Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Kandidat Kuat Calon Direktur Utama PLN

MediaBUMN

Published

on

kandidat

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kandidat kuat nama-nama calon Direktur Utama PT PLN (Persero) kembali beredar. Ada nama lain selain nama Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun pada akhirnya buka suara terkait yang akan mengisi pimpinan perusahaan listrik negara tersebut.

Diakui Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga, pihaknya mengajukan tiga nama ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga merupakan Ketua Tim Penilai Akhir (TPA).

Salah satu nama kandidat Direktur Utama PLN adalah nama yang telah beredar di masyarakat beberapa hari terakhir ini, yakni Rudiantara.

Namun Arya belum bisa memastikan apakah yang akan diputuskan sebagai Direktur Utama PLN adalah Pak Rudiantara atau bukan.

“Nama Pak Rudi masuk sebagai usulan dari Kementerian BUMN. Namun kalau benar tidaknya dia yang akan menjabat sebagai Direktur Utama PLN, kami belum tahu,” terang Arya di Kementerian BUMN, Selasa (26/11).

Menurutnya, Rudiantara diusulkan pihaknya sebagai salah satu kandidat pengisi pos jabatan di PLN karena pengalamannya di korporasi.

Selain itu, Rudiantara juga dinilai pihaknya memiliki pengalaman di bidang pemerintahan. Terlebih yang pernah di emban Mengkominfo Kabinet Kerja itu sebelumnya juga berkaitan dengan pelayanan publik.

“Jadi pertimbangan kenapa Pak Rudi, karena Pak Rudi punya pengalaman bisnis. Jadi kita usulan sebagai kandidat di PLN,” kata Arya.

“Pak Rudi juga sosok yang profesional dan bukan pemain baru, karena Pak Rudi sudah pernah menjadi menteri dan jabatannya juga sama seperti PLN berkaitan dengan kebijakan layanan publik,” tambahnya.

Maka dari itu, harapan dari BUMN kepada Rudiantara sehingga diusulkan adalah karena rekam jejaknya yang paham akan kebijakan publik.

Namun Rudiantara bukanlah satu nama yang diusulkan BUMN ke TPA yang notabene juga merupakan Presiden Indonesia.

Karena selain Rudiantara ada dua calon lainnya. Namun Arya masih enggan menyebutkan secara pasti nama tersebut.

Namun beredar kabar salah satu nama kandidat lainnya adalah Sinthya Roesly. Sinthya –sapaan akrabnya merupakan Ketua Dewan Direktur yang juga merangkap sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Jejak karir Sinthya juga tak bisa diragukan untuk bisa mengisi pos Bos PLN. Diketahui Sinthya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) (Persero) periode 2009 – 2017.

Tak hanya itu saja, bahkan Sinthya juga pernah berkarir di PLN cukup lama dari tahun 1993 sebelum akhirnya pindah ke PII pada tahun 2009.

Menanggapi hal tersebut Arya menjawab normatif. Menurutnya nama Sinthya Roesly bisa iya dan bisa tidak.

“Intinya kita sudah usulkan nama kandidat yang baik untuk memimpin PLN. Ini juga sebagai bentuk agar Pak Jokowi nyaman dan enak dalam memilih nama-nama kandidat yang diusulkan tersebut. Jadi siapapun yang akan dipilih pasti akan tetap yang terbaik,” tandasnya. []

Energi & Tambang

Transformasi Digital BUMN, PLN dan Pertamina Gandeng Microsoft

EKO PRASETYO

Published

on

Transformasi digital BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Transformasi digital BUMN terus didorong dalam rangka kesiapan perusahaan pelat merah menghadapi tantangan digital yang bergerak semakin dinamis.

Dua perusahaan BUMN bidang energi, PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dengan perusahaan teknologi Microsoft. Kerja sama ini dibangun untuk mendorong transformasi digital BUMN.

Kerjasama ini mencakup empat tujuan, yakni peningkatan kesinambungan bisnis BUMN, kemampuan digitalisasi BUMN, BUMN sebagai innovation hub, dan BUMN sebagai tempat pemasaran global.

Penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Menurut Erick, di era teknologi saat ini cara-cara tradisional harus ditinggalkan. Erick pun mendukung kerja sama ini karena sejalan dengan salah satu prioritas kementerian BUMN yakni menjadikan perusahaan pelat merah unggul dalam pemanfatan teknologi.

“Saat ini ada 800 perusahaan BUMN, termasuk anak perusahaan. Jika banyak dari korporasi ini tetap menggunakan cara tradisional dalam pengelolaan perusahaan, maka BUMN dapat terdisrupsi,” jelas Erick di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, (08/04).

Erick berharap kemitraan dengan Microsoft dapat membantu BUMN dalam mengembangkan dan mengoptimalkan teknologi terkini serta tentunya mendorong transformasi digital BUMN. Seperti Artificial Intelligence, Internet of Things dan High Performance Computing. Juga sebagai langkah awal BUMN dalam transparansi data dengan menggunakan teknologi strategis dan efisiensi untuk menciptakan nilai lebih.

Dalam MoU ini, Microsoft akan membantu PLN untuk lebih efektif dan efisien dalam mengurangi biaya. Yaitu dengan mengembangkan Smart Metering; Smart Grid Management; Smart Supply Chain; Big data Analytic dan Executive Dashboard.

Sedangkan dengan Pertamina, Microsoft akan membantu efisiensi biaya pengadaan dan procurement untuk mencari sumur-sumur strategis. Microsoft juga membantu Pertamina mengembangkan program filantrofi, seperti proyek Al for Earth yang fokus pada keberlanjutan dan dampak perubahan iklim.

Selain itu, Microsoft juga akan memberikan program pembelajaran kepada PLN dan Pertamina mengenai teknologi digital dan eksplorasi implementasi guna pengembangan sumber daya manusia.

“Saya berharap kerja sama ini bisa mednorong transformasi digital BUMN serta membantu BUMN untuk mengembangkan modernisasi infrastrukturnya, seperti pembangunan pusat data via cloud, arsitektur ulang aplikasi, dan penilaian aset data,” kata Erick.

Kolaborasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional BUMN, menghasilkan pendapatan yang lebih besar, efisiensi biaya tinggi, meningkatkan integritas data dari hulu ke hilir, serta membawa konsolidasi data yang lebih baik. Hal ini akan membuat PLN dan Pertamina menjadi perusahaan yang lebih kompetitif dan lebih kuat.

Adapun, penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Dirut Pertamina, Nicke Widyawati, Dirut PLN Zulkifli Zaini, President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea, dan President Director PT Microsoft Indonesia Haris Izmee dan disaksikan oleh para pejabat Kementerian BUMN. []

Continue Reading

Energi & Tambang

PT Elnusa Petrofin Maksimalkan Perlindungan Diri Pekerja Lapangan

Alfian Setya Saputra

Published

on

PT Elnusa Petrofin

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Elnusa Petrofin (EPN) berkomitmen penuh memberikan perlindungan diri bagi pekerja lapangan dalam menghantarkan energi ke berbagai wilayah di tengah pandemic Covid-19. Terutama dalam mendukung Pertamina (persero) dalam menjamin pasokan energi sehingga tidak terjadi kelangkaan.

Distribusi energi yang dilakukan EPN yakni Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan Bahan Bakar Avtur bagi maskapai.

PT Elnusa Petrofin sangat memperhatikan imbauan yang dikeluarkan Pemerintah. Yakni penggunaan masker bukan hanya untuk orang sakit, namun juga bagi orang yang masih sehat terlebih kepada mereka yang beraktivitas di luar rumah termasuk para pekerja lapangan EPN.

Selain telah memberlakukan berbagai prosedur sebagai upaya mitigasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pekerja, Elnusa Petrofin semakin memperketat pencegahan Covid-19 dengan melengkapi beragam peralatan proteksi pekerja, agar aktifitas operasional dalam mendistribusikan energi tetap berjalan baik.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para pekerja kami yang masih menjalankan tugas di lapangan, mengingat kegiatan yang dijalankan sepenuhnya masih diluar rumah maka ratusan ribu alat alat perlindungan dan pencegahan COVID-19 kami distribusikan dari kantor Pusat (Jakarta) ke seluruh unit operasional Elnusa Petrofin di Seluruh Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Dept Head of HSSE And QM Elnusa Petrofin, Lisda Dwi Rahayu, Selasa (7/4/2020).

Peralatan proteksi terhadap Covid-19 yang didistribusikan tersebut berupa masker kain, sarung tangan, hand sanitizer, dan disinfektan untuk digunakan selama operasional berlangsung. Elnusa Petrofin menjalankan pendistribusian APD melalui pengiriman untuk secara bertahap sejak beberapa minggu terakhir.

Pembagian alat perlindungan bagi para pekerja dilakukan di 79 lokasi, di antaranya fuel Fleet Management di 49 lokasi Fuel Terminal Pertamina, 7 Lokasi Depot Pengisian Pesawat Udara Pertamina, 3 Depo TBBM, 1 Depot LPG, 2 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji dan 18 Unit VHS yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

Sementara, Nur Kholis selaku Direktur Ops And Marketing PT Elnusa Petrofin mengatakan keselamatan dan kesehatan seluruh pekerja di perusahaan merupakan prioritas utama.

“Karena merekalah yang menjadi garda terdepan dalam mendistribusikan dan menjaga pasokan energi. Hal ini sejalan dengan komitmen kami terhadap pemberi kerja yaitu Pertamina,” jelas dia.
Ia menjelaskan, jika SDM sehat dan unggul, otomatis output terhadap pemberi kerja akan maksimal. Maka seluruh upaya preventif dilakukan untuk terus mendukung Pertamina dalam menjaga ketahanan energi untuk Indonesia.

Untuk diketahui, PT Elnusa Petrofin (EPN) adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik dan distribusi BBM dan merupakan anak perusahaan dari PT. Elnusa Tbk. Sementara PT. Elnusa Tbk sendiri merupakan Anak Perusahaan PT. Pertamina (Persero). Elnusa Petrofin menjadi salah satu ujung tombak Pertamina untuk menyalurkan BBM Satu Harga ke seluruh penjuru Indonesia. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Harga Gas Industri Turun! PGN Tunggu Arahan Pemerintah

EKO PRASETYO

Published

on

harga

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Harga gas industri di proyeksikan akan mengalami penurunan. Namun PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait penurunan tersebut. Hal itu sudah dinyatakan Presiden RI Joko Widodo dengan implementasi Peraturan Presiden Nomer 40 Tahun 2016.

Rachmat Hutama selaku Sekretaris Perusahaan PGN mengatakan, pihaknya tetap mendukung upaya pemerintah menurunkan dalam mendorong perekonomian, salah satunya penurunan harga gas industri. Namun pihak PGN belum menerima regulasi pendukung untuk implementasi penurunan harga gas bumi tersebut.

“Pastinya kita mendukung upaya pemerintah untuk penguatan dan kontribusi sektor industri tertentu,” jelas Rachmat di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Rachmad menerangkan, sebagai perusahaan milik negara, PGN mengemban misi sebagai revenue generator sekaligus agent of development sesuai UU Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN. Saat ini, PGN juga sedang menyusun program relaksasi penyerapan gas oleh pelanggan agar dapat mendukung optimalisasi pemanfaatan gas oleh sektor industri, terlebih pada saat ini terjadi pandemi wabah Covid-19.

“PGN akan terus berinovasi dan melakukan terobosan untuk pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi. Sehingga energi gas bumi ini dapat digunakan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Rachmat.

Adapun dalam Perpres 40/2016, penerapan harga gas industri ditetapkan pada level USD 6 Per Million British Thermal Unit (MMBTU). Di dalam Perpres itu disebutkan ada tujuh sektor yang akan mendapatkan harga gas lebih murah atau khusus. Yaitu industri pupuk, keramik, kaca, baja, sarung tangan karet, petrokimia, dan oleochemical.

Namun untuk saat ini PGN hanya bisa menunggu penerbitan regulasi turunan dari Perpres 40/2016 itu. Sehingga nantinya dapat diterapkan sebagai upaya perluasan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi secara berkelanjutan.

Untuk diketahui, dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi pada Rabu (18/3/2020) lalu, ada tiga opsi untuk menurunkan harga gas industri pada kisaran USD6 per MMbtu. Yakni pengurangan pendapatan negara atas penjualan gas sebesar US$ 2,2 per MMBTU, kewajiban pasok domestik (DMO) gas, dan bebas impor gas untuk industri.

Sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Minal Arifin Tasrif mengatakan eleid tentang harga gas industri akan diteken oleh Kementerian ESDM pada pekan ini. Ia menegaskan, rencana untuk mengimplementasikan harga gas industri pada kisaran US$6 per MMbtu akan terus dilanjutkan pemerintah.

“Aturan tersebut akan terbit dalam beberapa hari ke depan. Beleid tersebut merupakan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang harga gas industri. Sebentar lagi, mudah-mudahan minggu ini, tunggu formalitas,” tandasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM