Ini Strategi Bank Pembangunan Daerah Tekan NPL

by
Bank Pembangunan Daerah

Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih dihadapi oleh sejumlah masalah dalam menekan angka rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang dianggap masih sangat tinggi khususnya pada segmen kredit non konsumer.

Namun, BPD terus memutar otak menerapkan berbagai strategi untuk menekan level NPL serendah-rendahnya.

Sebut saja bank jatim! Menurut Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Satyagraha, NPL bank jatim terus mengalami perbaikan. Pada Agustus 2017 lalu NPL bank jatim tercatat berada pada level 4,68 persen, dan pada periode sama tahun ini membaik menjadi 4,31 persen.

Baca Juga: Investasi Industri Asuransi Jiwa Diproyeksikan Positif

“Adalah segmen industri seperti listrik, air dan gas yang menjadi penyebab naiknya NPL bank jatim. Strateginya dengan melakukan penjualan jaminan serta penagihan. Kami targetkan NPL bisa mencapai di bawah level 4,34 persen pada akhir tahun nanti,” paparnya.

Namun tidak demikian dengan yang dialami oleh bank sumut. Menurut Sekretaris Perusahaan Bank Sumut Syahdan Siregar, per September 2018 NPL bank sumut berada pada level 4,59 persen atau mengalami sedikit kenaikan dibanding periode yang sama tahun 2017 yang hanya sebesar 3,48 persen.

“Kami berharap pada akhir tahun nanti NPL bisa turun berada pada level 3,59 persen,” ungkapnya.

Dari berbagai sektor yang menjadi pembiayaan bank sumut, jelas Siregar, adalah sektor perdagangan besar serta eceran yang menjadi penyumbnag terbesar naiknyua level NPL tahun ini.

“Agar mencapai target NPL yang kami harapkan pada akhir tahun nanti, kami akan melakukan penagihan serta restrukturisasi hari libur,” tutupnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *