Investasi Proyek Infrastruktur, Adhi Karya Siapkan Modal Rp8 Triliun

oleh
investasi proyek infrastruktur

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Adhi Karya (Persero) tengah menyiapkan permodalan untuk investasi proyek infrastruktur lima tahun mendatang. Bahkan perusahaan pelat merah itu tak tangung-tanggung telah siapkan dana investasi belanja modal sebesar Rp7 sampai 8 triliun di tahun 2020.

Disampaikan Direktur Pengembangan & QHSE PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) Partha Sarathi, beberapa proyek infrasruktur yang saat ini tengah dibidik perseroan antara lain adalah jalan tol, air minum, dan energi.

Sementara untuk Investasi proyek infrastruktur diharapkan dapat memberikan dampak pada perolehan kontrak konstruksi.

“Untuk itu saat ini kami tetap fokus di infrastruktur dan capex (capital expenditure) dalam 5 tahun kurang lebih Rp200 triliun,” kata dia.

“Memang kami tidak bisa 100 persen, jadi tergantung share-nya. Tapi yang jelas adalah tujuannya feeding (perolehan kontrak) ke konstruksi,” jelas Partha.

Selain itu lanjutnya, investasi proyek infrastruktur ini masih dinilai menjanjikan seiring rencana pemerintah yang akan menggenjot proyek-proyek kerja sama dengan badan usaha.

Untuk itu kata Partha menambahkan, untuk belanja modal dalam investasi proyek infrastruktur ini bisa diperoleh dengan beragam cara.

Di antaranya adalah dengan mulai dari penyertaan modal hingga pinjaman dan penerbitan surat utang.

Dia juga memperkirakan untuk belanja modal yang akan dirogoh dalam investasi 5 tahun ke depan kisarannya mencapai Rp7 triliun hinggaRp8 triliun.

Investasi Proyek Infrastruktur Nasional

Menurut Partha untuk investasi proyek infrastruktur ke depannya dinilai akan jauh lebih masif, seiring ini rencana pemerintah yang akan memulai pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

Diketahui untuk besaran biaya pemindahan ibu kota negara mencapai Rp486 triliun. Sebanyak Rp265,20 triliun atau 54,60 persen biaya tersebut diharapkan berasal dari kerja sama dengan badan usaha.

Tentunya dalam catatan bisnis, akan hal ini, ADHI sedikitnya terlibat dalam investasi enam proyek senilai Rp95 triliun.

Diketahui dari enam proyek yang sedang berjalan tersebut ada tiga proyek jalan tol yang digarap perseroan bersama mitra dengan penyertaan modal bervariasi.

Lalu pengerjaanproyek jalan tol Solo – Yogyakarta, Adhi Karya akan memegang porsi sebesar 40 persen.

Sedangkan untuk pembangunan proyek di jalan tol Cikunir – Ulujami sebesar 15 persen.

Selain itu, Adhi Karya juga telah menguasai 3 persen saham yang dimiliki PT Jakarta Tollroad Development, selaku pemegang konsesi 6 ruas tol dalam kota Jakarta.

Selain jalan tol, ADHI saat ini juga tengah terlibat dalam tiga proyek sistem penyediaan air minum (SPAM).

Bahkan untuk ketiga proyek tersebut antaranya SPAM Karian Timur, SPAM Karian Barat, dan SPAM Dumai.

Untuk keseluruhan proyek tersebut adalah prakarsa badan usaha (unsolicited) dan sejauh ini baru SPAM Dumai yang telah memulai konstruksi.

Dituturkan Partha, dalam 3 – 4 tahun ke depan, Adhi Karya juga meniatkan diri untuk melakukan divestasi sejumlah aset yang telah mulai beri keuntungan (brownfield).

“Sekarang ini kan masih greenfield, belum ada yang bisa divest. Tapi saat ini masih perlu tiga sampai empat tahun lagi,” tandasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *