Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Holding BUMN Pertahanan, PT LEN: Tunggu Aba-aba Erick Thohir

MediaBUMN

Published

on

Holding BUMN Pertahanan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding BUMN Pertahanan tampaknya bakal segera terwujud. Pasalnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, sudah menunjuk PT LEN Industri (Persero) sebagai ketua tim percepatan untuk industri pertahanan yang salah satu tugasnya adalah pembentukan holding tersebut.

Menurut Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin terkait kelanjutan pembentukan holding BUMN Pertahanan tersebut pihaknya mengaku masih menunggu arahan kementerian BUMN.

“Tunggu aba-aba Pak Erick Thohir! Apakah nantinya jadi formal holding atau bagaimana kami belum ada arahan lebih lanjut. Tapi intinya kami (PT LEN) sudah membentuk satu klaster industri pertahanan bersama PT Pindad, PT Bahana, PTDI dan PT PAL,” ujarnya kepada MEDIABUMN (12/2)

Lebih lanjut Zakky mengatakan bahwa saat ini seluruh anggota klaster tersebut secara bersama-sama tengah menggarap rencana jangka panjang perusahaan (RJPP) untuk lima tahun mendatang serta upaya percepatan dalam industri pertahanan.

“Sesuai dengan RJPMN yang dibuat oleh pemerintah,” ujarnya.

Adapun, jelas Zakky, pembentukan holding BUMN Pertahanan tersebut salah satunya adalah bertujuan agar produktivitas dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) maampu berintegrasi dengan baik. Selain tentunya untuk pengembangan pemenuhan alutsista di dalam negeri.

“Jadi kuncinya agar pertahanan kita jauh lebih mandiri karena seluruh alutsista diproduksi di dalam negeri,” terang Zakky.

Oleh karena itu Zakky mendorong agar pemerintah terus berakselerasi dalam penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya pemanfaatan pada energi surya (matahari).

“Kan terlebih sudah ditetapkan 23 persen mix energy sudah harus tercapai di tahun 2025,” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa dari 23 persen tersebut terdapat energi matahari yang ditargetkan sebesar 6,5 gigawatt. Dimana saat ini masih berada dibawah 500 megawatt.

“Masih jauh! Itu yang terus kami dorong. Karena marketnya sudah ada tinggal bagaimana regulasinya, bagaimana hambatannya, tentunya regulasi yang dianggap menghambat tentunya harus direvisi. Sehingga target Presiden Joko Widodo terkait EBT ini dapat terealisasi sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan,” tutup Zakky. []

HIGHLIGHT BUMN

Ada Corona! Bagaimana Nasib Gelaran MotoGP Mandalika?

CHRIESTIAN

Published

on

Nasib gelaran MotoGP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Nasib gelaran MotoGP Mandalika banyak dipertanyakan lantaran badai virus corona yang menghantam dunia tidak terkecuali Indonesia.

Seperti diketahui bahwa berbagai persiapan telah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menyambut gelaran perdana MotoGP di sirkuit Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Oktober 2021 nanti.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio pihaknya belum bisa memastikan nasib gelaran MotoGP Mandalika, lantaran ia belum mengetahui akankah virus corona berdampak terhadap molor atau tidaknya penyelenggaraan MotoGP.

“Nasib gelaran MotoGP masih jadi pertanyaan bagi kita, apakah nantinya penyelenggaraannya tetap sesuai dengan jadwal atau tidak. Jadi belum ada pengumuman secara resmi,” jelas Tama ketika rapat kerja telekonferensi dengan Komisi X DPR RI (06/04).

Tama sangat berharap pandemi ini akan segera berakhior sehingga nasib gelaran MotoGP menjadi jelas sesuai dengan yang telah dijadwalkan, sehingga mempercepat pemulihan sektor pariwisata Indonesia.

“Harapan besar kami adalah gelaran MotoGP tetap berjalan sesuai jadwal karena dengan gelaran internasional tersebut menjadi daya tarik dunia kepada pariwisata Indonesia. Insha allah pandemic virus corona akan segera berakhir,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut anggota Komisi X DPR RI Muhammad Khadafi menginginkan Kemenparekraf memiliki skenario yang tepat adabila nasib gelaran MotoGP harus ditunda.

“Harus dikaji lagi soal kesiapan sirkuit akan seperti apa dan apakah memungkinkan terlaksana di tahun 2021. Jika tidak memungkinkan bagaimana langkah selanjutnya, dan bagaimana soal penjualan tiket yang sempat dibuka. Jadi respon kita harus cepat jangan sampai orang-orang banyak yang menunggu kepastian,” ujar Khadafi. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Kebutuhan Ventilator Tinggi, Erick Thohir: “BUMN Belum Akan Produksi”

CHRIESTIAN

Published

on

Kebutuhan ventilator

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kebutuhan ventilator terus bertambah seiring meningkatnya pasien positif corona yang tengah dalam perawatan. Seperti diketahui bahwa Ventilator merupakan salah satu peralatan medis yang digunakan untuk membantu pernapasan bagi para pasien yang terjangkit virus corona.

Melihat tingginya kebutuhan ventilator, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jika pihaknya akan mengusahakan pengadaan ventilator dengan cara membeli atau dengan menerima sumbangan.

“Kebutuhan ventilator tinggi, tapi saya rasa BUMN tidak akan produksi sendiri namun kita akan coba beli atau menerima sumbangan,” ujar Erick dalam teleconference, (06/04).

Sebelumnya, lanjut Erick, memang ada sejumlah perguruan tinggi dalam negeri yang telah melakukan penelitan atas mesin pernafasan ini. bahkan beberapa industri di dalam negeri pun juga melirik alat ini.

“Pada industri pertahanan saya dapat info kalau BPPT LEN sedang melakukan kajian. Jadi kalau nantinya bisa produksi sendiri mengapa tidak,” tambah Erick.

Walaupun kebutuhan ventilator sangat tinggi saat ini, namun Erick menyebut saat ini tahapan yang tepat dengan membeli dan menerima sumbangan.

“Karena tentu saja saya tidak mau berbicara sesuatu yang belum nyata bagaimana produksi dan kapitasnya, dsb. Oleh karenanya tahapan dengan kondisi saat ini yaitu melakukan pembelian serta menerima sumbangan,” pungkas Erick. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Ekspansi BUMN Tanpa Analisa Matang Menjadi Beban

CHRIESTIAN

Published

on

ekspansi BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ekspansi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tidak melulu bermuara terhadap sebuah keberhasilan. Ekspansi yang tidak memiliki analisa jangka panjang justru bisa membuat perusahaan tidak efektif dan efisien bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian.

Salah satu ekspansi BUMN yang terus mendapat sorotan yaitu adanya pendirian anak usaha bahkan cucu usaha perusahaan pelat merah yang secara operasionalnya dianggap tidak efektif.

Seperti diketahui belum lama ini Menteri BUMN Erick Thohir telah menutup sebanyak 51 anak cucu usaha dari perusahaan BUMN yaitu PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Tbk.

Langkah Bos Mahaka Grup tersebut banyak mendapat dukungan lantaran perampingan sejumlah perusahaan akan semakin membuat fokus terhadap core bisnis dari perusahaan tersebut.

Salah satu dukungan juga mengalir dari pengamat ekonomi Economic Action Indonesia (EconAct) Ronny P Sasmita. Menurutnya keputusan Erick Thohir yang menutup anak usaha BUMN dinilai sudah sangat tepat.

Perusahaan pelat merah saat ini banyak melakukan ekspansi dengan mendirikan anak usaha tetapi hal ini tidak diikuti oleh analisa jangka panjang yang matang. Bahkan berkecenderungan menambah beban finansial perusahaan induk.

Ekspansi BUMN dalam mendirikan anak usaha, lanjut Ronny, dinilai masih belum memiliki analisa yang sangat baik sehingga menjadi beban

“Saya kira selama ini BUMN kurang fokus dalam mengelola bisnis utamanya lantaran banyaknya anak usaha yang didirikan. Dengan adanya pemangkasan sejumlah anak cucu usaha maka hal ini bisa mengembalikan perusahaan induk agar lebih fokus pada bisnis utamanya sesuai dengan mandate undang-undang,” Jelas Ronny.

Lebih lanjut, imbuh Ronny di tengah wabah virus Covid-19 saat ini, BUMN berada pada posisi yang tidak mudah, karena selain ikut membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan penyebaran virus, BUMn juga harus menjaga kinerjanya di tengah perekonomian yang tertatih.

Meskipun soal penyebaran bukan menjadi tugas utama BUMN melainkan menjadi tanggung jawab Task Force yang dipimpin oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Apabila banyak perusahaan pelat merah yang menyalurkan CSR nya kepada bantuan alat kesehatan penanggulangan virus Covid-19 maka hal ini sangat wajar karena menjadi bagian dari kontribusi BUMN. Intinya, Kementerian BUMN punya tugas untuk membuat BUMN berjalan lebih baik, salah satunya dengan monitoring ekspansi BUMN ketika mendirikan anak usaha,” tutup Ronny. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM