Holding BUMN Dongkrak Aset BUMN Lebih Bertaji

by
Holding BUMN

Holding BUMN di sektor infrastruktur, perumahan dan pengembangan kawasan yang dibentuk belum lama ini membuat perusahaan pelat merah semakin bertaji. Dari sisi aset tentunya mengalami kenaikan dan dampaknya memberikan kenaikan leverage sehingga lebih besar.

Kepada media, dalam saat konferensi pers mengenai perkembangan pembentukan holding, PT Direktur Hutama Karya (Persero), Bintang Perbowo menyebut adanya holding BUMN akan membuat nilai aset semakin bertaring.

Baca Juga: Menteri Rini Dorong Daya Saing Ekspor dan Hilirisasi Produk BUMN

Adapun Hutama Karya akan menjadi induk holding BUMN infrastruktur dengan anggota holding yaitu Adhi Karya, Jasa Marga, Yodya Karya, Waskita Karya dan Indra Karya.

Hal serupa juga diakui oleh Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Novel Arsyad. Emiten berkode saham WIKA tersebut nantinya menjadi anggota holding PPK.

Bersama Perum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) sebagai induk holding, terdapat anggota holding lainnya yaitu PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero).

Novel menyebut dalam holding aset akan meningkat drastis. Hal itu juga akan meningkatkan kemampuan perusahaan plat merah membangun kawasan.

Baca Juga: Wika Kantongi Proyek di Luar Negeri Mulai Malaysia Hingga Nigeria

Holding akan membuat BUMN dapat meningkatkan skala proyek. Hal itu membuat BUMN mampu bersaing dengan skala yang lebih besar.

Seperti diketahui bahwa holding BUMN infrastruktur dan PPK ditargetkan selesai pertengahan Desember 2018. Saat ini holding BUMN infrastruktur telah masuk tahap harmonisasi sementara holding BUMN PPK pada tahap pembahasan antar lembaga. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *