Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Intip Peluang Waskita Beton Masuk Pasar Regional

MediaBUMN

Published

on

pasar regional

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Peluang terbuka lebar bagi PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) untuk masuk ke pasar regional. Hal ini dikarenakan anak perusahaan Waskita Karya tersebut telah mendapatkan kontrak dari Singapura terkait pengadaan beton pemecah gelombang (tetrapod beton) dengan nilai Rp217 miliar.

Dijelaskan Direktur Pemasaran Waskita Beton Agus Wantoro, Jumat (22/11), kontrak tersebut adalah biaya pengadaan 150 ribu buah tetrapod beton.

Namun menurutnya, pengadaan yang dilakukan pihaknya saat ini tidaklah mudah. Sebab, pihak Singapura sangat detil dalam memeriksa produksi yang akan kita berikan.

“Untuk mendapatkan tetrapod beton Ini tidaklah mudah. Karena pihak Singapura dengan detil akan memeriksa kapasitas produksi kita,” terangnya.

Kapasitas yang akan diperiksa dirincikannya seperti kualitas produk hingga kemampuan keuangan dalam menghasilkan produk yang akan diberikan kepada pihak Singapura.

Kendati demikian hal ini disampaikannya sebagai babak baru dalam pengembangan bisnis Waskita Beton.

Sekedar informasi, proyek pengadaan tetrapod beton yang sedang digarap perusahaan BUMN ini adalah hasil kerjasama dengan Temasek yang merupakan BUMN milik pemerintah Singapura.

Temasek sendiri awal prosesnya telah mengutus perusahaan lokal Singapura, Semut Tama Langgeng Pte Ltd untuk bisa melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan pelat merah, dalam hal ini adalah Waskita Beton.

Dalam penjelasannya Agus mengatakan pihaknya telah menyelesaikan sebagian produk tetrapod beton dan siap untuk dikirim.

Bahkan tak hanya itu saja yang sedang dikerjakan Waskita Beton, diakuinya saat ini juyga tengah ada penggarapan light rail transit di Filipina.

Namun diakuinya juga bahwa yang ikut tender di Filipina adalah induk usaha, Waskita Karya.

“Tender itu adalah proyek LRT dari Malolos hingga Clark. Sekarang ini hanya menantikan pengumuman siapa pemenang tender,” kata dia.

Agus berharap jika Waskita Karya dinyatakan memenangkan tender tersebut dalam pengerjaan readymix dan beton pracetak (precast) nantinya akan diserahkan kepada Waskita Beton.

Hal ini dikarenakan kondisi industri konstruksi dalam negeri selama 2019 sedang lesu. Bahkan di saat yang sama, pelaku industri regional masuk ke Indonesia.

Untuk itu, saat ini, Waskita Beton juga tengah melakukan penjajakan kerja sama ke pada para pelaku industri konstruksi regional.

“Pengembangan teknologi perlu dilakukan. Sinergisitas juga harus diperkuat untuk kita bisa mencari peluang masuk ke pasar regional,” kata Agus.

Upaya pun terus dilakukan pihak Waskita Beton. Bahkan pihaknya telah melakukan tanda tangan kontrak dengan perusahaan konstruksi asal Korea Selatan dan Malaysia.

Harapannya kerja sama yang terjalin tersebut adalah salah satu penguatan sinergisitas dalam pengembangan penguasaan teknologi. Termasuk peluang masuk ke pasar regional. []

HIGHLIGHT BUMN

Holding BUMN Pertahanan, PT LEN: Tunggu Aba-aba Erick Thohir

MediaBUMN

Published

on

Holding BUMN Pertahanan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding BUMN Pertahanan tampaknya bakal segera terwujud. Pasalnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, sudah menunjuk PT LEN Industri (Persero) sebagai ketua tim percepatan untuk industri pertahanan yang salah satu tugasnya adalah pembentukan holding tersebut.

Menurut Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin terkait kelanjutan pembentukan holding BUMN Pertahanan tersebut pihaknya mengaku masih menunggu arahan kementerian BUMN.

“Tunggu aba-aba Pak Erick Thohir! Apakah nantinya jadi formal holding atau bagaimana kami belum ada arahan lebih lanjut. Tapi intinya kami (PT LEN) sudah membentuk satu klaster industri pertahanan bersama PT Pindad, PT Bahana, PTDI dan PT PAL,” ujarnya kepada MEDIABUMN (12/2)

Lebih lanjut Zakky mengatakan bahwa saat ini seluruh anggota klaster tersebut secara bersama-sama tengah menggarap rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) untuk lima tahun mendatang serta upaya percepatan dalam industri pertahanan.

“Sesuai dengan RJPMN yang dibuat oleh pemerintah,” ujarnya.

Adapun, jelas Zakky, pembentukan holding BUMN Pertahanan tersebut salah satunya adalah bertujuan agar produktivitas dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) maampu berintegrasi dengan baik. Selain tentunya untuk pengembangan pemenuhan alutsista di dalam negeri.

“Jadi kuncinya agar pertahanan kita jauh lebih mandiri karena seluruh alutsista diproduksi di dalam negeri,” terang Zakky.

Oleh karena itu Zakky mendorong agar pemerintah terus berakselerasi dalam penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya pemanfaatan pada energi surya (matahari).

“Kan terlebih sudah ditetapkan 23 persen mix energy sudah harus tercapai di tahun 2025,” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa dari 23 persen tersebut terdapat energi matahari yang ditargetkan sebesar 6,5 gigawatt. Dimana saat ini masih berada dibawah 500 megawatt.

“Masih jauh! Itu yang terus kami dorong. Karena marketnya sudah ada tinggal bagaimana regulasinya, bagaimana hambatannya, tentunya regulasi yang dianggap menghambat tentunya harus direvisi. Sehingga target Presiden Joko Widodo terkait EBT ini dapat terealisasi sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan,” tutup Zakky. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Erick Thohir Sorot BUMN Rugi Walaupun Terus Diguyur Modal

CHRIESTIAN

Published

on

BUMN rugi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN rugi terus menggerogoti uang negara! Menjadi benar kalau terbukti penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan sebagai kompensasi fungsi penugasan, digunakan untuk tujuan tidak jelas bahkan dikorupsi.

Adanya PMN tidak serta merta membuat BUMN minim kreasi semata hanya menjalankan tugas negara, namun juga dituntut untuk menciptakan profit sehingga fungsi korporasi memberikan dividen (keuntungan) bagi negara tetap dilakukan.

Meskipun harus diakui kedua fungsi ini memang tidak mudah untuk berjalan dengan mulus secara beriringan.

Namun di tengah isu tentang PMN tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan jika seluruh BUMN tidak asal meminta PMN saja namun juga harus berinovasi menciptakan dividen untuk negara.

“Sesuai dengan apa yang dikatakan Presiden Joko Widodo, dimana seluruh perusahaan pelat merah jangan cuma minta proteksi, minta uang (PMN) tapi perusahaannya terus menerus mengalami kerugian,” ujar Erick (12/02).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dirinya sangat mendorong seluruh BUMN mampu menghasilkan dividen untuk negara sehingga BUMN betul-betul berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Ada BUMN rugi terus walau diguyur modal tiap tahun. Untuk itu perlu transparansi dan profesionalisme! Bukan malahan minta suntikan modal terus ke negara,” tambahnya.

Seluruh aset BUMN, imbuh Erick, adalah milik negara. Atas dasar hal tersebut sudah seharusnya perusahaan pelat merah mampu berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

“Sejatinya memang seluruh dividen yang didapat dari perusahaan BUMN memang berujung pada kesejahteraan rakyat,” jelas Erick.

Tujuh BUMN Rugi

Sampai dengan saat ini ada sekitar 7 perusahaan BUMN rugi yang ironisnya beberapa dari perusahaan pelat merah tersebut setiap tahun mencapat penyertaan modal dari negara.

Adapun 7 BUMN rugi tersebut adalah PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Krakatau Steel (Persero), PT PAL (Persero), PT Dok Kodja Bahari (Persero), Perum Bulog, PT Pertani (Persero) dan PT Sang Hyang Seri (Persero).

“7 BUMN rugi ini terus saya pantau dan evaluasi,” ujar Erick.

Seperti diketahui bahwa PMN yang diberikan dari pemerintah nilainya terbilang tidak sedikit. Dalam kurun 4 tahun terakhir (2015-2019) PMN yang diberikan kepada sejumlah perusahaan pelat merah jumlahnya mencapai Rp169,23 triliun.

Dengan rincian, ditahun 2015 sebesar Rp65,5 triliun, tahun 2016 sebesar Rp51,9 triliun, tahun 2017 sebesar Rp9,2 triliun, Tahun 2018 sebesar 3,6 triliun, tahun 2019 sebesar 20,3 triliun dan tahun 2020 alokasinya adalah sebesar Rp18,73 triliun.

“Kalau dilihat adanya PMN selama ini tidak menjamin kinerja keuangan perusahaan pelat merah tersebut menjadi lebih baik,” tutup Erick. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Erick Thohir: “Holding Rumah Sakit BUMN Rampung Tahun ini!”

EKO PRASETYO

Published

on

Holding Rumah Sakit BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding Rumah Sakit BUMN dipastikan akan rampung tahun ini. hal tersebut dikatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam sambutannya di acara 1st IHC (Indonesia Healthcare Corporation) Medical Forum bertema percepatan integrase dan peningkatan nilai rumah sakit BUMN di Hotel Fairmont Jakarta (10/02).

Dalam paparannya, Erick mengatakan bahwa nantinya PT Pertamina Bina Medika IHC akan menjadi leader Holding Rumah Sakit BUMN yang membawahi beberapa perusahaan pelat merah yang memiliki rumah sakit. Antara lain yaitu PT Pertamina, PT Pelni, PT Krakatau Steel, PT Pelindo, dan holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

“Proses holding tentunya dilakukan secara bertahap. Sebagai langkah awal sekitar pertengahan tahun (Juni) bisa selesai,” ujar Pemilik Mahaka Grup tersebut.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa proses yang tengah dilakukan saat ini adalah langkah konsolidasi dari operasional rumah sakit BUMN. Adapun langkah konsolidasi operasi yang dimaksud yaitu penyesuaian alat-alat kebutuhan rumah sakit.

“Bertahap! pertama Pelni dengan Pertamina kemudian selanjutnya dengan Pelindo, PTPN, dan lain-lain. Namun untuk kegiatan operasionalnya tidak harus menunggu kepemilikan, per hari ini sudah mulai disinergikan,” paparnya.

Dengan adanya konsolidasi ini maka bisa lebih tercipta mapping ke depannya terkait kebutuhan apa-apa saja yang

Terkait kepemilikan saham pada Holding Rumah Sakit BUMN ini Erick tidak memberikan keterangan secara jelas, namun ia mengungkapkan bahwa jolding tersebut akan menggenggam saham rumah sakit BUMN.

Menurutnya, apabila dikonsolidasikan maka BUMN mempunyai 64 rumah sakit dengan pendapatan yang mencapai Rp5,6 triliun dan ke depannya dipastikan akan terus meningkat.

“Untuk saat ini jika dikonsolidasikan terdapat 64 rumah sakit dengan total 6.500 tempat tidur. Apabila secara pendapatan diawali Rp5,6 triliun dengan catatan EBITDA sebesar Rp510 miliar, tetapi ini kan belum konsolidasi secara maksimal. Harapannya ke depan bisa lebih dari Rp8 triliunan,” ujarnya.

Sebelumnya Kementerian BUMN telah memberntuk holding BUMN Farmasi yang terdiri dari PT Bio Farma sebagai leader holding membawahi PT Kimia Farma dan PT Indo Farma. Pembentukan holding farmasi ini lantaran pemerintah yang ingin meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya menekan impor alat kesehatan serta bahan baku pembuat obat. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM