Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

Jurus Pos Indonesia Capai Triple Double Digit Growth di 2021

Published

on

Pos Indonesia

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang luar biasa terhadap perekonomian nasional, sehingga hal ini tentu berdampak negatif terhadap seluruh pelaku industri dan bisnis di tanah air, tidak terkecuali bisnis Pos Indonesia! Meskipun tahun ini perekonomian masih dibayang-bayangi dengan ketidakpastian, namun Pos Indonesia menatap optimis dengan strategi yang siap diimplementasikan membawa performa perseroan tumbuh lebih baik di 2021.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi mengaku jika pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi performa Pos Indonesia. Sepanjang kuartal IV tahun 2020, lanjut Faizal, kinerja Pos Indonesia mengalami perubahan yang signifikan di empat lini bisnisnya, baik di bisnis layanan pengiriman, layanan logistik, jasa keuangan, maupun properti.

Hal ini dibuktikan dengan performa bisnis layanan pengiriman antar pulau yang mengalami penurunan karena transportasi penerbangan terhenti di masa pandemi Covid-19, dan menyebabkan layanan terganggu dari sisi kecepatan waktu. Kendati demikian, layanan pengiriman jarak dekat meningkat cukup pesat, sehingga mampu meminimalisir stagnansi kinerja pendapatan di lini jasa pengiriman.

Pertumbuhan pengiriman di dalam pulau ini tak terlepas dari aktivitas perdagangan elektronik (e-commerce) yang menggeliat sepanjang masa pandemi Covid-19, baik melalui marketplace maupun media sosial. Dengan adanya fenomena tersebut, layanan pengiriman Pos Indonesia tumbuh tipis single digit sekitar 1,4%.

Lini bisnis Pos Indonesia yang paling terdampak dengan kondisi pandemi Covid-19 adalah layanan logistik, karena Perseroan masih bergantung pada kontrak logistik korporasi. Pandemi Covid-19 membuat kondisi keuangan korporasi menurun, sehingga berdampak pula menyusutkan nilai kontrak logistik Pos Indonesia. Beruntung, penurunan kinerja lini logistik tertahan oleh pengiriman logistik bahan pokok selama pandemi Covid-19 dan pengiriman logistik saat momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akhir tahun lalu.

Kinerja bisnis properti juga menurun seiring menyusutnya permintaan sewa dari tenant usaha ritel di tengah perubahan kebiasaan masyarakat saat pandemi Covid-19.

Namun di sisi lain, lini bisnis jasa keuangan Pos Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, terutama biaya transaksi dari layanan jasa keuangan nonbank, remitansi atau transfer luar negeri, dan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diamanatkan oleh pemerintah.

Atas performa kinerja perseroan pada periode tersebut, Faizal mengungkapkan dirinya optimis akan membalikkan situasi yang terjadi pada 2020 menjadi jauh lebih baik pada 2021. Melalui “turn around program” yang diterapkannya, Faizal berambisi membawa perusahaan raksasa seperti Pos Indonesia mampu berdansa dengan lincah dan cekatan bersama kaum milenial yang dikenal sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional saat ini.

“Pada 2021 melalui turn around program, kami akan membawa this giant company dance with milenial, lincah dan cepat. Kami tidak punya banyak waktu untuk diam, kami harus terus berkembang dengan cepat,” ujar Faizal.

Adapun, turn around program mencakup pada tiga poin utama. Pertama, jelas Faizal, yaitu mengambil kembali pangsa pasar layanan pengiriman barang agar kembali mendominasi di pasar nasional. Kedua, inovasi pada jasa keuangan dengan berbagai strategi terbaru. Ketiga, memasuki pangsa pasar logistik perusahaan negara secara agresif. Hal ini merupakan penugasan dari Kementerian BUMN untuk membantu menurunkan biaya logistik perusahaan milik negara sehingga produk BUMN lebih kompetitif.

Faizal mengaku optimis membawa Pos Indonesia mencapai kinerja pertumbuhan triple double digit growth. Artinya, baik kinerja pendapatan, EBITDA, maupun laba bersih diharapkan melesat di level double digit sepanjang 2021.

Ia juga berharap Pos Indonesia mampu mengembalikan dominasi pangsa pasar jasa pengiriman barang dan jasa logistik setidaknya berada di tiga besar nasional. Optimisme itu tak terlepas dari keyakinan atas kapabilitas internal Pos Indonesia yang kuat. Hal itu dianggap sebagai modal yang lebih dari cukup untuk mencapai target kinerja perusahaan.

Tak hanya itu, faktor eksternal pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi mencapai 4%-5% sepanjang tahun ini juga turut menjadi alasan perusahaan optimis mencapai target kinerja tersebut.

“Kalau dilihat eksternal, pertumbuhan layanan pengiriman diperkirakan mencapai 27%, sektor logistik naik 9,6%, keberadaan e-commerce tumbuh mencapai 75% dalam tiga tahun terakhir, financial service yang non-bank juga tumbuh 17% dalam lima tahun terakhir. Semua sedang tumbuh. kita hanya perlu agresif mengambil market yang sedang tumbuh itu. Intinya ikut serta dalam dinamika pertumbuhannya. Tidak diam saja, tapi ikut pesta,” papar Faizal.

Salah satu upaya utama yang dilakukan Pos Indonesia untuk mewujudkan ambisi tersebut adalah dengan menjalankan transformasi di berbagai lini. Dalam lima tahun ke depan, jelas Faizal, Pos Indonesia bertekad menjalankan tujuh transformasi, yaitu;

(1) Transformasi bisnis di empat portofolio bisnis perusahaan, yakni layanan kurir, jasa keuangan, layanan logistik, dan properti.

(2), Transformasi produk dengan mewujudkan solusi satu untuk semua bisnis atau dikenal dengan istilah one fit for all to the solution.

(3) Transformasi proses. Proses bisnis yang dijalankan Pos Indonesia harus terlaksana secara efisien dan efektif. Pasalnya, di tengah persaingan yang keras saat ini, perusahaan tentu perlu memiliki kemampuan menyediakan layanan yang kompetitif dari berbagai aspek. (4) Transformasi teknologi digital. Dalam hal ini, perusahaan terus berupaya mengembangkan beberapa platform digital berbasis sistem komputasi awan atau cloud computing system.

(5) Transformasi sumber daya manusia (SDM).

(6) Transformasi organisasi.

(7) Transformasi budaya. Terkait transformasi budaya. Seperti diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menerapkan Budaya Akhlak di seluruh perusahaan pemerintah secara seragam. Hal ini diharapkan mampu mewujudkan sinergi BUMN yang lebih kuat di masa mendatang, tak hanya sinergi bisnis, melainkan juga sinergi talenta di seluruh perusahaan. []

CEO TALK

Asuransi Asei Perkuat Digitalisasi dan Tingkatkan Kompetensi Milenial

Published

on

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Sebagai anak usaha BUMN, PT Asuransi Asei Indonesia hadir menjadi perusahaan asuransi yang lebih dinamis dan mampu menghadapi tantangan serta persaingan di industri. Asei memiliki visi menjadi perusahaan asuransi keuangan terkemuka dan terpercaya di Indonesia melalui layanan terintegrasi berbasis teknologi.

Menurut Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Arie Surya Nugraha, Asei berupaya mewujudkan visi tersebut dengan mengembangkan infrastruktur teknologi informasi sebagai prasyarat dalam mendukung kelancaran proses operasional bisnis di masa new normal. Di tengah kondisi yang cukup sulit saat ini, Asei terus melangkah untuk melakukan perbaikan di segala aspek, melalui dukungan sistem teknologi informasi.

Saat itu, Asei telah selesai membangun sistem aplikasi pemasaran digital yang siap diimplementasikan dalam waktu dekat. Sistem aplikasi ini hadir untuk menunjang kegiatan pemasaran yang lebih masif di seluruh wilayah operasional bisnis perusahaan, di tengah pemberlakuan social distancing saat pandemi Covid-19.

Bagi Asei, pengembangan infrastruktur teknologi informasi merupakan prasyarat dalam mendukung kelancaran proses operasional bisnis ke depan. Di tengah kondisi yang cukup sulit saat ini, Asei terus melangkah untuk melakukan perbaikan di segala aspek melalui dukungan sistem teknologi informasi.

Selain itu, percepatan kinerja bisnis juga dilakukan melalui program host to host dengan sumber bisnis. Hal lain yang menjadi prioritas di tahun 2021 yaitu dukungan sistem IT dalam merespon keluhan dan saran dari nasabah.

Arie berharap, Asei mampu mengembalikan posisi sebagai perusahaan asuransi BUMN yang diandalkan setidaknya dalam lima tahun ke depan. Indikator peningkatan performa tersebut akan dibuktikan dengan capaian produksi premi yang diharapkan bisa menembus angka Rp1 triliun.

Perusahaan bisa mencapai pertumbuhan secara berkelanjutan jika Asei melakukan perbaikan dan perubahan, terutama dengan menerapkan tata kelola perusahaan, dan manajemen risiko yang baik. Salah satu upaya teknis yang dilakukan adalah mewajibkan seluruh kepala divisi dan kepala cabang perusahaan untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan manajemen risiko.

Asuransi

Tongkat Estafet di Generasi Milenial

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), Asei terus berupaya meningkatkan keahlian para tenaga kerjanya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah melakukan pemetaan kompetensi SDM melalui assessment eksternal. Jika terdapat kekurangan dari berbagai divisi, maka perusahaan akan terus melakukan perbaikan, misalnya melalui pelatihan-pelatihan.

Di masa mendatang, menurut Arie, generasi milenial akan menempati posisi-posisi penting di dalam struktur perusahaan. Maka itu, perusahaan terus meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan di level menengah yang nantinya akan menjadi pemimpin perusahaan.

Selain softskill dan hardskill, generasi milenial yang menjadi tenaga kerja perusahaan juga diharapkan memiliki integritas yang tinggi dalam bekerja. Hal itu akan menjadi tolak ukur untuk mengetahui performa perusahaan di masa mendatang.

Jika kemampuan, keahlian dan integritas dapat dipenuhi, bukan tak mungkin Asei mampu memenuhi target pertumbuhan kinerja perusahaan. Rasanya hal itu sudah lebih dari cukup untuk bisa memberikan tongkat estafet Asei ke generasi milenial yang akan menjadi generasi penerus perusahaan di masa mendatang.

“Melalui serangkaian strategi dan program strategis yang telah dicanangkan, serta kondisi pandemi Covid-19 yang mulai mereda, Asei yakin dapat melalui tahun ini dengan kinerja bisnis yang gemilang,” tutup Arie. []

Continue Reading

CEO TALK

Transformasi Bisnis: Asei Fokus Garap Asuransi Perdagangan

Published

on

Asuransi Perdagangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang luar biasa terhadap perekonomian nasional, sehingga hal ini tentu berdampak negatif terhadap seluruh pelaku industri dan bisnis di tanah air, tidak terkecuali bisnis Asei.

Meskipun tahun ini perekonomian masih dibayang-bayangi dengan ketidakpastian, namun Asuransi Asei menatap optimis dengan strategi yang siap diimplementasikan untuk membawa kinerja perseroan tumbuh lebih baik dan mampu meraih sasaran dan target di tahun 2021.

Menutup tahun 2020 dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri, Asei tetap mampu menjaga kinerjanya dengan cukup baik untuk selanjutnya sebagai modal penting untuk meraih kinerja yang jauh lebih optimal di tahun 2021.

Melewati kuartal I/2021, Asei terus berupaya menjalankan strategi bisnis yang baru sehingga mampu membalikkan keadaan dengan peningkatan produksi premi dan perolehan hasil underwriting yang lebih tinggi.

Hasilnya, perusahaan mampu mencetak pertumbuhan produksi premi yang positif pada tiga bulan pertama tahun ini, yakni melonjak hingga 68,8% dari Rp70,4 miliar pada 2020 menjadi Rp118,8 miliar pada 2021.

Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Arie Surya Nugraha mengatakan tahun 2021 akan menjadi tahun kebangkitan bagi perusahaan. Maka itu, manajemen menetapkan target kinerja yang optimis dengan pertumbuhan premi mencapai 40% sepanjang 2021 yakni mencapai Rp448 miliar, dibanding produksi premi pada tahun sebelumnya Rp 318 miliar.

“Kami targetkan laba bersih Asei sepanjang 2021 bisa jauh meningkat hingga tumbuh di atas 100% dari perolehan tahun 2020 lalu,” ujar Arie.

Optimisme perusahaan untuk mencapai target pertumbuhan kinerja pada tahun ini bukan tanpa alasan. Asei menilai, selain tantangan bisnis, perusahaan juga melihat bahwa peluang bisnis semakin terbuka lebar seiring kondisi perekonomian nasional yang terus membaik.

Kinerja industri perbankan yang mulai stabil menjadi indikator penting bagi Asei dalam meningkatkan kinerja usaha pada 2021. Disamping itu, kerja sama bisnis Asei dengan sumber bisnis potensial juga dapat kembali berjalan dengan baik.

Optimalkan Asuransi Perdagangan

Demi mewujudkan pencapaian kinerja perusahaan secara berkelanjutan, Asei setidaknya memiliki tiga strategi utama yang akan dilaksanakan. Pertama, transformasi bisnis Asei dengan fokus bisnis pada asuransi perdagangan.

Kedua, digitalisasi untuk seluruh kegiatan bisnis dan pendukung operasional perusahaan. Ketiga, menetapkan asas kehati-hatian dan kepatuhan (prudent and compliance) terhadap seluruh bisnis yang masuk.

Pada 2021, Asei akan berfokus pada core business yaitu mengoptimalkan bisnis asuransi keuangan, khususnya asuransi perdagangan. Sebagai langkah awal, perusahaan menargetkan bisnis Asei akan didominasi oleh portofolio asuransi keuangan, yang jauh lebih besar dibandingkan bisnis asuransi umum.

Asuransi perdagangan merupakan jenis asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung, baik penjual atau eksportir, bank, maupun institusi keuangan non-bank.

Ganti rugi yang dimaksud terhadap kemungkinan risiko kerugian akibat tidak diterimanya sebagian atau seluruh pelunasan pembayaran dari importir atau bank pembuka Letter of Credit (L/C) yang disebabkan oleh risiko komersial atau risiko politik.

Continue Reading

CEO TALK

PERUM PPD MENGUCAPKAN SELAMAT HARI ULANG TAHUN BUMN KE-23

Published

on

HUT BUMN
Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!