Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Impor Bawang Putih Telat, Bulog Tunggu Izin Kemendag

MediaBUMN

Published

on

Impor bawang putih

Impor bawang putih yang terlambat atau tertunda dituding menjadi penyebab harga yang terus merangkak naik sejak awal tahun 2019. Bahkan, sampai awal April harga bawang putih mencapai Rp45 ribu per kilogram. Padahal menurut pedagang, idealnya harganya hanya berkisar Rp20 ribu sampai Rp30 ribu.

PT Food Station, perusahaan yang ditunjuk oleh Bulog untuk impor bawang putih sebelumnya. Direktur Utama perusahaan, Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa wajar terjadi kenaikan harga bawang putih. Ini disebabkan karena bawang putih membutuhkan biaya penyimpanan (menggunakan mesin pendingin), biaya bunga pinjaman, dan risiko kerusakan. Artinya, semakin lama disimpan memang harga akan semakin tinggi. Harga bawang putih tidak berhubungan dengan kondisi pasar.

Menurut Arief, pihaknya siap dengan segala keputusan pemerintah untuk menunda impor atau melanjutkan. Pemerintah sendiri, dalam hal ini melalui Kemeterian Koordinator Perekonomian telah menugaskan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk impor bawang putih.

Menurut Deputi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdalifah Mahmuda, belum ada perubahan keputusan mengenai hal tersebut. Keputusan rakor yang menugaskan Bulog untuk impor bawang putih masih sama. Pihaknya belum mengetahui ada instansi lain yang mempunyai kebijakan berbeda. Menurut Musdalifah, jika memang ada perbedaan dan perubahan akan dikoordinasikan dalam rapat minggu depan.

Prosedur Impor bawang putih

Prosedur impor bawang putih memang tidak semudah yang dibayangkan. Setelah pemerintah menugaskan Bulog untuk melakukan impor, maka Bulog mengirimkan surat permintaan izin kepada Kementerian Perdagangan. Sebagai perusahaan pelat merah, Bulog menunggu balasan dari Kementerian Perdagangan melalui Kementerian BUMN. Jika sudah ada balasan, Kementerian BUMN akan meneruskan kepada Bulog untuk menindaklanjuti.

Deputi Bidang Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro menjelaskan bahwa surat sudah dikirimkan kepada Kementerian Perdagangan sejak akhir Maret. Pihaknya masih terus memantau perkembangan dan menunggu balasan. Jika izin sudah resmi keluar, maka impor bawang putih dapat segera direalisasikan.

Beberapa pekan sebelumnya, Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa stok bawang putih dari impor terakhir, 1 Januari 2019 masih cukup hingga tiga bulan ke depan. []

Agrobisnis & Pangan

BUMN Pupuk Bukukan Kinerja Gemilang Karena Efisiensi!

CHRIESTIAN

Published

on

BUMN Pupuk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN Pupuk, yaitu PT Pupuk Indonesia (Persero) pada kuartal I/2021 berhasil mengantongi laba sebesar Rp929 miliar. Dimana perolehan tersebut melesat 104 persen melebihi target RKAP.

Menurut Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia, Eko Taufik Wibowo, keberhasilan perseroan dalam mencetak laba ditopang oleh tingginya efisiensi beban usaha dan beban keuangan yang dilakukan perusahaan.

Eko menyebut upaya yang dilakukan perseroan dengan melakukan efisiensi konsumsi bahan baku gas dan mendorong penjualan pada produk-produk pupuk non komersial dan non pupuk.

Selain itu, lanjut Eko, turunnya beban usaha perusahaan juga didorong oleh langkah efisiensi utamanya pada pengelolaan piutang, efisiensi di seluruh sektor, penurunan beban bunga dan tentunya efisiensi terhadap supply chain.

“Program reposisi gudang adalah salah satu upaya yang berhasil menekan biaya distribusi,” papar Eko (08/05).

Sementara dari sisi penjualan, BUMN pupuk ini mencatat hingga periode Maret 2021 mencatat 3,3 juta ton volume penjualan.

Dalam rangka menjalankan amanah dari pemerintah, BUMN pupuk ini senantiasa menomorsatukan ketersediaan kebutuhan pupuk untuk dalam negeri.

“Utamanya pupuk yang bersubsidi dimana hingga Maret 2021 ini kami telah mencatat total penyaluran sebesar 1,93 juta ton dan tentu akan meningkat lagi ketika masuk musim tanam. Selebihnya merupakan penjualan untuk produk non komersial dan produk non pupuk,” ujar Eko.

Kemudian, lanjut Eko, perseroan mencatat total produksi untuk seluruh jenis pupuk mencapai 4,93 juta ton atau mencapai 107 persen dari target RKAP.

“Kehandalan pabrik tentu memberikan kontribusi terhadap upaya efisiensi karena pabrik selalu beroperasi optimal sehingga rasio konsumsi bahan baku gas juga terjaga,” pungkas Eko. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Peternakan Sapi di Belgia Mau dibeli BUMN, RNI: “Terobosan Transformasi Pangan”

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Peternakan sapi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Peternakan sapi yang akan dibeli oleh Kementerian BUMN di Negara Belgia dinilai merupakan langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Rencana ini pun mendapat dukungan dari BUMN sektor pangan, yaitu PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI.

Direktur Utama PT RNI, Arief Prasetyo Adi mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana dari Menteri BUMN Erick Thohir tersebut.

“Itu merupakan langkah untuk mewujudkan transformasi pangan di Indonesia. Rencana pembelian peternakan sapi di Belgia ini juga sudah disampaikan kepada kami,” kata Arief.

Dijelaskannya, Erick Thohir meminta agar BUMN tersebut segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melihat potensi, market, serta model bisnisnya.

Sebagai calon induk Holding BUMN Pangan, PT RNI juga sedang menjalankan rencana transformasi pangan dari beberapa komoditas, salah satunya daging sapi.

“Rencana pembelian peternakan sapi di Belgia itu akan mendorong transformasi di BUMN sektor pangan. Itu juga akan menekan impor daging yang masih tinggi karena keterbatasan produksi daging sapi dalam negeri,” ungkapnya.

Dengan menguasai komoditas daging, sambung dia, pemerintah akan lebih mudah menjaga stabilitas harga, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Lebaran.

RNI dan Berdikari Sinergi Kembangkan Peternakan Sapi

Sebelumnya, perwakilan PT RNI telah melakukan survei ke lokasi kandang sapi standard impor di Majalengka, Jawa Barat.

Kawasan ini disiapkan untuk penggemukan sapi guna mendukung peningkatan pasokan daging nasional yang akan dijalankan melalui sinergi dengan BUMN Peternakan PT Berdikari.

Produk hilir adalah daging sapi yang didistribusikan oleh PT PPI dan BGR Logistic ke berbagai pasar tradisional.

Menurutnya, selain menggenjot kuantitas, pihaknya juga tetap mengutamakan kualitas sapi yang sehat dan nilai ekonomi produk.

“Tentunya dengan harga yang bagus. Intinya, jika kualitas barang dan harga baik, pasti pengusaha akan mau menjalankan,” tandasnya.

Ditambahkannya, upaya transformasi pangan sangat penting untuk terobosan baru industri peternakan sapi di Indonesia.

Dengan pembelian peternakan sapi di Belgia, Dirut PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara juga menyambut positif.

Menurutnya langkah ini akan menjadi peluang untuk melakukan transfer of knowledge dari negara terkait kepada BUMN.

Hal itu tentu akan membuat Indonesia semakin cepat dalam membangun manajemen dan teknologi peternakan sapi yang maju dan berkualitas.

“Penjajakan ini sebagai komitmen kami untuk mendukung pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Utang PTPN III Senilai Rp41 Triliun Mulai Direstrukturisasi

EKO PRASETYO

Published

on

Utang PTPN III

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Utang PTPN III sebagai pimpinan dari Holding BUMN Perkebunan mulai direstrukturisasi.

Prosesnya dengan meyakinkan lebih dari 50 kreditur, baik dari dalam dan luar negeri terkait utang PTPN III agar direstrukturisasi dengan total fasilitas kredit mencapai Rp41 triliun.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, Mohammad Abdul Ghani mengatakan, restrukturisasi utang PTPN III ini berhasil disahkan berkat inisiasi dari Kementerian BUMN.

Hasilnya telah tercapai satu kesepakatan yang tertuang dalam Intercreditor Agreement (ICA) bersama seluruh Anggota Kreditur Sindikasi USD dan SMBC Singapore.

Menurut Ghani, penandatanganan perjanjian untuk restrukturisasi utang PTPN III adalah bentuk aksesi atas perjanjian perubahan induk (MAA) dalam transformasi keuangan PTPN Group.

Dimana sebelumnya perjanjian itu telah ditandatangani oleh Perseroan dengan para kreditur dalam negeri secara bertahap sejak 29 Januari hingga 15 Maret 2021.

Penandatanganan ICA dilakukan oleh Abdul Ghani dengan Direksi dari 18 kreditur pinjaman sindikasi USD serta SMBC Singapore selaku Agen Fasilitas.

Fasilitas Sindikasi USD dengan limit US$390,6 juta ini merupakan bagian dari restrukturisasi utang PTPN Grup yang nilainya mencapai Rp45,3 triliun dengan hutang perbankan mencapai Rp41 triliun.

“Atas kerjasama ini, Holding Perkebunan Nusantara memberi apresiasi kepada Kementerian BUMN karena telah memberikan dukungan yang sangat penting dalam proses restrukturisasi bagi para kreditur perseroan,” ujar Abdul Ghani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/4).

Ia menambahkan penandatanganan perjanjian ini juga bentuk kepercayaan kreditur sindikasi USD dalam mendukung transformasi PTPN Group.

Hal itu juga akan memenuhi persyaratan untuk pencairan Dana Investasi Pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.
Selanjutnya, jajaran direksi akan melaksanakan sejumlah langkah guna meningkatkan performa perusahaan.

Ghani yakin dengan adanya restrukturisasi utang PTPN III, akan menghasilkan optimalisasi kinerja dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

“Kami akan fokus kembangkan bisnis berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi keuangan dan operasional. Kami yakin bisa memenuhi semua kewajiban yang tertuang dalam perjanjian ini dengan mempertajam program inisiatif perusahaan,” ungkapnya.

Terutama dalam Operational Excellence, kata dia juga akan dioptimalkan agar dapat memperbaiki kinerja perusahaan dan meningkatkan EBITDA.

Berbagai langkah ini lah yang diharapakan akan memberi kontribusi terbaik dalam menjalankan peran PTPN III sebagai perusahaan di sektor perkebunan guna mendukung kemandirian pangan.

“Selanjutnya kami akan melakukan pemetaan bisnis dari seluruh anak perusahaan. Kami harus memastikan setiap anak usaha menjalankan bisnis sesuai dengan inti bisnisnya masing-masing,” tandasnya.

Setelah itu, barulah Holding melakukan sinergi di seluruh jajarannya agar tercipta ekosistem bisnis perkebunan yang sehat yang pada akhirnya membawa dampak pada pemulihan ekonomi nasional. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!