Holding BUMN Farmasi BUMN Akan Terbentuk Pada Pertengahan 2019

oleh
Holding BUMN Farmasi

Holding BUMN Farmasi atau pembentukan induk usaha BUMN bidang farmasi rencananya akan siap pertengahan tahun 2019.

Holding BUMN Farmasi tersebut akan menggabungkan tiga perusahaan, yaitu PT Kimia Farma (Persero) Tbk, PT Bio Farma (Persero), dan PT Indofarma Tbk. Tujuan holding adalah meningkatkan pangsa pasar induk usaha.

Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, Honesti Basyir menyatakan bahwa proses kajian prospek, kelayakan perusahaan yang digabungkan, dan lain-lain telah selesai. Saat ini pembentukan holding sedang dalam tahap penyusunan pengurusan peraturan pemerintah. Artinya peresmian holding tinggal menunggu lampu hijau pemerintah yang diharapkan akan terlaksana di semester I 2019, paling lambat di bulan Juni.

Anggota Holding BUMN Farmasi

Melalui Honesti, Kimia Farma menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam holding BUMN Farmasi. Kesiapan tersebut didukung oleh bisnis Kimia Farma yang sudah kuat mulai dari retail, produksi, sampai distribusi (end to end).

Bahkan, Honesti menyebutkan bahwa Kimia Farma berada di posisi keempat pangsa pasar tertinggi dalam industri farmasi yang ada di Indonesia. JHal tersebut ditambah dengan peningkatan pasar yang terjadi setelah Kimia Farma mengakuisisi PT Pharos, Maret 2019 lalu.

Setelah ekspansi ke pasar Arab Saudi, kini Kimia Farma sedang menjajaki kemungkinan ekspansi ke Vietnam.

Direktur Keuangan Kimia Farma, Ibnu Suharta Wijaya menyebutkan, bahwa perusahaannya telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp4,2 triliun guna keperluan ke Vietnam. Sampai saat ini, perseroan masih mempelajari aturan di Vietnam karena berminat mengakuisisi 3 perusahaan farmasi di sana. Ini dilakukan karena pangsa pasar farmasi di Vietnam dua kali lipat dibandingkan Indonesia.

Pada tahun 2018, laba bersih perseroan Kimia Farma mencapai Rp401,79 miliar atau naik 21,13 persen yoy. Laba tersebut diperoleh dari pendapatan usaha sebesar Rp7,45 triliun yang meningkat 21,65 persen yoy.

Meski demikian, kondisi Kimia Farma adalah perusahaan publik. Kementerian BUMN memilih Biofarma sebagai induk usaha holding BUMN Farmasi karena kepemilikan saham yang 100 persen masih dipegang BUMN.

Sementara itu, Direktur Keuangan Indofarma, Harry Triyatni menjelaskan kondisi perusahaannya. PT Indofarma (Persero) tbk di kuartal I tahun 2019 memperoleh pendapatan Rp136 miliar yang berarti turun 8 persen yoy.

Holding BUMN Farmasi diharapkan mampu mendongkrak pasar farmasi di Indonesia dengan memperbaiki sinergi perusahaan hingga induk holding menjadi perusahaan nomor satu. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *