Sri Mulyani: “Investasi Penting untuk & Pemerataan Ekonomi”

by

Usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara belum lama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa investasi penting, agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh sesuai target dan lebih merata, tidak didominasi oleh satu mesin pertumbuhan, dalam hal ini adalah konsumsi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa untuk investasi ini yang dilakukan ada beberapa hal. Pertama, simplifikasi regulasi dan kebijakan.

“Itu (investasi) dilakukan dengan mengurangi berbagai peraturan yang menghalangi dan kemudian menciptakan proses yang lebih singkat dan mudah. Single submission akan dilakukan, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting,” jelasnya.

Baca Juga : 56% Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Disumbang oleh Sektor Konsumsi

Seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet (Setkab), langkah kedua menurut Menkeu adalah dengan menggunakan insentif dari APBN secara lebih aktif. Hal ini yaitu Kementerian Perindustrian yang melakukan review atas komposisi industri yang berpotensi.

“Kita sudah melakukan review terhadap tax allowance dan tax holiday. Dari sisi pelaksanaan tax allowance dan tax holiday ini, apa faktor-faktor yang menjadi penghambat. Sebut saja, mengenai jumlah tenaga kerja yang harus diserap kemudian juga dengan nilai investasi minimal,” ungkapnya.

Menurutnya, review yang dilakukan dilihat kepada industri yang memang sudah memiliki potensi untuk berkembang.

“Kita akan lihat kalau perusahaan ini adalah perusahaannya memang sudah akan melakukan ekspansi dan ekspansinya itu memang memiliki suatu nilai yang signifikan, maka dia bisa dipertimbangkan untuk mendapatkan (insentif),” ujarnya.

Baca Juga : Ekonomi Digital Indonesia Akan Tumbuh Mencapai Rp1.700 Triliun di Tahun 2020

Sisi skema allowance, imbuhnya, tentu dioptimalkan. Kemudian dari sisi regulasi yang ada, dengan memberikan satu kompensasi sehingga insentif untuk investor yang berinvestasi menjadi muncul, risiko menjadi lebih kecil, tapi hasilnya lebih tinggi, dan insentifnya menjadi lebih besar lagi. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *