Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Inovasi Wijaya Karya Dipaparkan dalam Forum Engineering

Published

on

Inovasi Wijaya Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Inovasi Wijaya Karya yang telah diterapkan di berbagai lini usahanya dipaparkan dalam Forum Engineering (Foreng) 12.

Kegiatan Foreng bertajuk Renewable Energy for Better Quality of Life ini digelar oleh Wijaya Karya selama 3 hari secara daring, dair 23 hingga 25 November 2021.

Kegiatan ini merupakan salah satu lokakarya keteknikan terbesar di Indonesia yang dihadiri sekitar 6 ribu peserta dari perguruan tinggi, konsultan, kontraktor, engineer, pemerhati dan komunitas EBT dari dalam dan luar negeri.

Kegiatan ini pun dihadiri oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Nizam, dan Asdep Jasa Infrastruktur Kementerian BUMN, Hendrika Nora Osloi Sinaga serta Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito.

Dalam pemaparannya, Agung Budi Waskito mengatakan, salah satu kunci peningkatan kinerja WIKA hingga menembus kancah global adalah pengembangan inovasi dan penerapan teknologi terbaru.

Terutama dalam memanfaatkan teknologi energi baru terbarukan (EBT), konversi energi, dan melahirkan berbagai produk inovatif berbasis renewable energy.

“Kami menyadari bahwa saat ini penggunaan teknologi bukan lagi sekadar pelengkap, tapi menjadi katalis dalam proses bisnis untuk meraih target yang didesain sedemikian rupa,” ujarnya.

Agung pun membeberkan berbagai inovasi Wijaya Karya dalam mendukung industri yang ramah lingkungan yang diproduksi oleh anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yaitu WIKA Industri Energi.

Di antaranya Solar Water Heater, Aircon Water Heater, Heat Pump Water Heater, Electric Water Heater, dan Solar Pool Heating.

Ada juga berbagai produk berbasiskan Panel Surya seperti seperti Solar Home System, Solar Pumping System, Solar Street Light System, Solar Centralized Hybrid System, Solar Module/Panel, Battery dan sebagainya.

Inovasi lainnya yaitu mengembangkan sayap bisnisnya pada manufaktur motor listrik GESITS yang dilakukan oleh WIKA Industri Manufaktur.

Inovasi Wijaya Karya Bangun Infrastruktur Nasional

Sementara Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menyatakan pemerintah berkomitmen dan fokus melakukan transisi energi dan melaksanakan penerapan ekonomi hijau.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim dunia.

Di sektor Konstruksi, Basuki menegaskan pihaknya akan terus mendorong industri konstruksi dengan mengoptimalkan teknologi digital dan EBT.

“Kita juga akan terus mendorong BUMN agar melakukan konversi energi untuk menunjang kebijakan transisi energi dan ekonomi hijau,” kata Basuki dalam sambutannya.

Hal senada disampaikan Dirjen Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana yang menyatakan bahwa di tahun 2030, Indonesia ditargetkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 29 persen.

Target itu diyakini bisa tercapai, namun semua pihak harus bekerjasama dan kompak dalam memanfaatkan sumber energi baru terbarukan, termasuk bahan bakar nabati di sektor industri.

Sementara Asisten Deputi bidang Jasa Infrastruktur Kementerian BUMN, Hendrika Nora Osloi Sinaga juga mengapresiasi inovasi Wijaya Karya dan penerapan teknologi di lini bisnisnya.

Ia menyebut, pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, murah, dan ramah lingkungan akan terus didorong kepada semua BUMN agar memberi nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan.

“Sehingga manfaat pembangunan infrastruktur dapat dirasakan oleh generasi mendatang, sebab optimalisasi EBT dan konversi energi mampu meminimalisir dampak sosial terhadap kondisi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui Forum Engineering ini, ia pun berharap akan terbangun kemandirian energi di Indonesia dan meningkatkan sinergi antara BUMN – Perguruan Tinggi. []

Konstruksi & Properti

Pendapatan Hutama Karya Capai Rp13,70 Triliun!

Published

on

Pendapatan Hutama Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pendapatan Hutama Karya pada kuartal III (Januari-September) tahun ini mencapai Rp13,70 triliun.

BUMN ini meraup pendapatan dari sektor jasa konstruksi jalan tol dengan porsi 55 persen, jasa konstruksi 24 persen dan pengoperasian jalan tol 14 persen.

Namun besaran pendapatan Hutama Karya yang cukup besar ini ternyata belum mampu membuat kondisi keuangan perusahaan meraup keuntungan.

Pasalnya PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan rugi bersih pada kuartal ini sebesar Rp2,18 triliun.

EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo mengatakan, kerugian ini terjadi akibat besarnya beban bunga atas ruas-ruas jalan tol yang dioperasikan oleh HK.

Hal ini pun membuat besarnya pendapatan Hutama Karya belum mampu mencatatkan laba bersih pada periode triwulan III tahun 2021.

Di sisi lain, perolehan kontrak baru pada perusahaan pelat merah ini tercatat sebesar Rp8,46 triliun, atau 41 persen dari target kontrak baru yang ditetapkan perseroan.

Tjahjo Purnomo menjelaskan, segmen yang jadi penyumbang terbesar pada perolehan kontrak baru PT HK adalah sektor jalan dan jembatan yakni 36, 97 persen dari total kontrak baru.

“Memang capaian top-line, bottom-line, hingga nilai kontrak baru masih belum optimal, penyebabnya adalah kondisi pandemi yang berdampak pada terhambatnya beberapa proses tender proyek,” jelas Tjahjo, Selasa (23/11/2021).

Meski begitu, pihak perseroan masih optimistis dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah, kinerja keuangan di BUMN ini akan semakin membaik.

Terlebih Hutama Karya sudah ditetapkan menjadi salah satu perusahaan milik negara yang mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) di tahun ini senilai Rp19 triliun.

Diketahui, sejumlah BUMN akan mendapatkan suntikan PMN dengan nilai fantastis, yakni PT Hutama Karya, Waskita Karya dan PT KAI.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa penambahan modal BUMN ini dilakukan pada akhir tahun untuk memastikan pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak terhambat.

Salah satunya PT Hutama Karya yang menggarap beberapa ruas Jalan Tol Trans Sumatera dan akan mendapatkan PMN totalnya hingga Rp25 triliun sepanjang tahun ini. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Laba Waskita Karya Melonjak Meski Pendapatannya Turun

Published

on

Laba Waskita

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Laba Waskita Karya pada kuartal III tahun ini tercatat mengalami peningkatan hingga 135,78 persen meski pendapatan perusahaan turun.

Total laba Waskita Karya di Bulan September lalu dibukukan sebesar Rp145 miliar dari berbagai hasil bisnis.

Sementara total pendapatan BUMN berkode WSKT ini mencapai Rp7,13 triliun, setara dengan 32 persen pendapatan perusahaan sebelum terjadi pandemi covid-19.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, pada periode yang sama tahun 2020, pihaknya masih mengalami kerugian.

Namun saat ini pihak perseroan akhirnya mampu mencetak laba dan pendapatan yang besar meski beberapa bulan lalu sempat terjadi gelombang kedua pandemi Covid-19.

“Selain dampak pandemi, kami juga dihadapkan dengan dan keterbatasan likuiditas tapi kita masih mampu meraih pendapatan hingga Rp7,13 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa core business kita sudah membaik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/11/2021).

Menurut Destiawan penerapan strategi restrukturisasi dan lean sangat berdampak positif pada kinerja emiten konstruksi plat merah ini.

Pasalnya, beban pokok penjualan mampu diturunkan hingga 42,3 persen secara tahunan, beban keuangan turun 39,8 persen dan beban lainnya – bersih juga turun pada hingga 44,5 persen (yoy).

Destiawan mengatakan, dengan efisiensi dan efektifitas biaya yang lebih baik, pihaknya pun berhasil menjaga kinerja laba Waskita Karya sebesar Rp145,02 miliar.

“Padahal di periode yang sama tahun lalu kami masih mengalami kerugian hingga Rp3,38 triliun. Maka hingga akhir tahun kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi kerugian secara signifikan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan ada berbagai upaya Penyehatan Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang telah dicapai.

Di antaranya transaksi divestasi untuk ruas Tol Cibitung – Cilincing dengan proceed sebesar Rp2,44 triliun dan perjanjian kredit sindikasi dengan Penjaminan Pemerintah sebesar Rp8,08 triliun untuk penyelesaian proyek penugasan pemerintah.

Penyehatan Kinerja dan Laba Waskita

Sementara Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya, Taufik Hendra Kusuma menambahkan saat ini pihaknya juga sudah menyiapkan right issue untuk menambah permodalan.

Taufik berharap pelaksanaan rights issue ini bisa rampung sebelum penutupan tahun ini, agar di tahun 2022 pihak perseroan bisa fokus pada penyelesaian proyek dan mencari tambahan kontrak baru.

“Sampai bulan September lalu kita dapat sudah kontrak sebesar Rp12 triliun, jumlah itu setara 79,44 persen dari nilai kontrak baru Waskita sebelum terjadi pandemi,” kata Taufik.

Pada periode Januari-September lalu, BUMN ini sudah mendapat nilai kontrak baru sebesar Rp8,89 triliun yang naik hingga 94,3 persen secara tahunan.

“Kami menargetkan perolehan nilai kontrak baru sepanjang tahun ini Rp20,68 triliun, dan sampai sekarang kami masih optimistis untuk dapat mencapai target tersebut, dengan likuiditas dan struktur biaya operasional yang lebih baik,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Saham Waskita Karya Bakal Rights Issue, Berapa Harga Sahamnya?

Published

on

Saham Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham Waskita Karya rencananya akan rights Issue dalam pasar modal Indonesia atau disebut Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Rencana PT Waskita Karya (Persero) Tbk melakukan right issue ini akan dijalankan setelah Peraturan Pemerintah Penyertaan Modal Negara (PP PMN) untuk perusahaan ini keluar.

Rencananya PP PMN ini akan diterbitkan pada akhir November 2021 lalu dilanjutkan dengan right issue Saham Waskita untuk mendapatkan pendanaan.

Adapun perusahaan yang melakukan penerbitan saham baru biasanya untuk menambah modal kerja atau mendukung rencana aksi korporasi, ekspansi bisnis, hingga membayar kewajiban utang.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perseroan Waskita, Taufik Hendra Kusuma mengatakan sebelum right issue Waskita Karya dimulai, ada beberapa tahapan yang harus diikuti.

Mulai dari penerbitan PP PMN, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sudah mendapatkan usulan dari Tim Privatisasi Kementerian BUMN dan Joint Lead Arranger (JLA).

“Pelaksanaan rights issue ini akan ditetapkan oleh Menteri BUMN setelah menerima usulan dari Tim Privatisasi Kementerian BUMN dan JLA. Kemuian PPnya harus sudah terbit dan ada pernyataan dari OJK,” kata Taufik dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

Ia menjelaskan, saat ini pihak Waskita masih melakukan diskusi intensif dengan Kementerian BUMN dan JLA terkait usulan harga saham Waskita dalam rights issue ini.

Acuan Saham Waskita Karya

Ratna Ningrum selaku SVP Corporate Secretary Waskita mengatakan kisaran harga saham Waskita kemungkinan akan mengacu pada kombinasi harga historis dan analis atas target perusahaan.

Hal ini didapat dari hasil non deal roadshow yang dilakukan sebelumnya dan penetapan harga bawah sesuai keterbukaan informasi yang telah disampaikan ke bursa kemungkinan tidak akan dilakukan.

Adapun rangkaian pelaksanaan aksi korporasi ini ditarget rampung sebelum akhir tahun 2021.

Kemudian di awal tahun 2022 BUMN konstruksi ini akan fokus pada penyelesaian proyek dan peningkatan nilai kontrak baru.

Sebelumnya emiten berkode WSKT juga baru menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) bersama perusahaan konstruksi asal Sudan, yaitu Amoco Construction Group.

Kedua perusahaan menjalin kerjasama dalam pengerjaan proyek konstruksi di Sudan Selatan dan menjadi salah satu proyek potensial yang akan digarap Waskita dan melibatkan hubungan antara kedua pemerintahan.

Selain itu, WSKT juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan Binladin Contracting Group dari Uni Emirat Arab untuk pengerjaan konstruksi di negara tersebut dan di berbagai negara lainnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!