Kantong BUMN Kering Karena Proyek Infrastruktur?

by

Masifnya pembangunan proyek infrastruktur yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disinyalir mengalami gangguan pada sisi keuangan pada perusahaan plat merah tersebut.

Hal tersebut diakui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kementerian Keuangan Jkaarta belum lama ini. Menurutnya kondisi cashflow perusahaan BUMN banyak terjadi pada BUMN karya atau perusahaan yang melaksanakan penugasan dari pemerintah untuk melaksanakan proyek infrastruktur.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa hal ini terjadi karena BUMN harus menalangi pekerjaan di awal proyek seperti pembelian tanah. Maka hal tersebut membuat kantong perusahaan mengalami gangguan.

“Kami akan pantau terus BUMN yang aktif dalam infrastruktur khususnya pada kebutuhan cashflownya,” ujar wanita yang pernah menyabet menteri terbaik di dunia tersebut.

Wanita yang akrab disapa Ani tersebut nantinya akan akan melakukan kordinasi dengan Menteri BUMN Rini SOemarno sehingga biaya penggantian dari pemerintah pun akan diterima tepat waktu.

“Dengan demikian tekanan terhadap cashflow akan berkurang,” ujarnya.

Sementara itu ia juga mendorong agar BUMN bias melakukan pembiayaan dengan ekuitas. Sehingga dengan demikian dapat menekan beban utang perusahaan.

“Tentunya kami terus menekankan agar BUMN bias lebih efisien dalam kegiatan operasional. Khususnya bagi BUMN yang berperan menjalankan penugasan yang bersubsidi,” tutupnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *