IPC Semakin Matang Hadapi Tantangan 2018

by

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC senantiasa terus mewujudkan kinerja positif yang berkesinambungan dengan secara konsisten menjalankan corporate roadmap. Menurut Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya, yang menjadi fokus Perseroan yaitu Operational & Service Improvement, Expansion of Subsidiaries, Infrastructure Development dan Optimize IT Utilizatio. Memasuki usia perak, lanjut Elvyn, IPC dalam perjalanannya telah teruji berhasil melewati berbagai tantangan dan krisis dengan terus memperbaiki diri melalui upaya-upaya peningkatan kualitas balk di sisi hard maupun soft infrastruktur, peningkatan tata kelola dan manajemen perusahaan, penerapan proses bisnis dan manajemen risiko yang balk serta inovasi produk dan jasa kepelabuhanan.

“Menyambut fase establishment, IPC akan memperkuat pelayanan dan operational excellent guna mencapai cita-cita sebagai World Class Port Operator,” ujar Elvyn.

Baca Juga : Kinerja Pelindo III Tumbuh Mengesankan

KILAS BALIK CAPAIAN KORPORASI
IPC terus meningkatkan fungsi-fungsi seperti budget control, financial report dashboard, dan optimalisasi revenue enhancement dan cost effectiveness sampai dengan November 2017 menunjukkan realisasi pendapatan operasi sebesar Rp 9,5 triliun, EBITDA Rp 3,781 triliun, laba bersih tahun berjalan Rp 1,7 triliun dan BOPO 67% yang Iebih baik daripada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara korporasi, realisasi trafik arus peti kemas sebanyak 6,2 juta TEUs atau Iebih rendah dari target 6,3 juta TEUs, untuk arus barang terealisasi 45,99 juta ton atau Iebih rendah dari target sebanyak 49,576 juta ton, sedangkan untuk kunjungan kapal pencapaiannya 33.151 unit atau melampaui target RKAP sebanyak 30.616 unit.

Dalam kaitannya mewujudkan kinerja unggul berkesinambungan, sejumlah pencapaian korporasi juga telah dicatatkan diantaranya pencapaian skor GCG tahun 2016 sebesar 93.32 dengan kategori “sangat baik” meningkat 10 poin dari tahun sebelumnya yakni 83,21. Pencapaian skor KPI 2017 adalah 101,1% dengan hasil assessment KPKU memperoleh nilai 553,5 (klasifikasi good performance dengan rentang 476-575) dimana skor tersebut juga melebihi target KPKU 2017 yaitu 540.

Baca Juga : Sepanjang Tahun 2017 Angkasa Pura Airport Berhasil Layani 89,7 Juta Penumpang

Dalam kaitannya untuk melakukan perbaikan pelayanan dan operasional IPC telah melakukan upaya-upaya guna menekan Dwelling Time dibawah 3 hari diantaranya melalui pembuatan Integrated Container Freight Station (CFS) di Pelabuhan Tanjung Priok, modernisasi infrastruktur dan supratruktur pelabuhan serta optimalisasi penggunaan teknologi informasi yang dilaksanakan dalam bentuk implementasi VTS (Vessel Traffic System), MOS (Marine Operating System), Inaportnet, NPK dan PK TOS, Auto Tally dan Auto Gate serta E-Service.

Pada pertengahan Triwulan III/2017, IPC juga telah mencatatkan sejarah baru di Pelabuhan Tanjung Priok. Untuk pertama kalinya setelah 160 tahun, Pelabuhan Tanjung Priok melayani kapal kontainer dengan kapasitas 10.000 TEUs yang merupakan kapal terbesar yang pernah masuk ke Indonesia. Kapal besar dengan Iayanan Java-America Express (JAX) Service ini melayari rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA & Oakland) Amerika Serikat (direct call). Selain ke USA, di tahun 2017 IPC telah melayani kapal dengan Iayanan direct call ke Eropa dengan nama Iayanan SEANE atau South East Asian — North Europe, China, Vietnam dan Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *