Holding BUMN Asuransi Masih Perlu Persiapan Matang

oleh
Holding BUMN Asuransi

Holding BUMN Asuransi diakui pemerintah tidak akan terburu-buru dibentuk, pasalnya hal tersebut tidaklah mudah. Apalagi termasuk ke dalam kelompok jasa keuangan yang membutuhkan persiapan matang terlebih dahulu.

Menurut Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata, apabila terjadi kesalahan, pertaruhannya ada pada stabilitas keuangan dalam negeri.

Oleh sebab itu pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan serta Kementerian BUMN. Bersama-sama masih perlu mematangkan konsep Holding BUMN Asuransi. Salah satu poin dalam pembahasannya yakni mengenai pemilihan induk holding.

“Kalau (untuk) sekadar mengumpulkan perusahaan, baik BUMN, anak BUMN, dan juga cucu BUMN dalam satu Holding. Tetapi tidak ada semangat (dalam) melakukan konsolidasi, maka holding tidak akan terlalu bermanfaat,” kata Isa.

Holding BUMN Asuransi Masih Kaji Induk Holding

Pihak kementerian juga masih mendalami rencana penunjukan PT Jasa Raharja (Persero) menjadi induk Holding BUMN Asuransi. Sebab selama ini PT Jasa Raharja terbatas di dalam lini asuransi wajib atau mandatory.

Pasalnya sejak tahun 2018 PT Jasa Raharja sudah direncanakan untuk memimpin penggabungan perusahaan asuransi pelat merah. Akan tetapi karakteristik perseroan sebagai asuransi wajib dianggap berbeda dengan Holding BUMN Asuransi yang berorientasi profit.

“Bayangkan (saja) Jasa Raharja yang biasanya mengurus asuransi wajib, sekarang (akan) urus aspek-aspek anak perusahaan tentang korporasi. Hal ini memerlukan pemikiran yang mendalam, apakah ini cocok?” ujar Isa.

Opsi perusahaan lain untuk menjabat sebagai induk serta kriteria apa yang tepat masih didiskusikan oleh Kemenkeu dan Kementerian BUMN. Pertimbangan pemilihan berdasarkan kesesuaian karakteristik perusahaan dalam memimpin holding BUMN asuransi.

Sejauh ini, diskusi yang dilakukan dengan Kementerian BUMN terbilang cukup progresif. Setiap pihak juga tidak bersikap egois untuk memutuskan skema asuransi BUMN. “Tidak ada (peristiwa) ngotot-ngototan, semua proses berjalan dengan baik,” tutur Isa.

Seluruh pihak tidak menentukan target kapan holding ini bakal dibentuk. Sebab jika menyangkut sektor keuangan terdapat stabilitas sistem keuangan, sehingga pengambilan keputusan harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Walaupun sebelumnya Rini Soemarno menargetkan holding BUMN asuransi selesai pada bulan Maret 2019. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *