Konsisten Dukung Program Pemerintah, Kinerja Bank Mandiri Tumbuh Mengesankan

by

Bank Mandiri berhasil mencetak kinerja gemilang pada Triwulan I tahun 2018 dengan membukuka laba bersih yang tumbuh signifikan yaitu sebesar 43,7% (year on year / y-o-y) atau mencapai Rp5.9 Triliun.

Pertumbuhan laba secara bisnis ditopang oleh 2 segmen utama, yaitu segmen Corporate dan Retail, khususnya kredit UMKM atau mikro dan kredit konsumer. Dimana tercatat, sampai dengan akhir Maret 2018 lalu, pembiayaan segmen large corporate mengalami pertumbuhan sebesar 8,9% (y-o-y), atau mencapai Rp20.9 Triliun. Kemudian Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau mikro juga mengalami kenaikan sebesar 22,6% (y-o-y) menjadi Rp85.6 Triliun serta kredit konsumer yang mencapai Rp79.8 Triliun atau tumbuh 14% (y-o-y).

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, sebagai perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Mandiri senantiasa tetap konsisten dalam membrikan dukungan terhadap seluruh program strategis pemerintah yang berkaitan dengan pembiayaan.

“Kami akan terus mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi serta mendorong pemerataan pembangunan,” ujar pria yang akrab disapa Tiko tersebut.

Lebih lanjut Tiko memberikan contoh kongkrit dalam mendukung upaya pemerintah tersebut melalui kinerja Bank Mandiri dalam menyalurkan kredit infrastruktur. Dimana Perseroan mencatat penyaluran tersebut sebesar Rp137.2 Triliun atau mencapai 59% dari total komitmen yang telah diberikan sampai dengan Maret 2018 yaitu sebesar Rp232.6 Triliun.

Adapun pembiayaan tersebut, berhasil diserap oleh 7 sektor utama dalam infrastruktur, yaitu Rp36 Triliun untuk sektor transportasi, Rp34.5 Triliun untuk sektor kelistrikan, Rp13.6 Triliun untuk sektor migas dan energi terbarukan, Rp15.2 Triliun untuk sektor konstruksi, Rp9.8 Triliun untuk sektor jalan tol, Rp9.2 Triliun untuk sektor perumahan rakyat dan fasilitas kota, Rp8.2 Triliun untuk sektor telematika dan Rp10.7 Triliun untuk infrastruktur.

Selain itu, bentuk dukungan lainnya tercermin dari keberhasilan Bank Mandiri dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sampai akhir Maret 2018, perbankan mencatat penyaluran untuk sektor tersebut mencapai Rp3.55 Triliun atau mencapai 22,4% dari target tahun ini yaitu sebesar Rp14.56 Triliun. Adapun sebesar 41,9% dari total nilai tersebut atau mencapai Rp1.49 Triliun telah diserap untuk sektor produktif seperti perkebunan, oerikanan dan pertanian.

“Sejak pertama kali Bank Mandiri menyalurkan KUR hingga periode akhir Maret 2018, telah tercatat sebesar Rp51.88 Triliun yang disalurkan untuk 1,05 juta debitur di seluruh Indonesia,” terang Tiko. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *