Connect with us
PERTAMINA

Asuransi

Jiwasraya Terbitkan MTN Rp500 Miliar Untuk Lunasi Kewajiban

MediaBUMN

Published

on

Jiwasraya

Jiwasraya terbukti merealisasikan rencananya untuk menghimpun sejumlah dana dari pasar modal. Upaya ini ditempuhnya dengan menerbitkan Medium Term Note (MTN). Tidak tanggung-tanggung, besaran MTN ini mencapai Rp500 miliar.

Akhirnya, surat berharga tersebut diketahui dalam pendaftaran efek Jiwasraya ke PT Kustudian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Surat berharga berdenominasi rupiah itu dinamakan MTN I Asuransi Jiwasraya Tahun 2019. Penerbitannya sendiri akan dilakukan lusa mendatang, tepatnya pada tanggal 27 Mei 2019.

MTN Jiwasraya Sebagai Upaya Bayar Tunggakan

MTN tersebut menawarkan berbagai keuntungan di antaranya bunga tetap (fixed). Bunga ini punya masa jatuh tempo pada 6 Juni 2020. Sedangkan untuk pembayaran kuponnya akan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Sementara itu, pembayaran pertamanya akan dilakukan pada tanggal 27 Agustus 2019 mendatang.

Seperti yang dikatakan Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo, bahwa MTN ini punya tujuan khusus. Salah satunya adalah sebagai upaya untuk membayar tunggakan polis Rp802 miliar oleh Jiwasraya.

Untuk itu, Kementerian BUMN juga ingin memastikan bahwa obligasi jangka menengah ini sudah punya calon pembeli. Namun, sayangnya Gatot Trihargo tidak berkenan merinci identitas dari standby buyer tersebut.

Gatot mengatakan bahwa untuk calon pembelinya sudah ada dan sedang dalam tahap proses. Pihaknya meminta agar Kementerian bersedia menunggu.

Seperti diketahui, saat ini BUMN sedang bersinergi dengan Jiwasraya melalui program sinergi BUMN. Tak hanya dengan perusahaan asuransi ini, BUMN juga bersinergi dengan PT Bank Tabungan Negara, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler, dan PT Kereta Api Indonesia.

Upaya sinergi ini nantinya akan menyasar pengembangan produk asuransi, tak hanya pada pengelolaan dana pensiun saja. Sementara, saat ini perseroan asuransi tersebut sedang dalam keadaan tertekan lantaran sepak terjang manajemen yang kurang berhati-hati.

Perseroan menunggak pembayaran polis yang cukup besar, yakni senilai Rp802 miliar. Pembayaran polis yang tertunggak adalah polis peserta produk JV Saving Plan sebanyak 17.000 peserta. Perseroan tidak bisa memenuhi pembayaran bunga bagi peserta yakni sebesar 7 persen dalam setahunnya. []

Asuransi

Dewan Komisaris Asabri Dirombak! Ini Pilihan Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Dewan Komisaris Asabri

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dewan Komisaris Asabri / PT Asabri (Persero) dilakukan perombakan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Adapun perubahan Dewan Komisaris Asabri tersebut tertuang dalam pembacaan salinan Surat Keputusan Nomor: SK 228/MBU/09/2020 pada 15 September 2020.

Pembacaan Salinan tersebut dilaksanakan secara daring oleh Anindita Eka Wibisono selaku Plt Asisten Deputi Bidang Asuransi dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN.

Keputusan BUMN (Menteri Badan Usaha Milik Negara), Erick Thohir menyatakan pemberhentian secara hormat Komisaris Independen yaitu Achmad Syukrani Harry Susetyo Nugroho dan menggantinya dengan I Nengah Putra Winata.

Selain itu terdapat pula nama Ida Bagus Purwalaksana yang dipercaya mengisi posisi sebagai Wakil Komisaris Utama.

Menurut Direktur Utama Asabri, Wahyu Suparyono, perombakan Dewan Komisaris Asabri tersebut diharapkan akan terus memperkuat tata kelola dan komitmen perseroan sebagai pengelola Asuransi Sosial bagi TNI, Polri, serta ASN Kemhan/Polri.

“Kami pastikan tetap terus meningkatkan layanan dan memastikan pembayaran manfaat kepada para peserta terlaksana secara berkualitas,” tambahnya.

Berikut Susunan Dewan Komisaris Asabri:

1. Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen: Fary Djemy Francis

2. Wakil Komisaris Utama Ida Bagus Purwalaksana.

3. Komisaris Independen I Nengah Putra Winata

4. Komisaris Rofyanto Kurniawan.

Continue Reading

Asuransi

Klaim Santunan Jasa Raharja Kini Dilengkapi Dengan SiVERA

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Klaim santunan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Klaim santunan di PT Jasa Raharja kini dilengkapi dengan SiVERA atau Sistem Verifikasi Rawatan.

SiVERA merupakan integrasi serangkaian sistem dan prosedur antara Jasa Raharja dan TPA Admedika, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi korban kecelakaan.

Penerapan SiVERA ini remsi dilaunching oleh PT Jasa Raharja pada Senin (14/9/2020) secara virtual.

Acara launching ini dihadiri oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja, Direktur Utama PT Administrasi Medika, Direktur Keuangan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), dan sejumlah pejabat lainnya.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi korban kecelakaan, perlu solusi melalui suatu sistem yang terintegrasi.

Untuk melakukan verifikasi biaya rawatan korban kecelakaan di rumah sakit secara lebih profesional, cepat dan tepat, sehingga dapat dipastikan biaya rawatan yang diberikan sesuai dengan indikasi medis.

“Hal itu dapat diwujudkan dengan penerapan SiVERA, mulai dari proses penjaminan hingga mendapatkan layanan perawatan selama di rumah sakit. Sistem ini juga didukung aplikasi yang dapat memonitor aktivitas rawat inap peserta dari admission hingga discharge,” jelasnya.

Manfaat Klaim Santunan

Budi menjelaskan, analisis dan verifikasi klaim santunan juga sesuai dengan indikasi medis dilakukan oleh Tenaga Ahli bidang medis, sehingga menghasilkan rekomendasi biaya yang valid.

Melalui penerapan SiVERA, diharapkan biaya rawatan yang diterima korban kecelakaan bisa berjalan secara optimal, efektif dan tepat guna.

“Hal ini sebagai upaya pemulihan korban kecelakaan yang merupakan tugas pokok utama dari Jasa Raharja. Penerapan SiVERA juga bagian dari transformasi bisnis Jasa Raharja untuk memperkuat lagi sistem tata kelola pelayanan santunan berbasis data analysis dan menyesuiakan perkembangan industri 4.0 dan konteks governance risk control,” ungkapnya.

Budi Rahardjo menambahkan, pihaknya senantiasa memastikan para korban kecelakaan yang terjamin Jasa Raharja mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, dan valid.

Dengan dilakukannya case monitoring setiap hari bagi para korban kecelakaan melalui aplikasi SiVERA, akan diperoleh laporan yang teraudit dari pengelolaan jaminan klaim kecelakaan dengan cepat.

Dengan data tindakan dan penggunaan obat yang akurat, akan mampu mencegah terjadinya kecurangan (fraud).

“Maka potensi terjadinya kesalahan dalam proses klaim santunan Jasa Raharja juga bisa ditekan. Jadi proses pelayanan santunan menjadi tertata lebih baik lagi,” ujarnya.

Diketahui, penerapan SiVERA akan dimulai di enam Kantor Cabang PT Jasa Raharja, yaitu Kantor Cabang Utama DKI Jakarta, Kantor Cabang Sumatera Utara, Kantor Cabang Utama Jawa Barat, Kantor Cabang Maluku, Kantor Cabang Sulawesi Selatan, dan Kantor Cabang Kalimantan Timur.

“Selanjutnya akan dilaksanakan evaluasi secara bertahap shingga bisa diterapkan secara menyeluruh di tiap kantor cabang,” tandasnya. []

Continue Reading

Asuransi

Premi Engineering Jasindo Tumbuh 22,28 Persen

EKO PRASETYO

Published

on

Premi Engineering

MEDIABUMN.Com, Jakarta – Premi Engineering PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo tetap bertumbuh di tengah kondisi pandemi Covid-19. Hal itu terbukti dari capaian pendapatan premi engineering Jasindo hingga Mei 2020 senilai Rp63,42 miliar, tumbuh sebesar 22,28 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp51,87 miliar.

Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo, Diwe Novara mengatakan lini bisnis premi engineering Jasindo masih bisa tumbuh meskipun pandemi covid-19 menekan banyak perusahaan asuransi.

Pertumbuhan premi engineering Jasindo didukung dari proyek-proyek yang masih berjalan di tahun 2020.

“Kami perkirakan bisnis engineering akan turun hingga 28 persen sampai akhir tahun ini. Akan tetapi Jasindo tetap menargetkan bisnis engineering sama dengan tahun 2019 ytiu sebesar Rp 318.402 miliar,” ujar Diwe, Selasa (28/7/2020).

Hingga Mei 2020, total pendapatan premi Jasindo mencapai Rp 1,32 triliun, turun sebesar 14,55 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,55 triliun.

Meski mengalami penurunan, menurut Diwe ada beberapa segmen (cop) yang mengalami kenaikan, seperti engineering, aviation, dan marine hull.

Sedangkan cob yang mengalami penurunan yaitu properti, kargo, kendaraan, minyak dan gas, aneka, kesehatan, kredit, bonding, liability, hingga personal accident.

“Untuk tahun ini, kami tetap optimistis mengejar ketinggalan akibat pandemi Covid-19. Kami targetkan presmi sebesar Rp4,93 triliun di tahun 2020, meski nilai premi itu turun 8,4 persen dari tahun lalu sebesar Rp5,39 triliun,” ungkapnya.

Sementara Dody Achmad Dalimunthe selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengatakan kondisi pandemi ini memaksa pemerintah membuat kebijakan prioritas.

Menurutnya, jika proyek-proyek konstruksi menurun, akan berpengaruh pada permintaan asuransi engineering, sebab asuransi engineering mengikuti aktifitas kegiatan konstruksi.

Hingga kuartal pertama 2020 pendapatan premi engineering secara industri mencapai Rp700,39 miliar, tumbuh 28,9 persen (yoy) dibandingkan periode serupa di tahun 2019 senilai Rp543,26 miliar.

“Jika pandemi Covid-19 berlanjut sampai triwulan keempat tahun ini, maka total premi asuransi umum di akhir tahun bisa turun 15 persen sampai 25 persen dibandingkan tahun lalu. Scenario terburuk bisa sampai minus 35 persen,” papar Dody.

Menghadapi tekanan bisnis ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh industri asuransi umum.

“Mulai dari penyesuaian dan perubahan proses bisnis dengan implementasi teknologi digital. Juga melakukan kontrol biaya untuk efisiensi biaya operasional. Juga bisa melakukan seleksi dengan membatasi penerbitan Polis hanya untuk claim ratio rendah terkendali,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM