Investasi Industri Asuransi Jiwa Diproyeksikan Tumbuh Positif

by
Asuransi Jiwa

Hasil investasi industri asuransi jiwa diproyeksikan akan tumbuh positif di tahun ini pasca Bank Indonesia (BI) kembali mengatrol suku bungan acuan 0,25% menjadi 5,5%.

Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Asmawi Syam mengatakan sebagian besar instrumen penempatan investasi perusahaan asuransi jiwa itu di antaranya reksadana dan saham yang diharapkan memberikan imbal hasil yang bagus setelah bank sentral mengkerek suku bunga acuan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pihaknya terus mengamati kondisi ekonomi global seperti pengaruh perekonomian Turki yang mengalami pelemahan mata uang, dsb. Menurutnya, kebijakan diharapkan dapat mendorong iklim investasi di dalam negeri tumbuh.

Baca Juga: Asuransi Re Kantongi Premi Capai Rp3 Triliun

“Kami investasikan uang-uang yang ada di Indonesia diinvestasikan kembali. Para investor itu tidak tergiur investasi di luar sehingga dana yang ada akan berputar untuk membangun infrastruktur, membangun pertumbuhan ekonomi, dan mata uang RI kembali menguat,” terangnya.

BI menaikkan suku bunga acuan Seven Day Reverse Repo Rate 0,25% menjadi 5,5% untuk mengurangi defisit neraca transaksi berjalan dan menarik modal asing dengan harapan meningkatkan daya tarik aset rupiah. Bank Sentral sepanjang tahun ini sudah menaikkan bunga acuan sebesar 125 basis poin. BI mempertimbangkan ruang kenaikan suku bunga acuan di sisa tahun dengan melihat perkembangan tekanan ekonomi global dan domestik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga akhir Juni 2018, hasil investasi asuransi jiwa minus Rp7.5 Triliun, berbeda jauh jika dibandingkan pada semester pertama tahun lalu hasil investasi asuransi jiwa mencapai Rp13.9 Triliun. Kondisi itu diperkirakan karena terpengaruh situasi ekonomi global yang turut memengaruhi pasar modal yang menjadi instrumen investasi. []

One thought on “Investasi Industri Asuransi Jiwa Diproyeksikan Tumbuh Positif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *