Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Kawasan Industri Batang Resmi Digarap! Ini Konsepnya

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Kawasan Industri Batang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kawasan Industri Batang di Jawa Tengah (Jateng), resmi digarap oleh PT PP (persero) Tbk. Penggarapan ini mulai dilakukan PTPP melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) PT Perkebunan Nusantara IX (persero) atau PTPN IX dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (persero) akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut hadir mengunjungi Kawasan Industri Batang didampingi sejumlah Menteri.

Mulai dari Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan sejumlah pejabat lainnya.

Total luas lahan Kawasan Industri Batang yang akan dikembangkan mencapai 4.300 hektare, sementara pengembangan untuk tahap pertama seluas 450 hektare.

Kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa ini akan mengusung konsep The Smart And Sustainable Industrial Estate. Konsep ini memiliki tiga basic principles, yaitu dan smart economy, smart society, smart environment and infrastructure, serta dua design intervention yakni smart experience dan smart planning.

Ragam Fasilitas di Kawasan Industri Batang

Menurut Direktur Utama PTPP Novel Arsyad, dengan dibukanya Kawasan Industri Batang maka akan memudahkan pergerakan logistik dengan waktu tempuh 50 menit dari kawasan industri menuju Pelabuhan Tanjung Mas.

Kawasan industri Batang juga berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 130.000 orang, itu pun baru di tahap pertama.

“Dengan terserapnya tenaga kerja di daerah tersebut, tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Kami selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk peningkatan ekonomi nasional,” ujar Novel, Senin (6/7/2020).

Ia menjelaskan Kawasan Industri Batang akan dibagi menjadi tiga zonasi, yaitu zona manufaktur dan logistic, zona industri ringan dan sedang, dan zona inovasi-ekonomi kreatif.

Kawasan Industri Batang juga akan dibangun berbagai fasilitas, seperti sarana peribadatan, dan rumah sakit, olahraga, command center, hingga pemadam kebakaran.

Soal lokasi, Kawasan Industri Batang juga memiliki beberapa keunggulan, antara lain terletak di sisi utara tol Trans Jawa sehingga dapat mempermudah akses ke kawasan industry.

Dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi dry port, berbatasan langsung dengan pantai utara Jawa, dan akan dibuat Transit Oriented Development oleh Pemkab Batang.

Selain itu, Kawasan Industri Batang memiliki lokasi yang strategis yang dapat ditempuh dengan waktu 1 jam dari Semarang, 4 jam dari Jakarta, berjarak 50 km dari Bandara Ahmad Yani, dan 65 km dari Pelabuhan Tanjung Mas.

Novel mengatakan, konsep bisnisnya yang lebih ditata baru kemudian konsep desainnya untuk menarik minat investor masuk.

“Konsep yang kami buat harus ada perbedaan dengan area industri yang lain, karena area industri kan cukup banyak. Kami juga harus menarik investor asing supaya mereka tidak pindah ke negara lain, karena Indonesia punya kelebihan,” pungkasnya. []

Konstruksi & Properti

Bisnis PTPP Yang Baru, Mulai Pelabuhan Hingga Pembangkit

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Bisnis PTPP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis PTPP akan dikembangkan ke berbagai sektor usaha baru di luar proyek perumahan dan konstruksi yang sudah lama menjadi bisnis utama perseroan.

PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. berencana merambah ke bisnis baru, mulai dari proyek pelabuhan, pembangkit tenaga listrik hingga industri pertambangan terpadu.

Hal ini pun dibenarkan Vice President (VP) Strategic Research And Teknologi, PTPP (Persero), Budi Suanda.

Menurutnya, ada ada lima segmen yang berpotensi menjadi bisnis PTPP yaitu pelabuhan, tambang logam terpadu, industri, dan pembangkit listrik.

Dari berbagai sektor ini, sektor pembangunan pelabuhan laut dan pembangkit listrik diharapkan bisa memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan perseroan.

“Kita sudah ada upaya untuk menjaga supply-demand di industri konstruksi, kami berharap PTPP bisa menjadi juara untuk proyek pelabuhan dan pembangkit listrik,” kata Budi, belum lama ini.

Selain lima segmen tersebut, perusahaan BUMN ini juga berencana menggarap proyek pembangunan rel kereta api dan bendungan.

Budi menyebutkan, saat ini pihaknya sedang menggarap 105 proyek, dan 20 persen di antaranya terdampak pandemi covid-19, bahkan 7 persen proyek harus dihentikan sementara.

Dalam melakukan ekspansi bisnis PTPP yang baru, belum lama ini PTPP sudah bekerjasama dengan Wartsila memasok pembangkit listrik berkapasitas 128 MW untuk PT Freeport Indonesia.

PTPP juga ikut mengerjakan pembangunan Pelabuhan Patimban di Jawa Barat yang ditarget rampung pada akhir tahun 2020.

Dari anak usaha PTPP yaitu PP Presisi Tbk. akan memulai lini bisnis baru di sektor pertambangan.

Direktur Keuangan PP Presisi, Benny Pidakso mengatakan, rencana masuk ke sektor pertambangan terintegrasi masih dibahas dan studi kelayakan.

“Harapan kami dengan mengelola sektor pertambangan akan menjadi sumber income yang baru dan bisa berkontribusi bagi perusahaan,” ujarnya.

Adapun, rencana PP Presisi masuk ke sektor pertambangan terintegrasi sudah mendapat restu dari pemegang saham lewat RUPSLB yang digelar belum lama ini.

Kendati terobosan baru terus dilakukan, pandemi covid-19 mengakibatkan kinerja perusahaan mengalami pelemahan pada tahun ini. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kebutuhan Besi Beton Waskita Karya Akan Meningkat Tahun Depan

Alfian Setya Saputra

Published

on

Kebutuhan besi beton

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kebutuhan besi beton sebagai material infrastruktur yang digarap PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan meningkat drastis di tahun depan.

Hal ini lantaran pembangunan proyek yang dikerjakan oleh perusahaan pelat merah ini masih banyak yang belum rampung

Direktur Operasi III Waskita Karya Gunadi mengatakan, pihaknya memperkirakan kebutuhan material konstruksi seperti besi beton dan baja akan meningkat drastis.

“Proyek Waskita Karya yang masih dalam tahap pengerjaan masih sangat banyak. Pengerjaan proyek infrastruktur juga kami yakin akan lebih menggeliat di tahun depan sehingga kebutuhan besi beton juga akan meningkat,” kata Gunadi dalam acara Outlook Kebutuhan Baja di Indonesia, Kamis (22/10/2020).

Gunadi menjelaskan, di tahun 2021, nilai kontrak proyek infrastruktur yang akan digarap mencapai Rp65 triliun.

Nilai itu kemungkinan masih akan bertambah dengan masuknya kontrak baru dari tiap kuartal di tahun tersebut.

Adapun proyek yang masih digarap oleh emiten berkode WSKT ini berjumlah 93 proyek yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Proyek infrastruktur masih yang paling banyak kami garap, totalnya 46 proyek,” ungkapnya.

Menurutnya, BUMN sektor konstruksi ini kini lebih banyak mengerjakan proyek inisiasi dari perusahaan sebesar 70 persen, terutama dalam pembangunan jalan tol.

Sementara 30 persen lainnya merupakan proyek tender dari Kementerian BUMN, Kementerian PUPR maupun perusahaan swasta.

Gunadi menjelaskan, pandemi covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 mengakibatkan kebutuhan besi beton yang digunakan oleh perseroan mengalami penurunan signifikan, yakni sekitar 40 persen dari kebutuhan awal.

Hal ini terjadi lantaran aktivitas pekerjaan di lapangan yang semakin dibatasi untuk penyesuaian anggaran, jadi bukan karena proyek yang berkurang.

“Sisa kebutuhan besi beton di Waskita Karya menjelang akhir tahun ini menjadi 40,01 ribu ton, dan kebutuhan baja 38,65 ribu ton. Setelah memperhitungkan dampak pandemi, kami berencana menggunakan sebanyak 143,84 ribu ton besi beton dan 170,62 ribu ton baja,” ungkapnya.

Sementara di tahun 2020, kebutuhan besi beton Waskita sebanyak 300 ribu ton dan baja 150 ribu ton yang digunakan untuk penggarapan seluruh proyek.

“Artinya, kebutuhan besi beton akan naik lebih dari dua kali lipat atau 108 persen,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kontrak Baru Waskita Karya Rp3,2 Triliun Jelang Akhir Tahun

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Kontrak baru Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak baru Waskita Karya di bulan September 2020 ini tercatat mencapai Rp3,2 triliun yang didapat dari proyek infrastruktur jalan tol hingga pengairan.

Kontrak baru Waskita Karya jelang akhir tahun ini telah ditandatangani dan sebagian besar berasal dari proyek milik pemerintah.

Direktur Operasional II PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Bambang Rianto menjelaskan, pihaknya juga akan menggarapa proyek jembatan dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

“Totalnya senilai Rp3,2 triliun kontrak baru di bulan September, dimana kami kembali dipercaya untuk membangun beberapa proyek infrastruktur,” kata Bambang dalam keterangannya, Kamis (15/10/2020).

Adapun proyek yang digarap emiten berkode WSKT ini di antaranya pembangunan Bendungan Leuwikeris Paket 5, Bendungan Jragung paket I dan, saluran Irigasi Tapin Kalsel.

Selain tiga proyek ini, ada beberapa proyek lain yang tendernya sudah dimenangkan oleh Waskita Karya, seperti pembangunan jalan Sofi-Wayabula di Maluku Utara, Jalan SP Blusuh di Kalteng, dan Jalan Cerme menuju Gresik.

BUMN konstruksi ini juga memperoleh tambahan kontrak baru dari proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Kayu Agung menuju Palembang hingga Betung, disusul proyek Tol Jakarta-Cikampek Selatan Paket 3.

Dengan tambahan kontrak baru Waskita Karya ini, perseroan mencatat total perolehan kontrak selama tahun ini mencapai Rp12,2 triliun.

Dimana sebelumnya WSKT juga sudah mendapat proyek lainnya, seperti pembangunan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, Jalan Tol Ciawi –Sukabumi, Jaringan Irigasi Rentang, dan penguatan garis pantai di DKI Jakarta.

Bambang menegaskan, pihaknya fokus pada proyek infrastruktur khususnya yang berasal dari pasar eksternal dan terus meningkatkan diversifikasi ke beberapa jenis proyek baru seperti pipanisasi maupun pengembangan kawasan,” ujarnya.

Tol Kayu Agung-Betung Ditarget 2023

Salah satu proyek yang menjadi garapan Waskita Karya adalah JTTS ruas Kayu Agung-Palembang-Betung yang saat ini pembangunannya sudah dimulai dari Desa Mainan, Sembawa, Banyuasin.

Proyek jalan tol sepanjang 111,69 Km ini digarap anak usaha PT Waskita Sriwijaya Tol dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2023 mendatang.

Bambang Rianto menyebutkan dengan adanya pembangunan proyek ini dapat mengurangi kemacetan lalu lintas pada jalur lintas timur arah Palembang Sumsel menuju Provinsi Jambi.

“Jalan tol ini akan mempercepat waktu tempuh yang biasanya bisa sampai 3 jam, nantinya hanya sekitar 20 menit. Kita berharap keberadaan tol ini juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi setempat,” harapnya. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!