Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Kapitalisasi Pasar Bank BRI Mencapai Rp551 Triliun

MediaBUMN

Published

on

Kapitalisasi pasar

Kapitalisasi pasar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengalami peningkatan yang cukup siginifikan. Tercatat kapitaliasi perseroan mencapai Rp551,36 triliun sehingga menempatkan bank milik pemerintah ini terbesar di tanak air.

Tidak hanya itu, catatan yang sejalan dengan aksi beli investor asing (net buy) dengan nilai Rp89,71 miliar di pasar reguler menjadikan BRI menjadi kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Asia Tenggara. Sementara di pasar negoisasi dan tunai tercatak aksi jual beli investor sebesar Rp14,8 triliun.

Dengan posisi di atas, kinerja saham PT Bank Rakyat Indinesia Tbk (BBRI) terus mencetak rekor. Pada penutupan perdagangan di bursa saham hari Rabu lalu, harga saham BRI naik hingga mencapai 60 poin. Ini artinya kenaikan mencapai 1,36 persen dari harga awal Rp4.470 per saham. Sebelumnya, BRI juga pernah mencapai perolehan tertinggi di bursa saham all time high dengan rekor tertinggi pada bulan April 2019 sbeebsr Rp4.460 per lembar saham.

Kapitalisasi Pasar Tinggi

Menurut Corporate Secretary Bank BRI Bambang Tribatoro, kinerja bank BRI yang cukup baguslah penyebab kapitalisasi pasar menjadi itnggi. Para investor terus memburu saham Bank BRI karena bberapa sentimen positif yang sudah diciptakan bank beberapa tahun belakangan.

Di antara sentimen positif yang mempengaruhi kapitalisasi pasar menjadi tinggi dan saham BRI terus diburu adalah potensi pertumbuhan bisnis BRI. Pertumbuhan bisnis yang didukung oleh segmen mikro dan pengembangan inovasi digital yang dilakukan cukup besar. Sementara itu, dampak relaksasi Giro Wajib Minimum (GWM) yang dikeluarkan Bank Indonesia ikut menabah likuidatas perusahaan.

Langkah Bank BRI sebelumnya telah melakukan initial public offering. Strategi yang diikuti penjualan saham dengan Rp875 per lembar di tahun 2003. Kemudian pada tahun 2011 Bank PRI melakukan stock split dnegan raio 1:2 dan tahun 2017 dengan rasio 1:5.

Selain kapitalisasi pasar yang meningkat mencapai angka spektakuler, kinerja positif yang berkenjutan dari Bank BRI di kuartal I tahun 2019 mencatatkan laba sebesar Rp8,2 triliun. Laba tersebut tumbuh 10,42 persen yoy. Sedangkan aset BRI mencapai Rp1.279,86 triliun.

Dana pihak ketiga yang diperoleh bank ikut meningkat pula di kuartal I tahun 2019. BRI mencatat DPK naik atau tumbuh 13,18 persen yoy mencapai Rp936,03 triliun. Sebelumnya, di kuartal I tahun 2018, DPK hanya Rp827,06 triliun.

Penyaluran kredit yang meningkat menambah daftar panjang perstasi BRI. Penyaluran ini mencapai Rp855,46 triliun atau mengalami pertumbuhan 12,0 persen yoy dan NPL gross sebesar 2,41 persen. []

Perbankan

bank bjb 23 FOODAY Surprizes Tawarkan Promo Belanja di 23 Paskal Shopping Center Bandung

MediaBUMN

Published

on

FOODAY Surprizes

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bagi para konsumen 23 Paskal Shopping Center Kota Bandung, bank bjb menggelar promo food bazaar “23 FOODAY Surprizes”. Promo transaksi kuliner dengan bonus voucher belanja tersebut berlangsung pada 5 hingga 11 April 2021, setiap pukul 11.00-20.00 WIB di Atrium 23 Paskal Shopping Center.

Promo tersebut berlaku untuk pembelian berbagai merchant kuliner di lingkungan mal. Dengan melakukan transaksi di merchant kuliner sebesar Rp100.000, pengunjung berkesempatan untuk mendapatkan potongan harga hingga memperoleh voucher belanja senilai Rp50.000 (tidak berlaku kelipatan).

Syaratnya, pengunjung harus melakukan transaksi lewat layanan digital banking bank bjb, yakni bjb DIGI atau bjb DIGICash. Selain mendapat voucher belanja, pengunjung juga dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti raflle atau undian bank bjb.

Hadiahnya adalah transaksi jam tangan lokal Matoa dengan harga spesial, yakni Rp3.373.

Khusus untuk kesempatan mengikuti raffle, pengunjung tidak harus melakukan transaksi dengan jumlah tertentu. Seluruh pengunjung yang melakukan transaksi di merchant kuliner pilihan dengan bjb DIGI atau bjb DIGICash berhak mengikuti raffle bank bjb dengan hadiah jam tangan Matoa harga miring. []

Continue Reading

Jasa Keuangan

Holding Ultra Mikro Dibentuk, Tuai Pro dan Kontra di DPR RI

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Holding Ultra

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding Ultra Mikro yang akan dibentuk oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuai pro dan kontra di kalangan DPR RI.

Sebagai anggota dewan menyatakan setuju, namun ada juga yang menolak karena menilai Holding Ultra Mikro akan merusak bisnis BUMN yang sudah berjalan.

Mukhamad Misbakhun, Anggota Komisi XI DPR RI menilai pembentukan holding BUMN ultra mikro sudah mendapat persetujuan dan dukungan dari berbagai pihak karena dinilai akan membawa banyak manfaat untuk masyarakat.

Maka ia menyarankan pembentukan Holding Ultra Mikro perlu dilakukan percepatan guna membantu pemulihan sektor UMKM.

“Jadi holding BUMN ini kami yakin tidak akan memutus bisnis para anggota Holding. Seperti BRI, Pegadaian maupun PNM. Karena mereka akan berada dalam satu payung yang terintegrasi,” ujarnya, Kamis (8/4/2021)

Anggota Dewan dari Fraksi Partai Golkar mengatakan, pembentukan Holding ini juga sudah didukung oleh Komite Privatisasi.

Sehingga kehadiran holding BUMN ultra mikro dipastikan berdampak positif dalam menghimpun dana murah masyarakat untuk diputar menjadi modal pembiayaan pelaku UMKM.

Selain itu, holding ini juga akan mempercepat proses digitalisasi layanan keuangan untuk menjangkau UMKM dan usaha mikro di berbagai daerah.

“Jadi selain mendapatkan dana murah bagi UMKM, akan tercipta pembiayaan yang lebih kompetitif karena sudah didukung keunggulan teknologi keuangan yang yang ada di BRI. Ini kan bisa dimanfaatkan secara terintegrasi dan menciptakan basis informasi dalam melihat perkembangan UMKM,” ungkapnya.

Namun hal berbeda disampaikan oleh Anis Byarwati, Anggota Komisi XI DPR RI yang justru menilai holding Ultra Mikro bukan langkah yang tepat untuk dijalankan oleh Kementerian BUMN.

Menurutnya, pembentukan holding BUMM tidak tepat karena justru akan berdampak negatif bagi kepentingan negara dan bisa dinilai akan mengesampingkan kewenangan rakyat.

Dijelaskannya, holding ultra mikro akan membuat ketimpangan di antara ketiga BUMN, karena yang jadi pemimpin adalah BRI.

“Berarti yang naik kan hanya BRI saja, karena yang lain jadi anggota. Jadi ketidakadaan kepemilikan justru dapat mengakibatkan aset negara dan kepentingan rakyat terganggu. Ini kan sudah diatur dalam Undang Udang Dasar,” kata Anis dalam diskusi virtual, Kamis (8/4/2021).

Menurutnya, jika dilihat berdasarkan latar belakang pembentukan holding tersebut karena pemerintah ingin agar pelaku usaha kecil bisa naik kelas.

Namun ia menilai, alasan ini membuat seolah yang bermasalah hanyalah soal permodalan untuk UMKM.

“Padahal untuk meningkatkan kemampuan UMKM itu ada banyak hal yang harus dibenahi. Bukan hanya masalah keuangan atau permodalan saja. Yang paling penting itu, peningkatan kualitas SDM-nya juga harus dibantun dan akses pemasarannya, termasuk penggunaan teknologinya,” kata dia. []

Continue Reading

Perbankan

bank bjb Selenggarakan RUPST Tahun Buku 2020

MediaBUMN

Published

on

RUPST

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (6/4/2021). RUPST tersebut memberikan persetujuan atas Laporan Tahunan Direksi termasuk pengesahan Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2020.

Dengan agenda tersebut, RUPST juga sekaligus memberikan pelepasan atau pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilaksanakan sepanjang Tahun Buku 2020.

Kegiatan RUPST ini dihadiri oleh 33 Kepala Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Banten atau kuasanya serta para pemegang saham publik. Dilakukan pula persetujuan atas penetapan penggunaan sebagian laba bersih Perseroan untuk pembayaran dividen, yakni sebesar Rp 941,97 miliar atau sebesar Rp 95,74 per lembar saham. Angka tersebut setara dengan 56% dari laba bersih yang berhasil dibukukan oleh bank bjb di Tahun Buku 2020, yaitu sebesar Rp 1,7 triliun.

Selain itu, dilakukan pula penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perseroan, persetujuan atas pembaharuan Rencana Aksi Perseroan, persetujuan atas rencana penambahan modal Perseroan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan penyesuaian Remunerasi Pengurus Perseroan.

RUPST juga telah memberikan kuasa dan kewenangan kepada bank bjb dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan dan praktik tata kelola yang baik untuk mengatur tata cara pembayaran dividen tahun 2020.

Sesuai dengan keputusan RUPST, terdapat perubahan pada susunan Dewan Komisaris dan Direksi bank bjb, sehingga setelah ditutupnya RUPST ini maka susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi bank bjb adalah sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama Independen : Farid Rahman
Komisaris : Muhadi
Komisaris : Dedi Taufik*
Komisaris Independen : Fahlino F. Sjuib
Komisaris Inependen : Tubagus Raditya Indrajaya*

DIREKSI
Direktur Utama : Yuddy Renaldi
Direktur Konsumer dan Ritel : Suartini
Direktur Komersial dan UMKM : Nancy Adistyasari
Direktur Operasional : Tedi Setiawan
Direktur Keuangan : Nia Kania
Direktur Kepatuhan : Cecep Trisna*
Direktur Information Technology, Treasury & International Banking : Rio Lanasier

*terhitung sejak ditutupnya rapat ini dan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Meski di tengah gejolak pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi global, bank bjb tetap mampu bertumbuh dengan sangat baik dimana industri perbankan nasional mengalami penurunan sebesar -33,08%. Sepanjang 2020, bank bjb berhasil mencatatkan perolehan laba dan kinerja yang positif, ditunjukan lewat perolehan laba bersih yang naik sebesar Rp 126 miliar atau tumbuh sebesar 8,0% year on year (y-o-y), atas pencapaian ini pertumbuhan bank bjb mampu tumbuh di atas rata-rata industri perbankan nasional maupun pertumbuhan di kelompok Bank Pembangunan Daerah yang pertumbuhannya sebesar 5,64%.

Kinerja yang positif tersebut juga menghantarkan bank bjb untuk meraih berbagai penghargaan dari sejumlah lembaga. Sepanjang 2020, tercatat sebanyak 60 penghargaan berhasil disabet bank bjb. Ini merupakan bentuk apresiasi nyata dari kerja keras seluruh insan bank bjb dalam berkontribusi menjadi penggerak dan pendorong laju perekonomian daerah. Prestasi yang telah diraih diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi bank bjb untuk menghadirkan layanan terbaik untuk masyarakat Indonesia. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!