Jasa Tirta II Tata Pasokan Air Atasi Kekeringan

oleh
Jasa Tirta II

Jasa Tirta II akan terus menata pengelolaan pasokan air di Sungai Citarum dan fungsi Waduk Jatiluhur. Sebagai sumber air bagi masyarakat di Jawa Barat bagian utara serta DKI Jakarta. Sebanyak 90 persen air dari waduk dialirkan guna irigasi di Kabupaten Karawang, Subang, Indramayu hingga Bekasi.

Sedangkan sisanya akan digunakan untuk air baku industri dan air minum warga Jabar hingga sebagian wilayah Jakarta. Hal itu dilakukan sebagai mitigasi kekeringan secara ekstrem yang berpotensi terjadi. Berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan atau HTH oleh BMKG.

Per tanggal 30 Juni 2019 ada potensi kekeringan meteorilis atau iklim. terjadi di sebagian besar Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara dengan kriteria panjang sampai ekstrem. Jawa Barat pun menjadi salah satu wilayah yang terancam kekeringan ekstrem.

Jasa Tirta II Jadwalkan Suplai Air

U Saefudin Noer selaku Direktur Utama Jasa Tirta II menuturkan, guna mitigasi kekeringan, pihaknya akan mengelola serta menjaga cadangan. Dengan cara menyuplai air sesuai kapasitas kebutuhan areal tanam. Khususnya dengan melakukan pengaturan pembagian air dan memerhatikan kapasitas saluran.

Jasa Tirta II memberlakukan piket pengaturan jadwal pemberian air atau disebut gilir giring air. Terhadap 200 petani dan masyarakat di Desa Sarijaya Kecamatan Majalaya, guna menjaga pasokan air pada irigasi. Tujuannya supaya para petani dapat tanam semai secara bergantian, sehingga dapat panen walaupun musim kemarau.

“Ketersediaan air di saluran bakal selalu dimonitor oleh Jasa Tirta II melalui petugas pintu air. Serta memberikan pemahaman penggunaan air dari pengamat saluran untuk petani,” jelas Saefudin.

Usaha pengelolaan pasokan air menjadi hal krusial yang dilakukan ketika memasuki musim kemarau. Apalagi dengan isu prediksi kemarau panjang dari dampak perubahan iklim yang ikut mewarnai.

Lahan pertanian pada Kabupaten Karawang Subang hingga sebagian barat Indramayu menjadi areal prioritas dam mitigasi antisipasi kekeringan. Dengan cara menjaga pompa, kebersihan bendungan, bendung sampai saluran.

Sementara itu, untuk pengaturan air di wilayah Indramayu hingga ke Cirebon masih belum bisa dilakukan. Sebab sumber air dari waduk Jatigede masih belum termasuk ke dalam pengelolaan Jasa Tirta II. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *