Connect with us
PERTAMINA

Asuransi

Kata Dirut BRI yang diminta Selamatkan Asuransi Jiwasraya

MediaBUMN

Published

on

Asuransi Jiwasraya

Asuransi Jiwasraya terus mengalami tekanan paska persoalan gagal bayar. Pemerintah pun menginstruksikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk / BRI untuk menyelamatkan Asuransi Jiwasraya yang mengalami gagal bayar pemegang polis bancassurance.

Seperti diketahui jika persoalan ini masih terus berlanjut dimana para pemegang polis yang tergabung dalam forum menuntut Asuransi Jiwasraya untuk segera menyelesaikan pembayaran seluruh kewajiban polis.

Baca Juga: 2019 Merpati Nusantara Airlines Kembali Mengudara

Terkait kabar penugasan tersebut, Direktur Utama BRI, Suprajarto mengaku belum mengetahui persoalan permintaan pemerintah kepada perusahaan.

“Kami belum mengetahui hal itu,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan jika dirinya enggan berkomentar lebih jauh terkait hal ini, khususnya keterkaitan antara penjualan saham minoritas di BRI Life dengan dengan rencana kementerian untuk membantu Jiwasraya melalui BRI. []

Asuransi

Kinerja Asabri Dibenahi, AD ART Perusahaan Dirombak

CHRIESTIAN

Published

on

Kinerja Asabri

MEDIABUMN.COM, Jakarta — Kinerja Asabri / PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persro) sedang diupayakan untuk dibenahi.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan merombak Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) perusahaan.

Diketahui perusahaan milik negara ini tengah tersandung kasus pidana dan kondisi keuangannya sempat merosot.

Komisaris Utama Asabri Fary Djemi Francis mengatakan, perbaikan kinerja Asabri baik di bidang keuangan dan investasi menjadi agenda utama yang telah dijalankan sejak tahun 2020.

Hal ini dilakukan secara serius oleh jajaran Direksi dan Komisaris perusahaan yang telah ditunjuk Kementerian BUMN.

Menurutnya, pembenahan tata kelola perusahaan salah satunya dengan mengubah bentuk AD ART di PT Asabri untuk terus menjalankan bisnis di sektor pengelolaan dana prajurit TNI.

“Perubahan AD ART Asabri akan ditetapkan dalam waktu dekat sebagai salah satu langkah pembenahan korporasi. Beberapa poin penting yang diubah berkaitan dengan mekanisme pengelolaan investasi dan manajemen risiko,” ujar Fary.

Fary menyebut, masih banyak tantangan yang akan dihadapi dalam melakukan pembenahan kinerja Asabri di berbagai sektor.

Namun hal ini harus dilaksanakan, karena perusahaan harus memulihkan kembali kepercayaan publik terhadap Asabri, terlebih saat ini kasus dugaan korupsi di perusahaan itu masih ditindaklanjuti.

Dewan Komisaris PT Asabri pun telah menyetujui agenda pembenahan perusahaan dalam enam prioritas pengawasan.

“Pengawasan perlu ditingkatkan, karena sebelumnya perusahaan pelat merah ini terganjal persoalan investasi saham dan reksadana. Dengan begitu, kami dapat memastikan perusahaan dapat memenuhi seluruh kewajiban kepada peserta,” ujarnya.

Menurut Fary, pembayaran manfaat kepada para prajurit dan pegawai Kementerian Pertahanan hingga saat ini masih berjalan baik.

Tapi jika kondisi keuangan dan kinerja Asabri tidak segera dipulihkan, ada risiko pemenuhan liabilitas jangka panjang yang menjadi tantangan.

Maka beberapa langkah penguatan kualitas arus kas yang akan dilakukan di antaranya menempatkan investasi di instrumen dengan profil risiko rendah dan melakukan efisiensi biaya operasional.

Pihak manajemen juga akan memastikan pemulihan aset diterapkan sesuai target dengan optimalisasi bisnis agar efisiensi operasional bisa berjalan.

Berbagai aspek pengawasan lainnya yang tidak kalah penting adalah peningkatan mutu layanan, pemanfaatan teknologi, pemberdayaan Satuan Audit Internal hingga penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

“Untuk menyehatkan kondisi keuangan, kami mendukung Direksi agar tingkat bunga aktuaria menjadi 9,7 persen, seperti yang diterapkan di Taspen. Kami juga mengawasi dan mendukung direksi untuk mendapatkan unfunded past service liability (UPSL) dari pemerintah serta mendorong tindak lanjut hasil temuan auditor internal dan eksternal,” tandasnya. []

Continue Reading

Asuransi

Restrukturisasi Polis Jiwasraya ditargetkan Rampung Mei 2021

CHRIESTIAN

Published

on

Restrukturisasi Polis Jiwasraya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Restrukturisasi Polis Jiwasraya / PT Asuransi Jiwasraya prosesnya hingga kini masih terus berjalan.

Dengan berjalannya waktu, jumlah pemegang polis dari seluruh segmen baik itu bancassurance, ritel maupun korporasi yang setuju untuk dilakukan restrukturisasi terus bertambah.

Tercatat, sampai dengan Jumat kemarin (12/03), dari segmen polis bancassurance telah mencapai 75,51 persen dari total polis dari segmen ini yang menyetujui untuk restrukturisasi.

Kemudian diikuti sebanyak 63,90 persen dari segmen polis korporasi dan 33,35 persen polis segmen ritel dari total keseluruhan masing-masing segmen.

Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya R. Mahelan Prabantarikso memaparkan bahwa pihaknya menargetkan restrukturisasi polis Jiwasraya ini akan segera rampung setidaknya pada 31 Mei 2021 mendatang.

“Kami berharap jika seluruh pemegang polis akan melakukan restrukturisasi seperti yang telah diinfokan dalam program restrukturisasi polis Jiwasraya pada 11 Desember 2020 lalu,” jelas Mahelan (14/03)

Setelah restrukturisasi polis Jiwasraya ini selesai, kemudian langkah selanjutnya adalah proses transfer polis tersebut ke anak usaha Indonesia Financial Group (IFG) yaitu IFG Life yang ditargetkan akan terealisasi pada bulan Juni 2021.

Secara prinsip, transfer polis akan dilakukan bersamaan dengan penyuntikan modal atau PMN,” tambah Mahelan.

Seperti diketahui bahwa dalam perjalanannya proses restrukturisasi polis Jiwasraya ini tidak melulu berjalan dengan mulus.

Menurut Mahelan, sudah berkali-kali Jiwasraya menghadapi gugatan hukum dari pemegang polis.

“Gugatannya macam-macam, intinya mulai dari perubahan melawan hukum, PKPU atau penundaan kewajiban pembayaran utang sampai dengan wanprestasi,” tutup Mahelan. []

Continue Reading

Asuransi

Jasa Raharja Respon Cepat Jamin Santunan Korban Kecelakaan Bus Di Sumedang

MediaBUMN

Published

on

Kecelakaan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kecelakaan lalu lintas Kembali terjadi, dimana Bus Sri Padma Kencana yang mengangkut penumpang rombongan ziarah dari Subang masuk ke dalam jurang. Kecelakaan terjadi pada hari Rabu tanggal 10 Maret 2021 sekitar pukul 18.50 WIB di Wado, Kab. Sumedang – Jawa Barat.

Budi Rahardjo S, Direktur Utama PT Jasa Raharja Member of Indonesia Financial Group (IFG) menyampaikan bela sungkawa dan turut prihatin atas kejadian musibah kecelakaan tersebut.

Kecelakaan

Lebih lanjut Budi menambahkan bahwa para penumpang bus dalam jaminan Jasa Raharja dan pada kesempatan pertama hal-hal yang dilakukan adalah:

1. Petugas Jasa Raharja pada kesempatan pertama sudah berada di TKP Bersama Jajaran Polres Sumedang.

2. Petugas Jasa Raharja langsung melakukan pendataan korban meninggal dunia dan memberikan Surat Jaminan kepada pihak Puskesmas dan atau Rumah Sakit yang melakukan perawatan terhadap korban yang mengalami luka-luka.

3. Melakukan pendataan Ahli Waris korban melalui NIK dari KTP Korban.

Jasa Raharja akan segera menyelesaikan penyerahan santunan pada kesempatan pertama kepada para pihak ahli waris korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kecelakaan

Setiap korban berhak memperoleh santunan sebagai bentuk Perlindungan Dasar Pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 15 tahun 2017. Adapun korban meninggal dunia, masing-masing ahli warisnya berhak menerima santunan sebesar Rp.50 juta. Sementara bagi korban luka-luka, berhak atas penggantian biaya perawatan maksimum Rp.20 juta.

PT Jasa Raharja sebagai Member of Indonesia Financial Group (IFG) senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud Negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!