Kenaikan Suku Bunga Ancam Perolehan Laba BPD

by

Tren kenaikan suku bunga diprediksi akan mengganggu kinerja perbankan tidak terkecuali Bank Pembangunan Daerah (BPD). Adapun BPD sangat mengkhawatirkan perolehan labanya tergerus dengan adanya tren kenaikan suku bunga tersebut. Meski demikian, BPD juga masih optimis jika target laba yang dibidik tahun ini akan mampu tercapai.

Sebut saja bank jatim yang masih optimis laba (sebelum pajak) bisa tembus Rp1.7 Triliun. Menurut Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Satyagraha, bank jatim diakui tidak membidik perolehan laba lebih tinggi di tahun ini. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, lanjut Ferdian, target laba Rp1.7 Triliun menurutnya hanya mengalami kenaikan 5%.

“Sampai dengan saat ini belum ada revisi terkait target dari perolehan laba tahun ini. Sampai dengan priode akhir Mei 2018 laba masih sesuai target. Memang harus diakui tahun ini ada kemungkinan laba akan tergerus,” ungkapnya.

Sebagai gambaran, imbuh Ferdian, sampai akhir Mei 2018, total laba bersih telah mencapai Rp612,09 Miliar, atau mengalami tumbuh 4,88% jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode sama tahun sebelumnya yaitu Rp583,59 Miliar. Adapun pada akhir Mei 2018, bank jatim mencatat perolehan laba (sebelum pajak) sebesar Rp844,65 Miliar atau tumbuh sesuai dengan target yaitu 5,03%.

Hal yang sama dirasakan oleh bank sumut yang optimis dapat memperoleh laba sesuai dengan target.

Direktur Utama Bank Sumut Edie Rizliyanto menyebut tahun ini target laba (sebelum pajak) Rp659 Miliar bisa terealisasi. Meskipun, lanjutnya, aka nada kemungkinan perolehan laba terganggu dengan adanya tren kenaikan suku bunga.

“Walau demikian kami sangat optimis. Target laba bank sumut adalah Rp659 Miliar atau hanya sedikit mengalami kenaikan yaitu 4,6%,” ujarnya.

Sementara itu hal yang berbeda terjadi pada Bank Banten dimana perbankan tersebut telaah menyatakan bahwa perolehan laba diperkirakan tidak sesuai dengan target. Meskipun tidak merinci secara detail, Menurut Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa, adanya beberapa rencana strategis bank banten merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tidak tercapainya target laba bank jatim.

“Selain itu tren kenaikan suku bunga tentunya menjadi faktor tergerusnya laba,” ujarnya.

Bagus mengatakan sampai dengan akhir April 2018, bank banten mengalami kerugian mencapai Rp40,63 Miliar. Jumlah itu, sebut Bagus, bisa dikatakan lebih baik dibanding pada periode sama tahun lalu yaitu Rp41.84 Miliar. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *