Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

HUT 65 Tahun Perum PPD: Gandeng LinkAja Hingga Luncurkan Seragam Baru

MediaBUMN

Published

on

HUT 65 Tahun Perum PPD

HUT 65 Tahun Perum PPD yang digelar pada Senin (22/07) di Pool Ciputat berhasil digelar dengan sangat meriah. Seluruh karyawan turut bersuka cita menikmati berbagai hiburanerti games, bagi-bagi hadiah hingga berian berbagai pnghargaan.

Kemeriahan acara HUT 65 tahun Perum PPD juga tidak luput dari seluruh tamu undangan yang juga dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI Purn. Moeldoko, dan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.

Semula acara tersebut juga akan dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Namun kehadiran tokoh penting tersebut dibatalkan lantaran adanya agenda negara yang bersifat mendesak dan diwakili oleh pejabat penting lainnya dari Kementerian tersebut.

Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa yang ditemui awak media pada acara HUT 65 Tahun Perum PPD tersebut tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh karyawan yang terus bersemangat menghadapi transformasi bisnis yang tengah dilalui perusahaan dengan selrruh dinamika yang ada.

“65 Tahun tentu bukan waktu yang sangat sebentar. Ada pasang surutnya disana, tetapi kami sangat bangga bisa melalui segala bentuk rintangan dan tantangan tersebut dengan sangat baik,” ujar pria yang akrab disapa Putu tersebut.

HUT 65 Tahun Perum PPD: Sinergi Linkaja

Dalam perayaan HUT 65 Tahun Perum PPD juga dilakukan berbagai momentum penting sinergitas yang dibangun oleh perusahaan pelat merah tersebut antara lain melakukan kerjasama dengan fintech LinkAja.

Seperti diketahui LinkAja merupakan produk jasa keuangan elektronik milik BUMN yang didorong dapat digunakan oleh seluruh BUMN dalam melayani transaksi bisnisnya.

Oleh karena itu, Perum PPD sebagai BUMN di sektor transportasi turut mendukung kehadiran LinkAja dengan menerapkan dan melengkapi sistem pembayaran elektronik.

“Dalam membangun sistem pelayanan pembayaran elektronik di dalam bus di tengah erea digital dimana uang elektronik menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari hari, dengan keberagaman, provider penyedia bermacam-macam kartu, barcode, scan QR code, dan mekanisme transaksi lainnya, kami memandang perlu mengakomodirnya,” jelas Putu.

Dengan teknologi ini, lanjut pria asal Bali tersebut, maka dapat menunjuang efektifitas efisiensi, dan menjaga efektivitas yang dinamis dengan lahirnya sistem pembayaran elektronik terpadu di atas bus yang dapat menerima pembayaran dengan kartu elektronik, scan, qwcode, dan lewat aplikasi.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Dirut PPD Pande dan COO Link Aja Danu Wicaksono disaksikan jajaran Direksi kedua perusahaan tersebut.

HUT 65 Tahun Perum PPD: Luncurkan Seragam Baru

Dalam perayaan HUT 65 Tahun Perum PPD juga diluncurkan uniform atau seragam baru perusahaan. Kehadiran seragam baru tersebut diharapkan menjadi semangat baru bagi para karyawan untuk bekerja lebih baik di tengah transformasi bisnis yang tengah dibangun oleh perusahaan.

Didominasi putih di busana atas dan biru di busana bawah, seragam baru itu mempertontonkan energitas jajaran Perum PPD.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI Purn. Moeldoko, ikut mengomentari seragam baru tersebut. Menurutnya seragam baru tersebut luar biasa karena mengusung banyak aspek dalam mendorong Perum PPD lebih kuat.

Seragam itu, lanjut Moeldoko, merupakan identitas bagi perusahaan dan pegawai, yang memiliki semangat etos dan produktifitas kerja.

“Ada value yang tercantum dalam visi dan misi Perum PPD. Value ini dipresentasikan dengan seragam baru,” tuturnya.

Wali Kota Airin Rachmi Diany menyambut hangat seragam baru tersebut. “Seragam baru, semangat baru, Perum PPD lebih maju,” tutur Airin yang juga terlihat sangat menikmati perayaan HUT 65 Tahun Perum PPD. []

HIGHLIGHT BUMN

BUMN Sekarat Bakal dilepas ke Swasta?

Alfian Setya Saputra

Published

on

BUMN sekarat

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ramai menjadi perbincangan soal BUMN sekarat yang terus menggerogoti uang negara menjadi salah satu tugas berat bagi Kementerian BUMN.

Adapun Kementerian yang digawangi Erick Thohir tersebut telah memiliki solusi menangani persoalan BUMN sekarat tersebut. Salah satu opsinya adalah melepas perusahaan pelat merah berkategori dead-weight alias sekarat itu ke pihak swasta.

Dimana opsi tersebut menjadi opsi kedua setelah sebelumnya Kementerian BUMN menyebut BUMN sekarat akan dilakukan likuidasi (tutup) atau digabung (merger). Menurut Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menuturkan, semua opsi yang ada untuk persoalan BUMN sekarat tersebut masih dalam kajian.

“Berbagai opsi yang ada masih terus dikaji kemnudian masih terus dikonsolidasikan jadi satu, bisa didivestasikan kalau sudah mungkin lebih cocok dijalankan oleh pihak lain di luar BUMN, atau bisa diholdingkan jadi anak perusahaan yang lain. Pengkajian tersebut yang masih terus dilakukan,” ujar mantan bos PT Inalum tersebut (25/2).

Menurutnya hal terpenting yaitu adanya langkah konkret yang akan dilakukan kepada perusahaan pelat merah berstatus sekarat tersebut.

“Struktur bisnisnya yang terpenting harus jelas dilakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa untuk dapat mengeksekusi BUMN sekarat tersebut, Kementerian BUMN tengah menunggu adanya revisi Peraturan Pemerintah (PP) yang berisi pengalihan kewenangan divestasi, merger, dan lainnya kepada Kementerian BUMN.

“Pak Erick tengah memprosesnya agar nantinya kewenangan dalam melakukan divestasi serta merger bisa dilakukan oleh pak Erick sehingga prosesnya bisa lebih cepat,” tutup Budi. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

130 Bos BUMN Belum Setor Rencana Bisnis ke Erick Thohir?

MediaBUMN

Published

on

rencana bisnis

MEDIABUMN.COM, Jakarta – sebanyak 130 pimpinan di perusahaan pelat merah dinilai masih banyak yang belum menyetorkan rencana bisnis 5 tahun ke depan. Artinya dari sejumlah 140 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada baru 10 yang sudah melapor soal rencana kerja perusahaaan.

Kepada media, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan baru ada beberapa perusahaan yang melaporkan rencana bisnis yang berasal dari sektor perbankan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

“Masa minta rencana bisnis (bisnis plan) saja tidak bisa? Yang rajin itu dari BUMN perbankan, PLN bahkan Pertamina juga sudah setor,” ujar Erick.

Adapun rencana bisnis perusahaan merupakan dokumen berkala yang menjadi pedoman terkait rencana manajemen untuk menjalankan bisnis pada periode tertentu. Rencana bisnis disediakan oleh kepala perusahaan sebagai penjabaran strategi dalam mencapai tujuan.Selain itu, rencana bisnis juga dibuat dengan tujuan untuk menggaet investasi dari pihak luar.

Dalam kesempatan tersebut, bos Mahaka Media ini juga menyebut akan meleburkan perusahaan pelat merah yang kinerjanya terus merugi dalam satu subholding. Untuk memudahkan kerja sang Menteri, rencananya Kementerian BUMN akan membentuk sebanyak 15 subholding, dimana masing-masing Wakil Menteri BUMN akan bertanggung jawab memegang sekitar 7 subholding.

“Nantinya kami ingin setiap wakil menteri memegang setidaknya ada 7 subholding atau lebih. Tapi belum final, masih dalam pemetaan,” tambah Erick.

Adapun sebelumnya, Menteri Erick telah menyampaikan rencana merger BUMN lainnya yang terus merugi antara lain PT PANN Multi Finance (Persero). []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

5 Anak Usaha Garuda Indonesia Bakal Dibubarkan Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Anak usaha Garuda

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Anak usaha Garuda Indonesia akan segera dibubarkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lantaran banyka merugikan. Aksi bersih-bersih BUMN terus dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir.

Setelah mencopot Direktur Utama Garuda Indonesia sebelumnya (Ari Askhara) lantaran penggelapan Motor Harley Davidson, bos Mahaka Grup ini kemudian berencana menutup 5 anak Usaha garuda Indonesia.

Sebelumnya Erick telah menyinggung banyakanya perusahaan BUMN yang membuat anak perusahaan yang jumlahnya tidak sedikit. Garuda Indonesia adalah salah satunya. Maskapai pelat merah ini tercatat memiliki 7 anak perusahaan salah satu yang mengundang perhatian dan gelak tawa adalah nama anak usaha di bidang logistik yang bernama PT Garuda Tauberes Indonesia.

PT Garuda Tauberes Indonesia tercatat sebagai salah satu anak usaha yang akan ditutup sang Menteri. Erick mengaku tengah meminta restu dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Saya sedang usul ke Pak Jokowi dan Bu Menkeu untuk mandate tambahan agar kami bisa melakukan merger dan likuidasi. Ada beberapa perusahaan sebagai contoh di Garuda ada 5 anak usaha yang sudah siap dilikuidasi,” papar Erick kepada MEDIABUMN usai rapat di Gedung DPR RI (20/2).

Lebih lanjut Erick mengaku telah mendapatkan persetujuan dari petinggi emiten perusahaan berkode saham GIAA tersebut agar menutup 5 dari 7 anak usaha yang ada.

“Penutupan tersebut lantaran 5 perusahaan itu tidak menguntungkan. Karena pembahasan rapat komisaris dan direksi mengusulakan segera ditutup karena tidak bermanfaat bagi perusahaan induk,” terang Erick.

Meski kurangnya evaluasi atas pembentukan lima anak usaha ini di masa lalu, namun Erick Thohir tidak lantas menyalahkan pendahulunya (Menteri BUMN 2014-2019, Rini Soemarno)

“Bukan persoalan benar atau salah, bisa saja pada masa lalu direction dan kebijakannya belum optimal. Nah, sekarang sudah waktunya diperbaiki,” tutup Erick. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM