Jokowi Ingatkan Perusahaan BUMN Tidak Rakus Proyek

oleh
proyek

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi ingatkan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak rakus proyek.

Jokowi menegaskan perusahaan BUMN tak semua proyek diambil, sebab menurutnya anggaran dan pendapatan belanja negara (APBN) porsinya tak terlalu besar dalam membangun perekonomian Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam acara pertemuan tahunan Bank Indonesia, di Lotte Avenue, Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, pengaruh APBN saat ini hanya 14-16 persen terhadap ekonomi Indonesia.

“Pengaruh APBN kita ini betul hanya 14-16 persen, betul? Kok tidak yakin? Saya ingat terus loh,” ucapnya.

Disampaikan Jokowi, saat ini yang mempengaruhi perekonomian sebagai sumbangsih dari sektor swasta.

Atas dasar itulah Jokowi meminta swasta untuk diberi kesempatan dalam menggarap proyek.

Bahkan dia mengingatkan bahwa dirinya tak bosan mengingatkan berkali-kali kepada sektor BUMN untuk bisa beri kesempatan swasta.

“Saya sering sampaikan, berkali-kali sampaikan. Jadi pihak swasta diberilah kesempatan, kasih dulu kalau memang ada peluang untuk mereka. Itu kalau memang ada kesempatannya. Maka ingat, hati-hati jangan sedikit-sedikit diambil BUMN,” kata Jokowi.

Namun nantinya, kata Jokowi, ketika swasta tak mampu mengerjakan proyek-proyek yang ada, baru BUMN ambil alih dan mengerjakannya.

Terlebih, perusahaan BUMN dapat memperoleh bantuan pendanaan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

Dengan demikian, BUMN bisa lebih dulu memberi kesempatan swasta yang modalnya memang telah ada dan cukup. “Jika swasta tak mau, baru disitu BUMN masuk,” kata Jokowi.

Apalagi menurut Jokowi ketika pekerjaan yang sedang digarap dinilai kurang ekonomis dan tidak menguntungkan proyek bisa diambil alih pemerintah.

“Kalau swasta tak mau, BUMN masuk dan bisa dananya disuntik PMN. BUMN tak mau, pemerintah baru kerjakan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan SDM Infrastruktur Bidang Konstruksi dan Infrastruktur KADIN Indonesia, Dandung Sri Harninto juga mengingatkan BUMN.

Ia ingatkan BUMN tidak rakus garap semua pekerjaan infrastruktur yang ada di dalam negeri.

Menurutnya, BUMN harus kembali ke aturan yang hanya dapat menggarap pekerjaan dengan nilai di atas Rp100 miliar.

Karena sebelumnya pihaknya telah menemukan kejadian perusahaan BUMN menggarap proyek Rp30 miliar. Atas dasar itu yang membuat dirinya heran, kenapa BUMN garap proyek kecil. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *