Connect with us
PERTAMINA

Teknologi & Komunikasi

Jaringan Telkom Dimodernisasi Untuk Percepatan Digitalisasi

Alfian Setya Saputra

Published

on

Jaringan Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Jaringan Telkom terus dioptimalkan untuk mendukung terwujudnya pengalaman digital terbaik bagi para pelanggan. Optimalisasi yang dilakukan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) salah satunya modernisasi atau fiberisasi jaringan.

Zulhelfi Abidin selaku Direktur Network And IT Solution PT Telkom mengatakan, dengan modernisasi jaringan Telkom ke fiber optic ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan penyediaan Telkom Group, baik digital connectivity, services, dan juga platform.

Modernisasi jaringan Telkom yang dilakukan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini yaitu meresmikan Modern Broadband City Kota Serang dan Kabupaten Lebak pada Sabtu (29/5/2020),

“Telkom tetap mengoptimalkan operasional networknya. Modernisasi jaringan di Kota Serang dan Kabupaten Lebak diharapkan dapat mendukung aktivitas pemerintah di masing-masing lokasi,” ujarnya, Senin (1/6/2020).

Dikatakannya, Peresmian ini dilakukan secara virtual dengan menggunakan layanan video conference.

Menurut Zulhelfi modernisasi jaringan Telkom ini akan meningkatkan kualitas layanan ICT bagi masyarakat di Kota Serang dan Kabupaten Lebak.

“Pelanggan pun kami harapkan bisa merasakan pengalaman digital terbaik, dan ke depannya dapat mendukung percepatan digitalisasi di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya peresmian Modern City juga telah dilakukan pihak Telkom di Kota Kediri dan Tulungagung.

Hingga saat ini, kata dia, PT Telkom telah melakukan modernisasi jaringan Telkom di berbagai kota maupun provinsi di Indonesia.

Di tahun 2020, tercatat ada sebanyak 228 Modern Broadband City dan 610 T-Cloud, serta telah melakukan shutdown di 1.234 Sentral Telepon Otomat (STO).

“Semoga kita semua senantiasai dilindungi Allah, khususnya rekan-rekan Telkom yang bekerja di lapangan dalam pengerjaan instalasi, assurance, dan maintenance layanan Telkom Group. Kami juga tentunya berharap pandemi covid-19 ini segera berlalu dan kondisi kembali normal,” tutupnya.

Jaringan Telkom 100 persen

Sementara Wali Kota Serang, Syafrudin menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Telkom yang telah melakukan modernisasi jaringan di Kota Serang dengan infrastruktur jaringan fiber optic 100 persen.

Dengan jaringan Telkom yang seluruhnya sudah fiber optic ini, Syafrudin berharap dapat memudahkan pemerintah, pelaku ekonomi, dan masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.

“Terutama dalam melakukan pelaporan data, Surat Pemberitahuan Tahunan, video conference, dan berbagai keperluan lainnya dengan cepat danstabil, karena telah didukung layanan prima dari jaringan Telkom,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak, Doddy Irawan.

Ia menjelaskan Kabupaten Lebak saat ini sudah dapat mentasbihkan diri sebagai Modern Broadband City dengan adanya jaringan Telkom 100 persen fiber optic.

“Kami juga tentunya berharap PT Telkom sebagai bagian dari BUMN terus meningkatkan kualitas layanan untuk seluruh pelanggan dan masyarakat,” tandasnya. []

Teknologi & Komunikasi

Aplikasi Lapak Ibu, Pasar Digital Telkom Untuk Pedagang Pasar

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Aplikasi Lapak Ibu

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aplikasi Lapak Ibu resmi diperkenalkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). Aplikasi tersebut  merupakan aplikasi digitalisasi pasar yang ditujukan untuk para pelaku bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama yang berada di pasar tradisional.

Kick off Aplikasi Lapak Ibu ini dilakukan oleh Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid secara virtual pada Rabu (24/6) lalu.
Pasar tradisional BSD Tangerang dipilih menjadi pilot project untuk menerapkan Aplikasi Lapak Ibu.

Direktur Digital Business Telkom Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak langsung pada perekonomian, terutama para pelaku UMKM.

Pandemi membuat masyarakat tidak berani berbelanja ke pasar karena rentan terpapar virus dan mengakibatkan perekonomian di pasar menurun drastis.

“Menyadari hal itu, Telkom Indonesia memberikan solusi digital bagi pedagang dan pembeli di pasar tradisional. Aplikasi Lapak Ibu ini diharapkan dapat membawa masyarakat khususnya UMKM untuk lebih mengembangkan potensi digitalnya,” ujarnya, Senin (29/6/2020).

Muhamad Fajrin Rasyid menambahkan, launching aplikasi Lapak Ibu sebagai bagian dari tanggungjawab Telkom untuk menjawab tantatan perubahan transformasi digital.

Ia pun berharap pilot project ini dapat menjadi pelajaran dan akan terus berkembang dari waktu ke waktu.

Saat ini, Aplikasi tersebut menyasar segmen ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di pasar tradisonal.

Meski sudah kick off, namun aplikasi ini masih dalam tahap product validation untuk menghasilkan solusi yang tepat untuk kebutuhan pedagang dan pembeli di pasar.

Aplikasi Lapak Ibu Dioperasikan Sakoo

Sementara Executive Vice President Digital Telkom Indonesia (Persero) Tbk Joddy Hernady mengatakan, pemilihan Pasar BSD Tangerang sebagai proyek percontohan karena masuk area zona merah Covid-19, dan ibu-ibu yang berbelanja di pasar ini sudah sering menggunakan aplikasi untuk berbelanja.

“Harapan kami semoga ke depannya pasar online Lapak Ibu ini dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Joddy.

Dijelaskannya, aplikasi Lapak Ibu dioperasikan oleh Satu Toko Online (Sakoo) yaitu aplikasi berbasis web yang menyediakan channel penjualan secara online maupun offline.

Sakoo menyediakan fitur – fitur berupa transaksi, pengelolaan stok, data pelanggan, dan katalog produk yang dapat membantu pelaku UMKM untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam berjualan.

“Semoga aplikasi Lapak Ibu dapat mendukung pelaku usaha kecil dan menengah dan membantu masyarakat untuk beraktivitas tanpa harus keluar rumah,” tutupnya. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Aplikasi Meeting CloudX dari Telkomsel Terus Dikembangkan

EKO PRASETYO

Published

on

Aplikasi meeting

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aplikasi meeting online buatan PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel yakni CloudX sudah meluncurkan beberapa waktu dan hingga kini tetap dilakukan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Pihak Telkomsel menyatakan pengembangan aplikasi meeting CloudX ini akan terus menjadi prioritas perusahaan.

Senior Vice President Enterprise Telkomsel, Dharma Simorangkir mengatakan, pengembangan aplikasi meeting ini terus dilakukan agar dapat diakses pelanggan umum tanpa harus terdaftar sebagai pelanggan segmen koorporasi unit bisnis enterprise.

“Di tengah kondisi saat ini, pengembangan aplikasi meeting CloudX terus dilakukan. Belum lama, CloudX meluncurkan layanan yang dapat dinikmati pelanggan non korporasi atau Business to Customer (B2C),” kata Dharma Simorangkir di Jakarta, Senin, (22/6/2020).

Menurutnya, sejak awal Mei 2020, pihak perusahaan telah meluncurkan layanan CloudX Meeting on Demand.

Lewat layanan Meeting on Demand, pelanggan bisa melakukan virtual meeting CloudX secara online dengan durasi tertentu, kapanpun, dimanapun.

Dharma mengatakan, secara strategis Telkomsel akan terus menghadirkan produk dan layanan yang dapat menunjang aktivitas pengguna dalam kondisi new normal.

Salah satunya dengan berinovasi pada produk layanan berbasis video, seperti video streaming dan video conferencing.

“Penerapan video sebagai medium digital pengganti pertemuan langsung secara fisik merupakan wujud nyata dari penerapan new normal. Ini juga menjadi ekspektasi perusahaan dalam menjalankan bisnis ke depannya,” kata Dharma.

Aplikasi Meeting CloudX Perlu Sosialisasi

Adapun pengembangan Aplikasi meeting CloudX ini punya cerita sendiri, dimana sebelumnya Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekecewaannya pada Telkom, induk dari Telkomsel.

Pasalnya, Telkom dinilai terlambat membuat aplikasi meeting online, sehingga peminatnya minim.

Padahal Telkom telah diminta oleh Kementerian BUMN menyiapkan aplikasi meeting itu sejak tahun 2019 lalu.

“Telkom belum siap aplikasinya, akibatnya aplikasi Zoom yang banyak dipakai seluruh orang,” kata Budi, 20 Mei 2020.

Memang aplikasi CloudX tersebut sudah diluncurkan sejak awal tahun 2020. Tapi penggunannnya di dalam negeri dinilai belum masif, bahkan oleh instansi pemerintah sendiri belum banyak yang menggunakan.

Saat ditanyakan apakah penggunaan CloudX akan diperluas di instansi pemerintahan, Budi hanya menjawab singkat, “Pindah dong ke produk dalam negeri,” tandasnya. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Proyek Jaringan 5G dan IoT Telkomsel Terus Berjalan

Alfian Setya Saputra

Published

on

Proyek jaringan 5G

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek jaringan 5G PT Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk yang digarap oleh Telkomsel masih terus berjalan bersama Kementerian Kominfo RI meski saat ini masa pandemi Covid-19 masih terjadi.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan. Telkomsel telah melakukan sejumlah uji coba teknologi jaringan 5G.

Seperti pada perhelatan Asian Games tahun 2018, eksebisi Telkomsel 5G for Industry 4.0 di Batam pada akhir tahun 2019 dan uji coba 5G pada kegiatan The NextDEV Summit 2019 di Jakarta.

Menurutnya, dalam pengembangan proyek jaringan 5G, salah satu kesiapan proyek Telkomsel yaitu produksi mobil atau OEM serta infrastruktur pendukung, ketersediaan aplikasi dan business model yang relevan juga menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Terlebih di masa new normal saat ini, minat masyarakat dalam mengakses berbagai layananan berbasis online semakin tinggi.

Hal ini juga berdampak pada perubahan strategi bisnis dalam industri telekomunikasi.

“Untuk memenuhi kebutuhan itu, Telkomsel terus mengembangkan pelayanannya menuju jaringan 5G, yaitu dengan meluncurkan layanan Telkomsel Orbit atau Home LTE dan juga Telkomsel VoLTE,” kata Denny, Senin (15/6/2020).

Layanan Telkomsel VoLTE akan terus diperluas cakupannya ke berbagai kota dengan menggandeng sejumlah mitra penyedia smart phone yang sudah menyediakan OS pendukung layanan tersebut, seperti Samsung, Vivo dan Huawei.

Proyek Jaringan 5G Solusi Bisnis Berbasis IoT

Untuk layanan berbasis Internet of Thing (IoT), Telkomsel juga sudah memiliki unit bisnis Telkomsel IoT, yang menjadi bagian terdepan dalam pengembangan layanan telekomunikasi berbasis IoT untuk menunjang kebutuhan transformasi digital.

Sejumlah layanan Telkomsel juga sudah banyak yang dipercaya oleh perusahaan dan pelaku industri untuk membantu sistem operasional berbasis digital.

Denny menjelaskan, Telkomsel IoT baru saja meluncurkan layanan Asset Performance Management, yakni solusi manajemen aset berbasis IoT untuk para pelaku usaha di berbagai jenis industry.

Dalam upaya penanggulangan wabah Covid-19, Telkomsel juga dipercaya untuk menyediakan solusi layanan operasional berbasis IoT.

Sejumlah layanan Telkomsel IoT yakni TOMS (solusi manajemen kegiatan operasional), FleetSight (solusi manajemen kendaraan operasional), dan APM (solusi monitor aset dalam pengiriman) yang telah diimplementasikan oleh PMI untuk memaksimalkan operasional agar menjadi lebih efektif dan terkontrol secara digital.

“Memasuki usia ke-25 tahun saat ini, solusi teknologi telekomunikasi berbasis IoT merupakan salah satu unit layanan yang akan terus dikembangkan menjadi generator baru dalam bisnis Telkomsel. Termasuk untuk mendukung pencapaian Revolusi Industri 4.0 di Indonesia,” kata Denny.

Pihak Telkomsel juga berharap, jika nantinya proyek jaringan 5G sudah siap diterapkan secara bisnis di Indonesia akan semakin melengkapi keunggulan pemanfaatan solusi bisnis berbasis IoT oleh pelanggan.

“Hal itu sejalan dengan transformasi digital yang sedang dijalankan Telkomsel dan semakin menguatkan semangat mempertahankan komitmen sebagai leading digital telecommunication company di Indonesia,” pungkasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!