Connect with us
PERTAMINA

Airport Services

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Segera Beroperasi Penuh, Konektivitas Darat ke Bandara SAMS Sepinggan Semakin Mudah

Published

on

Sepinggan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aksesibilitas Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, akan semakin mudah menyusul Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang saat ini tengah dalam tahap akhir pembangunan, yakni Gerbang Karang Juang dan Gerbang Manggar. Secara khusus, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan akan terhubung dengan Kota Balikpapan melalui jalan tol Seksi V, yaitu ruas Sepinggan-Balikpapan (km 13), dengan panjang ruas jalan tol sepanjang 11,09 km.

Secara total, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terbagi atas lima seksi, dengan total panjang jalan tol sepanjang 97,99 km. Pengguna jasa bandara akan semakin dipermudah berkat adanya Gerbang Tol Manggar yang terkoneksi dengan Jalan Mulawarman sebagai akses ke Bandara SAMS Sepinggan.

“Dengan segera dioperasikannya Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, terutama Seksi V yang menghubungkan Balikpapan dengan kawasan Sepinggan yang merupakan lokasi bandara, akan menghadirkan kemudahan akses bagi warga masyarakat, pengguna jasa bandara, dan calon penumpang dari Balikpapan untuk menjangkau Bandara SAMS Sepinggan dengan cepat dan mudah,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

“Beroperasinya ruas lain dari Jalan Tol Balikpapan-Samarinda di masa mendatang juga akan memberikan kemudahan aksesibilitas warga di wilayah lain di Provinsi Kalimantan Timur untuk dapat mengakses lokasi bandara kami ini. Kemudahan akses ini juga kami harapkan dapat memberikan multiplier effect positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, pasalnya dengan adanya akses jalan tol ini dapat mempercepat waktu tempuh serta kemudahan akses dalam mobilitas orang dan barang,” lanjut Faik Fahmi.

Seperti diketahui, saat ini Seksi I (Ruas Balikpapan-Samboja) dengan panjang 22,03 km dan Seksi V (Ruas Sepinggan-Balikpapan) sepanjang 11,09 km tengah berada dalam fase akhir dari pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Jalan tol tersebut merupakan jalan tol pertama yang dibangun di Pulau Kalimantan, serta direncanakan akan menopang konektivitas wilayah calon Ibu Kota Negara baru yang direncanakan oleh Pemerintah akan dibangun di kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Modern Gerbang Udara Kalimantan Timur

Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan yang melayani konektivitas udara di kawasan Kalimantan Timur resmi dioperasikan Angkasa Pura I sejak tahun 1987. Sejak saat itu, bandara ini terus mengalami renovasi dan peningkatan kapasitas serta fasilitas, yang terbaru adalah pada tahun 2014 dengan dioperasikannya terminal baru untuk menggantikan terminal lama yang sudah mengalami overcapacity, kondisi di mana jumlah penumpang dalam satu tahun yang dilayani sudah melebihi kapasitas maksimal sebuah bandara.

Dengan luas terminal hingga 110.000 m2, kini Bandara SAMS Sepinggan dapat melayani hingga 10 juta penumpang/tahun, hampir 6 kali lipat dari kapasitas maksimal terminal lama yang hanya mampu melayani 1,7 juta penumpang/tahun.

Untuk dapat memberikan layanan terbaik (service excellence) terhadap pengguna jasa, Bandara SAMS Sepinggan kini dilengkapi dengan 72 check-in counter, 8 konter imigrasi, 8 unit baggage claim conveyor, serta fasilitas baggage handling system level 4. Untuk fasilitas sisi udara, Bandara SAMS Sepinggan dilengapi dengan 35 parking stand, yang terbagi menjadi 30 parking stand yang dapat menampung pesawat jenis narrow body dan 5 parking stand yang dapat menampung pesawat berbadan besar atau wide body. Landas pacu atau runway Bandara SAMS Sepinggan memiliki dimensi 2.500×45 m, serta dilengkapi dengan 7 exit taxiway dan 1 parallel taxiway untuk melayani kebutuhan lalu lintas udara yang padat. Bandara ini juga dilengkapi dengan 11 garbarata atau aviobridge, serta dapat melayani pesawat terbesar hingga jenis Airbus A330-200.

Kualitas layanan Bandara SAMS Sepinggan juga telah diakui secara internasional, dibuktikan dengan berbagai penghargaan skala dunia yang diraih. Pada tahun 2020 lalu, penghargaan dari Airport Council International (ACI) berhasil diraih, yaitu Best Airport by Size in Asia-Pacific: 5-15 Million Passenger per Year. Capaian tersebut semakin melengkapi penghargaan yang diterima dari ACI di tahun sebelumnya, di antaranya adalah Best Environment & Ambience by Size: 5-15 Million Passenger per Year, Best Customer Service: 5-15 Million Passenger per Year, Best Infrastructure & Facilitation: 5-15 Million Passenger per Year yang diterima di tahun 2019.

Pada tahun 2020 lalu, sebanyak 2.748.791 penumpang, 33.756 pergerakan pesawat udara, serta 45.864.885 kg kargo terlayani oleh Bandara SAMS Sepinggan

“Seperti halnya di hampir seluruh bandara lain di dunia, statistik tahun 2020, khususnya penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara SAMS Sepinggan mengalami penurunan dibanding catatan di tahun 2019 dikarenakan imbas dari pandemi global Covid-19. Untuk pergerakan penumpang mengalami penurunan sebesar 49%, sedangkan pesawat turun 43%. Namun demikian, untuk lalu lintas kargo justru mengalami pertumbuhan positif, yaitu sebesar 3%,” tambah Faik Fahmi.

“Hadirnya akses Jalan Tol Balikpapan-Samarinda ini diharapkan dapat turut serta dalam mengatrol pertumbuhan trafik udara di Bandara SAMS Sepinggan. Jalan tol ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap angkutan kargo, dengan keunggulan waktu dan jarak tempuh menuju bandara yang terpangkas jauh,” lanjutnya.

“Dengan semakin mudahnya akses menuju bandara, serta keunggulan fasilitas dan layanan yang dimiliki oleh Bandara SAMS Sepinggan, kami yakin bahwa bandara ini akan dapat menjadi bandara penunjang utama konektivitas udara serta pintu gerbang udara utama di Ibu Kota Negara baru kelak,” tutup Faik Fahmi. []

Airport Services

Wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Angkasa Pura I Salurkan Rp5,6 Miliar pada Semester I 2021

Published

on

tanggung jawab sosial

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa berkomitmen untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Hal tersebut dilakukan melalui pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Pada semester 1 2021, Angkasa Pura I telah menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sebesar Rp5,6 miliar yang terdiri dari penyaluran program pendanaan usaha mikro kecil (UMK) sebesar Rp350 juta dan bantuan kegiatan bina lingkungan sebesar Rp4,53 miliar serta bantuan corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp799.528.500,-.

Sebagai badan usaha yang beroperasi di tengah masyarakat, Angkasa Pura I memiliki kewajiban tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan merupakan kunci bagi keberlanjutan bisnis di mana para pemangku kepentingan mendapat manfaat dari keberlangsungan bisnis perusahaan.

“Selain berkontribusi terhadap perwujudan konektivitas udara melalui pengembangan infrastruktur bandara di Indonesia, Angkasa Pura I juga memberikan sumbangsih terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Adapun program bina lingkungan yang telah dilaksanakan pada semester I 2021 yaitu bantuan sektor bencana alam untuk korban banjir Manado dan Banjarmasin yang merupakan bentuk perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) kesebelas (kota dan pemukiman berkelanjutan); bantuan bidang pendidikan dan pelatihan untuk pembangunan dan renovasi sarana pendidikan, dan beasiswa D3 Kebandarudaraan yang merupakan bentuk perwujudan TPB keempat (pendidikan berkualitas); bantuan bidang kesehatan berupa pelayanan kesehatan keliling di Yogyakarta dan Semarang sebagai perwujudan TPB ketiga (kehidupan sehat sejahtera); bantuan sarana umum berupa pembangunan Posyandu, pembangunan gedung sekretariat warga dan yayasan pemulihan korban narkoba sebagai perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan kesebelas (kota dan pemukiman berkelanjutan); bantuan bidang ibadah yang merupakan bentuk perwujudan TPB keempat dan kesebelas; dan bantuan bidang sosial pengentasan kemiskinan untuk yayasan dan panti asuhan sebagai bentuk permenuhan TPB kesatu (tanpa kemiskinan), kedua (tanpa kelaparan), dan kedelapan (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi).

Untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan, Angkasa Pura I senantiasa mengantisipasi potensi dampak yang akan timbul, baik terhadap lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Oleh karena itu, Angkasa Pura I senantiasa berupaya memperhatikan dan memenuhi kepentingan dan harapan bersama para pemangku kepentingan perusahaan, terutama masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, dengan perusahaan melalui pelaksanaan program-program yang sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals.

Pada masa adaptasi kebiasaaan baru, Angkasa Pura I menyesuaikan strategi CSR-nya sehingga dapat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Salah satu inisiatif yang dilakukan yaitu dengan memberikan stimulus pembayaran angsuran bagi mitra binaan perusahaan agar keberlangsungan usaha dapat tetap terjaga. Selain itu, Angkasa Pura I juga turut aktif membantu penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 dan membantu masyarakat yang terdampak pandemi melalui pemenuhan kebutuhan alat kesehatan dan bantuan sembako. Untuk bantuan alat kesehatan beserta pendukungnya terdiri dari cairan disinfektan, hand sanitizer, kacamata google, fasilitas cuci tangan portable, alat pelindung diri (APD), alat semprot disinfektan, thermo gun, masker kain, masker N95, sarung tangan karet, komputer desktop, printer, face shield, mobil ambulance, sepatu medik.

Untuk mendukung strategi bisnis, Angkasa Pura I merancang program CSR yang relevan dengan bisnis kebandarudaraan yaitu Program Beasiswa Diploma III Kebandarudaraan bagi lulusan sekolah menengah atas yang berprestasi di wilayah kerja perusahaan.

Selain itu, Angkasa Pura I juga merancang program CSR yang mendukung pengembangan pariwisata daerah seperti pembangunan fasilitas umum di tempat wisata, penanaman terumbu karang, dan penghijauan di daerah wisata. Adapun fasilitas umum yang dibangun di daerah wisata di wilayah bandara Angkasa Pura I beradaseperti Pantai Laisana Kupang, Pantai Pulisan Manado, Hutan Pinus Gunung Penggger Bantul, Taman Satwa Taru Jurug Surakarta, Pura Besakih Bali, Taman Bantimurung Maros; yaitu toilet umum, tempat sampah, pembangunan spot foto, pembangunan area komersil di tempat wisata, pembangunan titian di taman wisata mangrove, dan lainnya.

Angkasa Pura I juga berkontribusi terhadap perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan nomor 3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan dengan menginisiasi program pelayanan kesehatan keliling dengan nama Program “Ibu dan Anak Sehat, Bangsa Kuat”. Program yang diinisiasi sejak 2012 lalu merupakan program pelayanan kesehatan umum, termasuk pengobatan bagi ibu hamil dan menyusui, pengobatan bayi dan balita, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi wajib di 12 wilayah kantor cabang Angkasa Pura I.

Di bidang pendidikan, Angkasa Pura I juga juga menginisiasi Program Perpustakaan Digital di Semarang untuk meningkatkan minat baca masyarakat melalui penyediaan website berisi e-book bacaan umum, remaja, anak, dan sastra klasik serta buku kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah, serta buku audio juga film. []

Continue Reading

Airport Services

Dukung Pengembangan UMKM DIY, Angkasa Pura I Berikan Pelatihan Pemasaran Digital pada Mitra Binaan

Published

on

Pengembangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa berkomitmen untuk mendukung pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) daerah sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. Hal tersebut diwujudkan salah satunya dengan memberikan pelatihan pemasaran digital atau digital marketing bagi pada UMKM binaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pelatihan pemasaran digital kepada mitra UMKM binaan ini merupakan wujud penyaluran Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (Pembinaan Mitra Binaan) Kantor Cabang pada Pilar Ekonomi yang dilakukan oleh Kantor Cabang Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo di mana pelatihan ini diselenggarakan secara virtual selama dua hari yaitu tanggal 14-15 September 2021,
pelatihan diikuti oleh 45 orang peserta yang merupakan mitra binaan dari seluruh wilayah Kabupaten dan Kota di DIY.

“Angkasa Pura I senantiasa berupaya berkontribusi terhadap pengembangan UMKM, khususnya mitra binaan perusahaan, agar para UMKM tersebut dapat bertahan di tengah pandemi yang melanda. Pelatihan merupakan program rutin yang diberikan perusahaan agar mitra binaan dapat terus meningkatkan daya saing, terutama di tengah pandemi seperti ini. Oleh karena itu, dengan meningkatnya aktivitas digital pada masa pandemi ini, mitra binaan pun diberikan pelatihan pemasaran digital untuk menyasar customer yang sebagian besar sudah beralih ke digital,” ujar Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan.

Dalam memberikan pelatihan dua hari ini, Angkasa Pura I bekerja sama dengan MarkPlus Institute di mana materi berjudul “Digital Marketing for a Better Business: Berbisnis Melalui Marketplace untuk UMKM”, disampaikan oleh Naning, Pimpinan MarkPlus Institute Area Jawa Tengah dan DIY. Naning menyampaikan, “Materi yang telah disiapkan untuk pengayaan ilmu bagi para peserta lebih mengenai pendalaman usaha di era bisnis dengan basis teknologi digital. Dengan harapan para peserta dapat melakukan penyesuaian diri dan usaha di tengah perkembangan teknologi yang pesat, serta bagaimana para peserta dapat memanfaatkan teknologi digital untuk membuat branding dan mempromosikan usahanya.”

Handy Heryudhitiawan mengatakan bahwa penentuan tema “Digital Marketing for a Better Business” ini sesuai dengan kondisi masa adaptasi kebiasaan baru di mana pandemi mengubah perilaku berbelanja masyarakat yang lebih banyak belanja secara online, sehingga teknologi mampu membuka peluang pelaku usaha untuk beradaptasi di era digital. Para pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan teknologi digital agar dapat mengembangkan usahanya.

“Diharapkan melalui pelatihan ini seluruh peserta dapat menambah manfaat ilmu dan wawasan, khususnya mengenai pengembangan bisnis marketplace, seperti bagaimana meningkatkan serta menganalisa kinerja penjualan, dan performa usaha,” ujar Handy.

Salah satu dari peserta, Priyo Nugroho (Mandiri Craft), yang merupakan mitra binaan asal Kabupaten Kulon Progo, menyampaikan apresiasi dan harapan untuk dapat terus berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat di era digital. “Pembinaan dan pelatihan ini memberikan semangat dan motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha masing-masing. Terlebih lagi dalam berupaya mengembangkan usaha di masa pandemi,” imbuhnya.

Selain Pelatihan pemasaran digital, di bulan yang sama, Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Internasionak Yogyakarta – Kulon Progo telah melaksanakan Program Sertifikasi Halal kepada 4 (empat) mitra binaan Angkasa Pura I di Yogyakarta. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) melalui pengembangan kapasitas dan produk mitra binaan. Sekaligus memberikan dorongan dan dukungan kepada mitra binaan untuk naik kelas dan selalu mengembangkan produk usahanya. []

Continue Reading

Airport Services

Bukti Kontribusi terhadap Dunia Pendidikan, Angkasa Pura I Raih Penghargaan ISDA 2021

Published

on

pendidikan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa mengimplementasikan praktik bisnis berkelanjutan, salah satunya dengan berkontribusi terhadap pemberdayaan dan pengembangan lingkungan sosial, khususnya di bidang pendidikan, selain berkontribusi positif terhadap pemeliharaan lingkungan alam.

Hal tersebut dibuktikan dengan penghargaan Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021 yang diraih Angkasa Pura I karena dinilai telah mengimplementasikan praktik tanggung jawab sosial perusahaan berdasarkan ISO 26000:2013 terkait tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs). Penghargaan tersebut diserahkan kepada Herriyanto, Corporate Social Responsibility Environment Senior Manager PT Angkasa Pura I (Persero) di Hotel JS. Luwansa Jakarta pada Jumat 17 September 2021.

“Penghargaan ini merupakan wujud komitmen Angkasa Pura I untuk turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. Angkasa Pura I berterima kasih atas penghargaan ISDA 2021 yang diberikan dari Corporate Forum for SCR Development ini. Penghargaan ini merupakan penyemangat bagi kami, khususnya insan Angkasa Pura I yang menjalankan fungsi CSR, dan menjadi pengingat bahwa sebagai perusahaan, Angkasa Pura I perlu berjalan beriringan dan berperan dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Adapun penghargaan ISDA 2021 yang dianugerahkan kepada Angkasa Pura I terkait dengan kontribusi perusahaan dalam pencapaian poin SDGs 4.1 tentang peningkatan pendidikan di mana pada bidang pendidikan ini Angkasa Pura I menginisiasi Program Beasiswa Diploma III (DIII)Program Studi Kebandarudaraan di Universitas Mataram.

Program Beasiswa DIII Kebandarudaraan dimulai sejak 2019 bagi siswa siswi lulusan sekolah menengah berprestasi dan berasal dari keluarga prasejahtera di wilayah kerja Angkasa Pura I yang juga lulus seleksi perusahaan. Adapun bentuk bantuan pada program beasiswa ini yaitu beasiswa biaya kuliah hingga lulus; akomodasi siswa dalam dormitory berserta dengan pemenuhan kebutuhannya; bantuan fasilitas pendidikan berupa laptop dan koneksi internet. Selain itu, penerima beasiswa juga diberikan program pengembangan diri seperti kursus Bahasa Inggris, pembinaan mental dan fisik untuk membentuk kedisiplinan, pembinaan keagamaan dan sosial, pengembangan softskill melalui keikutsertaan pada ajang Duta Bahasa NTB dan kejuaraan olahraga lainnya. Hingga 2020, jumlah siswa yang menjadi peserta program beasiswa ini yaitu sebanyak 58 siswa yang terdiri dari 29 siswa per angkatan.

Nantinya, setelah lulus pendidikan tinggi, para penerima beasiswa D3 ini berkesempatan untuk diangkat menjadi karyawan Angkasa Pura I jika dinyatakan lulus tes kesehatan yang menjadi standar perusahaan. Lulusan program ini akan diposisikan sebagai Staf Operasi Bandara yang meliputi bidang-bidang seperti Aviation Security, Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran, dan Airport Operation Officer.

Sebagai informasi, pada bidang pendidikan, Angkasa Pura I juga juga menginisiasi Program Perpustakaan Digital di Semarang untuk meningkatkan minat baca masyarakat melalui penyediaan website berisi e-book bacaan umum, remaja, anak, dan sastra klasik serta buku kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah, serta buku audio juga film.

Kegiatan CSR Angkasa Pura I Lainnya

Untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan, Angkasa Pura I senantiasa mengantisipasi potensi dampak yang akan timbul, baik terhadap lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Oleh karena itu, Angkasa Pura I senantiasa berupaya memperhatikan dan memenuhi kepentingan dan harapan bersama para pemangku kepentingan perusahaan, terutama masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, dengan perusahaan melalui pelaksanaan program-program yang sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals.

Pada masa adaptasi kebiasaaan baru, Angkasa Pura I menyesuaikan strategi CSR-nya sehingga dapat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Salah satu inisiatif yang dilakukan yaitu dengan memberikan stimulus pembayaran angsuran bagi mitra binaan perusahaan agar keberlangsungan usaha dapat tetap terjaga. Selain itu, Angkasa Pura I juga turut aktif membantu penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 dan membantu masyarakat yang terdampak pandemi melalui pemenuhan kebutuhan alat kesehatan dan bantuan sembako. Untuk bantuan alat kesehatan beserta pendukungnya terdiri dari cairan disinfektan, hand sanitizer, kacamata google, fasilitas cuci tangan portable, alat pelindung diri (APD), alat semprot disinfektan, thermo gun, masker kain, masker N95, sarung tangan karet, komputer desktop, printer, face shield, mobil ambulance, sepatu medik.

Untuk mendukung strategi bisnis, Angkasa Pura I merancang program CSR yang relevan dengan bisnis kebandarudaraan yaitu merancang program CSR yang mendukung pengembangan pariwisata daerah seperti pembangunan fasilitas umum di tempat wisata, penanaman terumbu karang, dan penghijauan di daerah wisata. Adapun fasilitas umum yang dibangun di daerah wisata di wilayah bandara Angkasa Pura I beradaseperti Pantai Laisana Kupang, Pantai Pulisan Manado, Hutan Pinus Gunung Penggger Bantul, Taman Satwa Taru Jurug Surakarta, Pura Besakih Bali, Taman Bantimurung Maros; yaitu toilet umum, tempat sampah, pembangunan spot foto, pembangunan area komersil di tempat wisata, pembangunan titian di taman wisata mangrove, dan lainnya.

Angkasa Pura I juga berkontribusi terhadap perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan nomor 3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan dengan menginisiasi program pelayanan kesehatan keliling dengan nama Program “Ibu dan Anak Sehat, Bangsa Kuat”. Program yang diinisiasi sejak 2012 lalu merupakan program pelayanan kesehatan umum, termasuk pengobatan bagi ibu hamil dan menyusui, pengobatan bayi dan balita, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi wajib di 12 wilayah kantor cabang Angkasa Pura I. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!