Connect with us
PERTAMINA

Asuransi

Induk Holding BUMN Asuransi, IFG Kantongi Aset Rp76,2 triliun

CHRIESTIAN

Published

on

Induk Holding BUMN Asuransi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Induk Holding BUMN Asuransi yaitu Indonesia Financial Group / IFG berhasil menorehkan kinerja yang positif.

Meskipun kondisi perekonomian yang terjun cukup dalam imbas pandemi Covid-19, namun IFG berhasil meraih torehan yang gemilang salahsatunya dari perolehan aset.

IFG mencatat perolehan aset sebesar Rp76,2 triliun atau tumbuh dari realisasi periode Maret yang sebesar Rp 72,5 triliun.

Sementara dari perolehan total premi bruto Induk Holding BUMN Asuransi ini berhasil mencatat sebesar Rp18 triliun. Dimana sampai dengan saat ini dana kelolaan konsolidasi holding secara total mencapai Rp81.8 triliun.

Dalam keterangan resminya belum lama ini Sekretaris Perusahaan IFG, Oktarina Dwidya Sistha memaparkan bahwa ke depan IFG akan mendorong pertumbuhan anorganik.

Upayanya salahsatunya melalui melalui pendirian IFG Life, yaitu perusahaan asuransi yang memfokuskan diri pada layanan kesehatan dan jiwa.

“Kami ke depannya akan menerima migrasi polis asuransi dari nasabah Jiwasraya hasil restrukturisasi,” ujar Oktarina.

IFG yang menjadi Induk Holding BUMN Asuransi ini berhasil meraih peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Menurut Oktarina, peringkat tersebut sangat mencerminkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan yang sehat.

“Kami mendapatkan dukungan yang kuat dari pemerintah selain kredit yang kuat dari anak-anak perusahaan asuransi dan penjaminan. Selain itu tentunya likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang sangat baik,” tambahnya. []

Asuransi

Sinergi BUMN! Kolaborasi Asuransi Asei dan Sarinah Wujudkan Kerjasama Asuransi Marine Cargo dan Perdagangan

CHRIESTIAN

Published

on

Marine Cargo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Asuransi Asei Indonesia bersama PT Sarinah (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama terkait kerjasama asuransi Marine Cargo dan perlindungan atas risiko transaksi perdagangan.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia, Arie Surya Nugraha dan Direktur Utama PT Sarinah (Persero), Fetty Kwartati yang juga disaksikan secara virtual oleh Kementerian BUMN yang diwakili oleh Asisten Deputi Pariwisata Endra Gunawan (14/01)

Dalam sambutannya, Direktur Utama Asuransi Asei Arie Surya Nugraha menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada PT Sarinah (Persero) yang tengah bertransformasi dalam mendorong industri retail dan perdagangan.

“Saya kira ini awal tahun yang sangat baik bagi kami dan Sarinah meskipun masih dalam masa pandemi. Sarinah yang memiliki komitmen dalam mendorong sektor retail dan perdagangan bisa bekerjasama dengan Asuransi Asei yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam memberikan perlindungan asuransi keuangan maupun non keuangan,” jelas Arie yang mengaku sejak kecil kerap bersepeda di lingkungan gedung Sarinah.

Sinergi antara Asuransi Asei dan Sarinah, tambah Arie, diharapkan mampu memberikan manfaat yang saling menguntungkan kepada kedua belah pihak sehingga mampu mendorong kinerja yang positif bagi masing-masing perusahaan.

Lebih lanjut Arie mengatakan jika Asuransi Asei memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh nasabahnya.

Salah satunya dengan menghadirkan sistem teknologi informasi yang mampu memberikan pelayanan yang cepat dan terintegrasi dengan baik.

“Dalam waktu dekat ini kami akan meluncurkan Sistem Mobile Marketing kami yang bernama Astek. Dimana nantinya akan semakin meningkatkan layanan kami kepada seluruh nasabah Asuransi Asei,” jelas Ari.

Sarinah Tepat Memilih Asuransi Asei

Sementara itu, Direktur Utama PT Sarinah (Persero) Fetty Kwartati mengatakan bahwa sinergi yang dilakukan bersama Asuransi Asei diharapkan akan berjalan dengan baik dan mampu mendorong kegiatan perdagangan khususnya ekspor produk-produk UMKM sebagaimana yang telah diamanatkan pemerintah kepada Sarinah.

“Kami sangat berharap ke depannya Sarinah mampu mendorong perdagangan ekspor yang tentunya Asuransi Asei ikut di dalamnya dalam memberikan perlindungan,” jelas Fetty.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Deputi Bidang Kawasan, Logistik, dan Pariwisata Kementerian BUMN Endra Gunawan yang turut menyaksikan penandatangan kerjasama mengatakan bahwa kementerian BUMN menyambut baik sinergi yang dibangun oleh keduabelah pihak.

Baik Asuransi Asei maupun Sarinah masing-masing berinisiatif dalam membangun kolaborasi dalam rangka mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.

Menurutnya, Sarinah yang tengah melakukan transformasi dalam mendorong sektor perdagangan khususnya ekspor, dinilai sangat cocok menggandeng Asuransi Asei yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam memberikan asuransi dan perlindungan.

“Saya kira Sarinah sangat tepat mengajak Asuransi Asei dan diharapkan dengan kerjasama yang dilakukan, masing-masing pihak dapat saling mendorong kinerjanya,” tutup Endra. []

Continue Reading

Asuransi

Target Jasindo 2021, Premi Tumbuh 12 Persen!

CHRIESTIAN

Published

on

Target Jasindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Target Jasindo / PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) di tahun 2021 cukup optimis, dimana BUMN ini mematok pertumbuhan premi naik sebesar 12 persen.

Hal ini diungkapkan Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo Diwe Novara, dimana tahun 2021 optimis seluruh industri akan rebound, mengingat langkah serius pemerintah dalam menekan penyebaran virus Corana salah satunya melalui program vaksinasi.

“Upaya vaksinasi menjadi sangat diharapkan menjadikan ekonomi kembali tumbuh dan meggeliat,” ujar Diwe.

Diwe sangat mengakui jika dampak pandemi sangat membuat ekonomi terjun sangat dalam. Hal ini membuat berbagai perubahan dan kebiasaan masyarakat terutama dari cara bertransaksi.

“Ini menjadi prospek di tahun 2021 sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh pelaku industri asuransi,” ujarnya

Namun perubahan tersebut tentunya juga sebagai ancaman bagi pelaku bisnis, dimana seluruh pelaku bisnis, jelas Diwe, harus cepat beradaptasi membaca situasi pasar yang terjadi sehingga akan semakin banyak peluang yang diraih.

“Untuk mencapai target Jasindo di 2021, kami akan fokus dalam mengembangkan SDM dan business process Jasindo yang akan fokus pada digitalisasi pada seluruh segmen bisnis Jasindo,” terangnya.

Bagaimana target Jasindo di sektor SDM? Diwe mengatakan pihaknya akan concern dalam meningkatkan level pendidikan terhadap tenaga underwriter, marketing dan adjuster yang tentunya mampu mememiliki kemampuan dalam memahami berbagai risiko.

“Dengan demikian akan memberikan masukan yang tepat terkait berbagai risiko sehingga akan mampu berkontribusi terhadap target Jasindo di tahun 2021,” ujarnya.

Sementara itu target Jaindo dari sisi pengembangan produk, akan memfokuskan terhadap COB yang tetap tumbuh dengan margin yang baik, seperti marine hull, property, energi dan suretyship.

Pada segmen ritel Jasindo akan banyak mengembangkan pengembangan asuransi-asuransi yang customized sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti asuransi perjalanan, kesehatan,” tutupnya. []

Continue Reading

Asuransi

Investasi Asabri Dipulihkan, Ini Tiga Langkah Kementerian BUMN

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Investasi Asabri

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Investasi Asabri yang dinilai tidak kondusif kini mulai dibenahi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kementerian BUMN sudah menyiapkan tiga langkah untuk memperbaiki kinerja investasi PT Asabri (Persero) yang menurun akibat kesalahan pengelolaan investasi.

Menurut Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, kebutuhan likuiditas PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Abasri berbeda dengan Asuransi Jiwasraya.

Pasalnya pengambilan manfaat dana pensiun milik para prajurit TNI dan Polri masih panjang, sementara kebutuhan likuiditas Saving Plan milik Jiwasraya sangat pendek.

Untuk itu, Kementerian BUMN akan melakukan restrukturisasi perusahaan pelat merah ini secara bertahap dengan memperhatikan tiga komponen penting.

Yang pertama, Kementerian BUMN telah melakukan pembahasan dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menaikkan iuran peserta secara bertahap.

“Dengan adanya tambahan iuran kita harapkan dapat meningkat hasil investasi Asabri,” kata Tiko, Jumat (11/12/2020).

Kemudian, ada selisih perhitungan kewajiban perseroan di masa lalu untuk program dana pensiun atau UPSL.

Untuk menekan liabilitas tersebut, Kementerian Keuangan akan menyuntikkan dana (top up) ke PT Asabri yang saat ini sedang dalam proses.

Langkah ketiga yaitu mengoptimalisasi aset milik terdakwa kasus Jiwasraya, yaitu Benny Tjokro dan Heru Hidayat yang disita oleh negara.

Diketahui saat ini sudah ada beberapa aset para tersangka yang dioptimalisasi yang hasilnya akan digunakan untuk menutupi kebutuhan Asabri.

“Untuk rencana optimalisasi aset ini, kami sudah bertemu dengan pihak Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri. Nantinya sebagian aset yang disita di Jiwasraya, sebagian lagi bisa diambil untuk menambah pemulihan aset di Asabri,” jelas dia.

Kartika Wirjoatmodjo menilai kebutuhan likuiditas Asabri belum begitu mendesak seperti yang terjadi di Jiwasraya.

Maka pemulihan aset di perusahaan ini bisa dilakukan secara bertahap, dan juga melakukan perbaikan tata kelola perusahaan untuk meningkatkan kinerja.

Adapun tim baru PT Asabri, yaitu PT Taspen dan BPJS Ketenagakerjaan yang akan mendorong perbaikan pengelolaan investasi Asabri.

Ia menambahkan, pengelolaan investasi Asabri secara umum harus mengikuti proses pemilihan instrumen dan perhitungan aktuari sesuai tata kelola perusahaan yang baik.

Pihak perseroan juga harus melakukan komunikasi secara intens dengan Menhan dan Menkopolhukam untuk memastikan investasi Asabri tetap bisa berlanjut hingga ke depan. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!