Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Jasa Marga Imbau Pengguna Jalan Antisipasi Beberapa Titik Genangan di Jalan Tol

MediaBUMN

Published

on

genangan air

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kembali diguyur curah hujan yang sangat tinggi sejak dini hari tadi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk saat ini tengah menindaklanjuti beberapa titik genangan air di Jalan Tol Jasa Marga, diantaranya sebagai berikut:

JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK

Arah Jakarta:
– Km 09B, saat ini genangan di Lajur (L) 1 s.d L2, kendaraan masih bisa melintasi L3-L4. tengah dilakukan penanganan dengan pompa.
– Akses masuk GT Jatibening arah Jakarta tergenang, kendaraan yang akan masuk tol dialihkan melalui akses GT Jatiwaringin / Pondok Gede.
– Km 19B, saat ini genangan di Lajur 1 sd 2, lajur 3 dan 4 dapat dilalui semua kendaraan. Lajur 1 dan 2 masih bisa dilintasi kendaraan besar.
– GT Cikarang Barat 5 arah Jakarta, lajur kiri tergenang, lajur kanan dapat dilintasi.
– GT Cibitung 7 arah Jakarta, seluruh lajur tergenang, namun lajur kanan masih dapat dilintasi.

JALAN TOL JAKARTA-TANGERANG

Arah Tangerang:
– SS Bitung, dilakukan pengalihan lalu lintas kendaraan arah Cikupa, dikeluarkan ke Km 19 Tangerang. Saat ini tengah dilakukan penanganan dengan pompa.
– Km 24 A, saat ini L2 s.d L4 sudah bisa dilintasi. Saat ini tengah dilakukan penanganan dengan pompa.

JALAN TOL JORR: PONDOK RANJI-SERPONG

Arah Serpong:
– KM 8+600 Ruas BSD, dilakukan penutupan GT Pondok Ranji Utama (arah BSD) dialihkan ke Bintaro.

JALAN TOL JAGORAWI:

Arah Jakarta:
– Km 3+800, saat ini L3 dan L4 dapat dilintasi. Saat ini dilakukan pemasangan tanggul dan penanganan dengan pompa.

JALAN TOL DALAM KOTA JAKARTA

Arah Tj Priok:
KM 00+200 SS Cawang: Terowongan SS Cawang dari Halim menuju Tj Priok, saat ini L2 tergenang. Saat ini dilakukan penanganan dengan pompa dan pengalihan kendaraan kecil ke Jalan Tol Dalam Kota.

Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan akibat hal ini. Antisipasi perjalanan melalui informasi terkini yang dapat diakses melalui Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080 dan Twitter @PTJASAMARGA (khusus informasi lalu lintas). []

Transportasi

Langkah Tepat Erick Thohir, Stop Kontrak Pesawat Bombardier!

Alfian Setya Saputra

Published

on

Langkah

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Langkah Erick Thohir yang memutus kontrak 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000 yang digunakan PT Garuda Indonesia Tbk dinilai sebagai langkah yang tepat.

Sedianya pesawat yang disewa via Nordic Aviation Capital (NAC) baru akan selesai kontraknya pada tahun 2027 mendatang.

Namun, Erick memutuskan untuk menyudahi kontrak kemudian mengembalikan pesawat Bombardier tersebut.

Keputusan tersebut lantaran mantan bos Intermilan ini menduga adanya kasus suap dalam kontrak sewa pesawata tersebut.

Menurutnya, keputusan ini terkait penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia dan penyelidikan Serious Fraud Office Inggris atas dugaan korupsi.

“Terkait keputusan KPK dan Serious Fraud Office Inggris dimana adanya indikasi kasus suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan di PT Garuda Indonesia Tbk pada saat proses pengadaan pesawat tahun 2011 silam,” papar Erick dalam konferensi pers via daring, Rabu (10/02).

Saat ini Gaaruda Indonesa, sebut Erick mengoperasikan sejumlah 18 jet regional Bombardier CRJ-1000.

Kurangi Kerugian Perseroan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan bahwa pemutusan kontrak tersebut menjadi langkah yang baik untuk mengurangi beban kerugian yang harus diterima perseoan di masa akan datang.

“Ada konsekuensi tapi kami siap menghadapinya secara professional,” ujar Irfan.

Lebih lanjut ia mengatakan selama mengoperasikan armada tersebut selama 7 tahun lamanya, perseroan justru mencatat kerugian.

“Setiap tahun kami rugi lebih dari US$30 juta, sementara untuk biaya sewanya mencapai US$27 juta,” tandas Irfan.

Dengan demikian, imbuhnya, adanya langkah pemutusan kontrak sewa pesawat tersebut maka diproyeksikan perseroan akan hemat lebih dari US$200 juta. []

Continue Reading

Transportasi

Dana OWK Garuda Indonesia Rp1 Triliun Cair, Untuk Apa ya?

EKO PRASETYO

Published

on

Dana OWK

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dana OWK / Obligasi Wajib Konversi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sejumlah Rp1 triliun telah cair.

Cairnya dana OWK tersebut mengacu terhadap perjanjian penerbitan OWK di akhir tahun lalu antara perseroan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

SMI sendiri memiliki peran sebagai pelaksana investasi dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan) dalam rangka implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasiona (PEN).

“Dana OWK Rp 1 triliun sudah kami selesaikan pencairannya pada pertengahan triwulan pertama tahun 2021,” pungkas Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan tertulisnya (09/02).

Pencairan dana tersebut, jelas Irfan, sudah memperhitungkan kebutuhan modal kerja perusahaan dalam jangka pendek dan menengah.

Perseroan, tegas Irfan, berkomitmen senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dan aspek compliance terhadap ketentuan Good Corporate Governance (GCG).

“Sehingga penggunaan dana OWK ini dapat berjalan dengan tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.

Sesuai dengan kesepakatan bersama, Irafan menjelaskan bahwa dana OWK tersebut akan digunakan perseroan untuk mendukung likuiditas, pembiayaan operasional perusahaan dan solvabilitas.

Adapun persetujuan dana hasil OWK tersebut adalah dengan nilai maksimum sebesar Rp8,5 triliun dengan tenor maksimum 7 tahun.

Irfan menambahkan sesuai dengan yang penandatanganan perjanjian pada akhir tahun lalu bahwa pelaksanaan pencairan dan OWK telah dilakukan pada 4 Februari 2021 lalu dengan nilai sebesar Rp1 triliun rupiah bertenor 3 tahun.

“Pastinya ini menjadi momentum yang sangat baik bagi perseroan agar terus memperkuat upaya pemulihan kinerja perusahaan,” pungkas Irfan. []

Continue Reading

Transportasi

Imbas Corona, Jumlah Penumpang Kereta Anjlok!

CHRIESTIAN

Published

on

Imbas Corona

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Imbas Corona (Covid-19) jumlah penumpang kereta api mengalami penurunan yang cukup dalam.

Menurut data resmi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip MEDIABUMNCOM, sepanjang tahun 2020 (periode Januari-Desember 2020) jumlah penumpang kereta api hanya tercatat 186,1 juta penumpang.

Catatan tersebut mengalami penurunan hingga 56,40 persen apabila dibandingkan jumlah penumpang kereta api pada periode sama tahun sebelumnya.

Dalam keterangannya, BPS memaparkan bahwa jumlah penurunan penumpang kereta api terjadi di semua wilayah Jabodetabek turun sebanyak 54 persen, Jawa non-Jabodetabek turun 65,17 persen, serta Sumatera yang mengalami penurunan sebesar 66,39 persen.

Selain turunnya jumlah penumpang kereta api, imbas Corona juga berdampak terhadap penurunan jumlah angkutan barang.

Dimana pada periode Desember 2020 BPS mencatat angkutan barang sebanyak 4,3 juta ton mengalami penurunan sebesar 1,39 persen dibanding bulan sebelumnya.

Adapun wilayah Sumatera tercatat sebagai daerah yang paling banyak dalam pengangkutan barang dengan jumlah 3,4 juta ton.

Jumlah tersebut merupakan 78,02 persen dari total barang secara keseluruhan yang diangkut dengan kereta api.

Dimana sepanjang tahun 2020 angkutan barang menggunakan kereta api tercatat 48,5 juta ton atau mengalami penurunan sebanyak 5,19 persen apabila dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Di wilayah Sumatera sendiri terjadi penurunan pengangkutan barang sebesar 3,37 persen dari periode sama tahun sebelumnya.

Namun sebaliknya yang terjadi pada wilayah Jawa non-Jabodetabek, dimana imbas Corona justru meningkatkan lonjakan angkutan barang menggunakan kereta api. Dimana pada wilayah ini tumbuh 6,43 persen. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!