akan tetap menjadi komitmen MIND ID dan semua pihak yang tergabung di dalamnya.

“Jadi dengan peningkatan produksi batubara ini adalah bagian kita dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Niko dalam diskusi virtual, Jumat (14/1/2022).

Dengan pasokan yang cukup, maka diharapkan ancaman bagi industri listrik di tanah air tidak semakin membesar.

Ia pun memastikan, PTBA akan menenuhi kewajiban DMO, bahkan melebihi ketentuan itu jika memang Negara membutuhkan.

Terkait kurangnya produksi batubara untuk kebutuhan nasional, pemerintah belum lama ini juga berencana membubarkan PT PLN Batu Bara yang kinerjanya dinilai tidak maksimal.

Dalam langkah pembubaran ini, Kementerian BUMN masih melakukan kajian mendalam sekaligus menghitung aset anak usaha PT PLN ini.

Menurut Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN, Arya Sinulingga, setelah kajian ini rampung, baru pihaknya akan menetapkan langkah apakah anak usaha BUMN ini dibubarkan atau masih diberi kesempatan.

Meski begitu, pembubaran PT PLN Batubara disebut-sebut menjadi opsi terbaik lantaran selama ini keberadaannya tidak efisian dan justru memperpanjang rantai pasok produksi batubara di Indonesia.

Arya memaparkan, perusahaan ini hanya sebagai perantara saja, membeli produk batubara dari pihak produsen lalu menjualnya lagi ke PLN untuk pembakaran di pembangkit listrik.

Untuk langkah efisiensi, Arya menilai akan lebih gampang jika PT PLN yang langsung melakukan pengadaan tanpa ada pihak perantara lagi.

Ia pun menegaskan, jika ada anak usaha BUMN yang tidak bisa memberikan efisiensi bahkan membuat kerjanya makin ribet, maka paling pas untuk dibubarkan saja.

“Anaka usaha BUMN yang menghambat proses bisnis induk usahanya lebih baik dibubarkan saja. Selanjutnya, Kementerian BUMN akan melakukan audit terhadap anak usaha untuk mengetahui seperti apa kinerjanya selama ini,” pungkasnya. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Pertamina Tuntaskan 9 Milestone, Proyek Pengembangan Kilang Balikpapan Lampaui Target

Published

on

Kilang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Di tengah tantangan pandemi Covid-19 yang belum berakhir, Pertamina berhasil menuntaskan 9 milestone atau tonggak pencapaian besar pada megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Progres RDMP Balikpapan di akhir tahun 2021 pun tercatat berhasil melampaui target yang diproyeksikan 45,54%, tapi realisasinya sebesar 47%. Capaian ini meliputi 4 komponen utama yakni engineering, procurement, construction, dan commissioning.

“Sebuah pencapaian yang lebih tinggi dari target forecast kami. Melihat progres pengembangan kilang on track, kami optimis proyek RDMP Balikpapan dapat on stream Sesuai target di tahun 2024,” ungkap Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina saat meninjau langsung proyek RDMP Balikpapan, Sabtu 8 Januari 2022.

Bersamaan dengan pelaksanaan RDMP Balikpapan, Pertamina juga melakukan ekspansi pembangunan terminal crude oil di Lawe-Lawe di Kabupaten Penajam Paser Utara. Proyek ini meliputi jalur pipa lepas pantai (offshore) dan darat (onshore) sepanjang total 41 km dan dua tangki raksasa dengan total kapasitas 2.000.000 barrel yang akan menjadi komponen penunjang Terminal Lawe-Lawe.

Ke-9 milestone yang berhasil dituntaskan sepanjang 2021: pertama Delivery 3 Units of Boiler dan pipa Lawe-Lawe pada Februari 2021. Kedua, Delivery Alkylation Reactor pada Maret 2021. Ketiga, Operational Acceptance Relokasi Flare pada April 2021 dan keempat Delivery 5 unit Steam Turbine Generator pada Juni 2021.

Di paruh kedua 2021, Pertamina juga berhasil menuntaskan 5 milestone yakni, Delivery C3 Splitter dan mechanical completion RFCC Feed Tank (Juli 2021), Delivery RFCC Disengager/Stripper and Regenerator serta pemasangan Alkylation Reactor (Agustus 2021). Alkylation Reactor merupakan komponen penting dalam memproduksi alkylate yang nantinya bisa menghasilkan produk gasoline standar Euro 5.

Pada September 2021, Pertamina berhasil melakukan commissioning RFCC Feed Tank dan pemasangan Steam Turbin Generator A dilanjutkan dengan Completion Assembly Ringer Crane 2.800 ton serta pemasangan Propane/Propylene Splitter pada Oktober 2021. Pemasangan ‘Column Propane’ atau ‘Propylene Splitter’, sebuah peralatan penting yang berfungsi untuk memisahkan propylene product dari propane product.

Kilang

Di akhir tahun 2021, Pertamina berhasil menuntaskan milestone ke-9 yakni commissioning RFCC Feed Tank dan pemasangan RFCC 1st Regenerator.

Menurut Nicke, setelah tuntas RDMP Balikpapan secara keseluruhan diproyeksikan dapat menekan defisit neraca migas (current account deficit) hingga 2,65 miliar USD per tahun.

Defisit neraca migas dapat ditekan melalui substitusi produk impor dengan produk – produk bernilai jual tinggi seperti Gasoline dengan Kualitas EURO V dan juga produk Petrokimia Propylene yang kebutuhannya masih sangat tinggi.

Nicke menambahkan, komitmen tinggi Pertamina untuk menekan defisit neraca migas ini ditunjukkan melalui progres proyek yang on track.

RDMP Balikpapan merupakan upaya Pertamina untuk meningkatkan kapasitas kilang dari 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel. Selain itu, proyek pembangunan infrastruktur terbesar Pertamina ini juga bertujuan untuk meningkatkan kompleksitas kilang dalam mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi dan pada akhirnya akan meningkatkan ketahanan energi nasional sebagaimana yang diamanatkan kepada perseroan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Melalui RDMP Balikpapan, produk-produk Non-BBM seperti LPG akan naik pesat 48 kilo ton per tahun menjadi 384 kilo ton per tahun. Paralel, produk BBM seperti Gasoline, Diesel dan Avtur juga naik drastis dengan total produksi menjadi 319 ribu barel/hari,” tandas Nicke. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!