Jasa Marga Gencar Bangun Tol, Pastikan Keuangan Tetap Terjaga

oleh
Jasa Marga

Jasa Marga yang tengah berkekspansi dalam pembangunan sejumlah proyek tol baru menegaskan jika kondisi keuangan tetap terjaga dengan solid. Dalam keterangan resminya Corporate Communications PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru mengatakan jika sejumlah proyek strategis tengah digarap oleh perseroan.

Jasa Marga, sebutnya, sukses menambah pengoperasian ruas tol baru sepanjang 41,46 Km, yaitu Pandaan Malang Seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 Km, Medan Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi VII (Sei Rampah-Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 Km, dan akses Jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 Km.

“Kami tengah massif dalam melakukan sejumlah infrastruktur jalan tol,” ujarnya.

Jasa Marga sampai dengan 2017 tercatat hany mengoperasikan jalan tol sepanjang 680 KM. kemudian pada tahun 2018 meningkat menjadi 1.000 KM jalan. Adapun beberapa proyek ditargetkan rampung pada akhir tahun ini dan pada akhir tahun 2010.

“Untuk mengejar target penyelasian proyek tersebut tentu dibutuhkan rencana pendanaan yang matang,” ungkapnya.

Heru menyebut beberapa proyek yang tengah digarap perseroan dan akan rampung akhir tahun ini. Proyek-proyek tersebut adalah Proyek Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi Singosari-Malang, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, serta sebagian proyek Jalan Tol Cinere-Serpong, dan sebagian proyek Jalan Tol Serpong-Kunciran.

Kinerja Keuangan Jasa Marga

Di tengah masifnya pembangunan jalan tol baru, pada Semester I 2019 Jasa Marga berhasil membukukan EBITDA sebesar Rp3,34 triliun, tumbuh sebesar 15,4% dibandingkan dengan Semester I tahun 2018. Jasa Marga juga mampu mencatat EBITDA Margin sebesar 64,9%, lebih tinggi dari Semester I tahun 2018, yaitu sebesar 60,5%. Hal ini dikarenakan telah beroperasinya ruas tol Trans Jawa secara penuh pada akhir tahun 2018, sehingga dapat mendorong Pendapatan Tol pada Semester I sebesar Rp4,74 triliun, tumbuh sebesar 9,2% dibandingkan Semester I tahun lalu.

Aset perusahaan pun tumbuh, yaitu menjadi Rp89,67 Triliun pada Semester I tahun 2019 atau meningkat sebesar 8,8% dibandingkan dengan di akhir tahun 2018, karena tambahan pengoperasian jalan tol baru. Pada Semester I tahun 2019 tercatat Laba Bersih Jasa Marga sebesar Rp1,06 Triliun, meningkat 1,4% dari periode yang sama tahun lalu.

Untuk menjaga profitabilititas dan struktur permodalan, perusahaan pelat merah ini kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan dengan menerbitkan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) berbasis ekuitas dan Sukuuk Ijarah Jangka Menengah melalui anak usahanya, yaitu PT Jasamarga Pandaan Tol, yang mengoperasikan ruas tol Gempol-Pandaan.

Perseroan terus menjaga komitmen dalam melakukan percepatan pembangunan jalan tol guna mendukung rencana Pemerintah agar mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah. Untuk itu, Jasa Marga senantiasa melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi, baik dalam bidang pendanaan, pengembangan usaha maupun operasional sehingga dapat melayani seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, agar semakin optimal.

Jasa Marga Optimalkan Kinerja Operasional

Selain pembangunan jalan tol, Perseroan juga terus berupaya untuk meningkatkan kinerja operasional. Pada layanan transaksi, Jasa Marga meningkatkan kapasitas transaksi dengan menerapkan sistem jemput transaksi menggunakan mobile reader saat terjadi antrian di gerbang, dan implementasi Oblique Approach Booth (OAB) atau yang dikenal dengan gardu miring, yang dapat direlokasi dan dipasang sesuai kebutuhan operasional Jasa Marga, dalam waktu 1×24 jam.

Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan, Jasa Marga melakukan inovasi pembayaran tarif tol Nir Henti Single Lane Free Flow (SLFF) dengan menggunakan aplikasi FLO yang berbasis RFID. Saat ini Jasa Marga sedang melakukan uji coba terbatas atas inovasi tersebut di wilayah Jabotabek dan Bali.

Perseroan juga mencatat rekor tertinggi melayani volume lalu lintas saat arus balik Lebaran 2019 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama dan menjadi volume lalu lintas tertinggi di sepanjang sejarah jalan tol di Indonesia, yaitu sebanyak 166.574 kendaraan atau meningkat hampir tiga kali lipat dari volume lalulintas harian rata-rata (LHR) normal sebanyak 67.345 kendaraan. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *