Jalan Berliku Krakatau Steel Tutup Utang Rp28,5 Triliun

oleh
Krakatau Steel

Utang Krakatau Steel yang mencapai US$2 miliar atau setara Rp28,5 triliun menemui titik terang usai ditandatanganinya penandatanganan perjanjian kredit terkait restrukturisasi hutang BUMN manufaktur baja tersebut. Salah satu perbankan yang berporsi besar dalam memberikan kredit adalah Bank Mandiri.

Menurut Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Royke Tumilaar terdapat tiga tahapan dalam penyelesaian utang Krakatau Steel.

Ketiga tahapan tersebut yaitu tranche A yang dilakukan kas perusahaan. Kedua yaitu tranche B yang berasal dari penjualan aset serta tahapan ketiga tranche C pembayaran yang dilakukan seiring dengan perbaikan kinerja termasuk di dalamnya menerbitkan convertible bond.

Tenor tranch A dalam jangka 8-10 tahun kemudian tranch B selama 3 tahun dan tranch C nampaknya akan panjang karena terdapat unsure convertible bond,” terang Royke (28/8)

Bank Mandiri, lanjut Royke, memiliki porsi besar dari keseluruhan utang Krakatau Steel yaitu mencapai Rp7-8 trliun. Adanya perjanjian kredit tersebut diharapkan jalannya restrukturisasi akan lebih ringan.

“Bunganya ditetapkan di bawah 5 persen,” tambah Royke.

Namun dalam klausul perjanjian kredit tersebut, Krakatau Steel dituntut untuk segera memperbaiki performa kinerja operasional perusahaan sehingga dengan demikian para kreditur bisa lebih percaya bahwa perusahaan mampu melunasi utang-utangnya. [] –ayu-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *