Connect with us
PERTAMINA

Asuransi

Jiwasraya Minta Nasabah Pilih Opsi Roll Over

MediaBUMN

Published

on

Jiwasraya

Jiwasraya / PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dikejar target agar segera melunasi pembayaran polis yang telah jatuh tempo sampai kuartal II 2020. Pihaknya telah melakukan berbagai cara untuk memohon kepada nasabah agar mau bersabar, menunggu pelunasan polis tersebut.

Salah satu cara yang dilakukan agar lebih sabar menunggu adalah, meminta para nasabah untuk memperpanjang kontrak polis (roll over) selama setahun. Dengan penawaran peningkatan sebanyak 7 persen per tahun. Namun kenyataannya, hingga saat ini beberapa nasabah belum semuanya menerima opsi roll over yang ditawarkan oleh Jiwasraya.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN, Gatot Trihargo telah mengungkapkan. Bahwa hingga saat ini, dari total keseluruhan pemegang polis hanya 35 persen yang memilih opsi roll over.

Menurut Gatot, meskipun demikian, dengan masih adanya pemegang polis yang melakukan opsi roll over ini. Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko, telah menunjukkan kinerja yang sudah cukup bagus. Dan untuk sisa pemegang polis yang belum melakukan roll over, masih dilakukan komunikasi agar mau melakukan hal tersebut.

Jiwasraya Dibantu Jiwasraya Putra

Gatot meyakini, bahwa perusahaan akan melunasi jatuh tempo polis sampai tahun depan. Selain dengan penyelesaian roll over, Kementerian BUMN juga meminta Jiwasraya Putra yang merupakan anak perusahaan dari PT Asuransi Jiwasraya untuk bantu mendorong hal tersebut.

Jiwasraya Putra pun membantu dengan memanfaatkan sinergi BUMN dengan PT Pegadaian, PT Bank Tabungan Negara, PT Telkomsel, dan PT Kereta Api Indonesia. Keempat perusahaan tersebut, nantinya akan memberikan customer base dan distribusi channel Jiwasraya sebagai penyedia jasa asuransi.

Gatot pun menambahkan, keempat perusahaan tersebut akan menjadi basis partner Jiwasraya untuk mengelola Jiwasraya Putra. Dengan strategi partner tersebut, tentunya bertujuan untuk menjaga Jiwasraya.

Gatot juga memahami, bahwa Jiwasraya Putra tidak akan mampu menyelesaikan secara menyeluruh masalah likuiditas yang terjadi pada Jiwasraya. Ia pun meminta Hexana untuk tetap fokus dengan langkah yang sudah dilakukan, sambil mempersiapkan langkah lain.

Kementerian BUMN akhirnya menargetkan perusahaan pelat merah ini untuk membentuk holding asuransi pada tahun ini. Hal ini adalah salah cara untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan Jiwasraya.

Perseroan membantah adanya investor asing yang masuk. Yang pasti, perusahaan asuransi pelat merah ini akan menerbitkan medium term notes (MTN) sebesar Rp500 miliar. Hal ini dilakukan sambil menunggu izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). []

Asuransi

Kinerja Asabri Dibenahi, AD ART Perusahaan Dirombak

CHRIESTIAN

Published

on

Kinerja Asabri

MEDIABUMN.COM, Jakarta — Kinerja Asabri / PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persro) sedang diupayakan untuk dibenahi.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan merombak Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) perusahaan.

Diketahui perusahaan milik negara ini tengah tersandung kasus pidana dan kondisi keuangannya sempat merosot.

Komisaris Utama Asabri Fary Djemi Francis mengatakan, perbaikan kinerja Asabri baik di bidang keuangan dan investasi menjadi agenda utama yang telah dijalankan sejak tahun 2020.

Hal ini dilakukan secara serius oleh jajaran Direksi dan Komisaris perusahaan yang telah ditunjuk Kementerian BUMN.

Menurutnya, pembenahan tata kelola perusahaan salah satunya dengan mengubah bentuk AD ART di PT Asabri untuk terus menjalankan bisnis di sektor pengelolaan dana prajurit TNI.

“Perubahan AD ART Asabri akan ditetapkan dalam waktu dekat sebagai salah satu langkah pembenahan korporasi. Beberapa poin penting yang diubah berkaitan dengan mekanisme pengelolaan investasi dan manajemen risiko,” ujar Fary.

Fary menyebut, masih banyak tantangan yang akan dihadapi dalam melakukan pembenahan kinerja Asabri di berbagai sektor.

Namun hal ini harus dilaksanakan, karena perusahaan harus memulihkan kembali kepercayaan publik terhadap Asabri, terlebih saat ini kasus dugaan korupsi di perusahaan itu masih ditindaklanjuti.

Dewan Komisaris PT Asabri pun telah menyetujui agenda pembenahan perusahaan dalam enam prioritas pengawasan.

“Pengawasan perlu ditingkatkan, karena sebelumnya perusahaan pelat merah ini terganjal persoalan investasi saham dan reksadana. Dengan begitu, kami dapat memastikan perusahaan dapat memenuhi seluruh kewajiban kepada peserta,” ujarnya.

Menurut Fary, pembayaran manfaat kepada para prajurit dan pegawai Kementerian Pertahanan hingga saat ini masih berjalan baik.

Tapi jika kondisi keuangan dan kinerja Asabri tidak segera dipulihkan, ada risiko pemenuhan liabilitas jangka panjang yang menjadi tantangan.

Maka beberapa langkah penguatan kualitas arus kas yang akan dilakukan di antaranya menempatkan investasi di instrumen dengan profil risiko rendah dan melakukan efisiensi biaya operasional.

Pihak manajemen juga akan memastikan pemulihan aset diterapkan sesuai target dengan optimalisasi bisnis agar efisiensi operasional bisa berjalan.

Berbagai aspek pengawasan lainnya yang tidak kalah penting adalah peningkatan mutu layanan, pemanfaatan teknologi, pemberdayaan Satuan Audit Internal hingga penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

“Untuk menyehatkan kondisi keuangan, kami mendukung Direksi agar tingkat bunga aktuaria menjadi 9,7 persen, seperti yang diterapkan di Taspen. Kami juga mengawasi dan mendukung direksi untuk mendapatkan unfunded past service liability (UPSL) dari pemerintah serta mendorong tindak lanjut hasil temuan auditor internal dan eksternal,” tandasnya. []

Continue Reading

Asuransi

Restrukturisasi Polis Jiwasraya ditargetkan Rampung Mei 2021

CHRIESTIAN

Published

on

Restrukturisasi Polis Jiwasraya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Restrukturisasi Polis Jiwasraya / PT Asuransi Jiwasraya prosesnya hingga kini masih terus berjalan.

Dengan berjalannya waktu, jumlah pemegang polis dari seluruh segmen baik itu bancassurance, ritel maupun korporasi yang setuju untuk dilakukan restrukturisasi terus bertambah.

Tercatat, sampai dengan Jumat kemarin (12/03), dari segmen polis bancassurance telah mencapai 75,51 persen dari total polis dari segmen ini yang menyetujui untuk restrukturisasi.

Kemudian diikuti sebanyak 63,90 persen dari segmen polis korporasi dan 33,35 persen polis segmen ritel dari total keseluruhan masing-masing segmen.

Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya R. Mahelan Prabantarikso memaparkan bahwa pihaknya menargetkan restrukturisasi polis Jiwasraya ini akan segera rampung setidaknya pada 31 Mei 2021 mendatang.

“Kami berharap jika seluruh pemegang polis akan melakukan restrukturisasi seperti yang telah diinfokan dalam program restrukturisasi polis Jiwasraya pada 11 Desember 2020 lalu,” jelas Mahelan (14/03)

Setelah restrukturisasi polis Jiwasraya ini selesai, kemudian langkah selanjutnya adalah proses transfer polis tersebut ke anak usaha Indonesia Financial Group (IFG) yaitu IFG Life yang ditargetkan akan terealisasi pada bulan Juni 2021.

Secara prinsip, transfer polis akan dilakukan bersamaan dengan penyuntikan modal atau PMN,” tambah Mahelan.

Seperti diketahui bahwa dalam perjalanannya proses restrukturisasi polis Jiwasraya ini tidak melulu berjalan dengan mulus.

Menurut Mahelan, sudah berkali-kali Jiwasraya menghadapi gugatan hukum dari pemegang polis.

“Gugatannya macam-macam, intinya mulai dari perubahan melawan hukum, PKPU atau penundaan kewajiban pembayaran utang sampai dengan wanprestasi,” tutup Mahelan. []

Continue Reading

Asuransi

Jasa Raharja Respon Cepat Jamin Santunan Korban Kecelakaan Bus Di Sumedang

MediaBUMN

Published

on

Kecelakaan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kecelakaan lalu lintas Kembali terjadi, dimana Bus Sri Padma Kencana yang mengangkut penumpang rombongan ziarah dari Subang masuk ke dalam jurang. Kecelakaan terjadi pada hari Rabu tanggal 10 Maret 2021 sekitar pukul 18.50 WIB di Wado, Kab. Sumedang – Jawa Barat.

Budi Rahardjo S, Direktur Utama PT Jasa Raharja Member of Indonesia Financial Group (IFG) menyampaikan bela sungkawa dan turut prihatin atas kejadian musibah kecelakaan tersebut.

Kecelakaan

Lebih lanjut Budi menambahkan bahwa para penumpang bus dalam jaminan Jasa Raharja dan pada kesempatan pertama hal-hal yang dilakukan adalah:

1. Petugas Jasa Raharja pada kesempatan pertama sudah berada di TKP Bersama Jajaran Polres Sumedang.

2. Petugas Jasa Raharja langsung melakukan pendataan korban meninggal dunia dan memberikan Surat Jaminan kepada pihak Puskesmas dan atau Rumah Sakit yang melakukan perawatan terhadap korban yang mengalami luka-luka.

3. Melakukan pendataan Ahli Waris korban melalui NIK dari KTP Korban.

Jasa Raharja akan segera menyelesaikan penyerahan santunan pada kesempatan pertama kepada para pihak ahli waris korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kecelakaan

Setiap korban berhak memperoleh santunan sebagai bentuk Perlindungan Dasar Pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 15 tahun 2017. Adapun korban meninggal dunia, masing-masing ahli warisnya berhak menerima santunan sebesar Rp.50 juta. Sementara bagi korban luka-luka, berhak atas penggantian biaya perawatan maksimum Rp.20 juta.

PT Jasa Raharja sebagai Member of Indonesia Financial Group (IFG) senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud Negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!