Connect with us
PERTAMINA

Asuransi

Holding BUMN Asuransi, Jamkrindo dan Jasindo Nyatakan Siap

MediaBUMN

Published

on

Holding BUMN Asuransi

Holding BUMN Asuransi yang diakan dibentuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditargetkan akan rampung paling lambat pada Oktober 2019. Beberapa perusahaan BUMN di sektor asuransi pun menyatakan kesiapannya dalam menjalankan tugasnya sebagai holding, sebut saja Jasindo dan Jamkrindo.

Menurut Direktur Utama Perum Jamkrindo, Randi Anto pihaknya dengan sangat terbuka menyambut wacana bergabungnya Jamkrindo dalam holding BUMN asuransi. Dengan adanya holding ini, sebut Randi, nantinya diharapkan tidak ada lagi persaingan dan akan ada sinergi antara perusahaan BUMN agar kerja lebih efisien.

“Kami tentu siap terggabung dalam holding tersebut. Kami terus berkordinasi dengan anggota-anggota holding lainnya. Dengan adanya holding BUMN Asuransi ini kami harapkan nantinya akan lebih mendorong kinerja masing-masing menjadi jauh lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Randi mengatakan bahwa adanya holding ini nantinya juga dapat mendukung kerjasama di sektor teknologi.

“Jadi masing-masing anggota holding tidak perlu repot lagi mengembangkan dan membuat teknologi secara sendirian. Nantinya bisa saling sharing karena sudah tidak ada lagi yang namanya kompetisi,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Direktur Operasi Ritel Jasindo, Sahata L. Tobing pembentukan holding BUMN Asuransi ini diproyeksikan akan memberikan sejumlah keuntungan besar bagi masing-masing perusahaan.

Antara lain, imbuh Sahata, bahwa adanya holding tersebut akan meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) serta mendorong pengembangan teknologi yang jauh lebih baik.

Dengan demikian tingkat pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat pun akan lebih maksimal. Selain itu adanya holding akan membuat lebih banyak produk-produk yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun pemerintah.

“Penetrasi pasar tentunya akan semakin luas, serta akan semakin mendorong Inklusi keuangan,” tambahn ya.

Dengan kapasitas yang jauh lebih kuat, lanjutnya, holding BUMN asuransi akan lebih mudah bersinergi dengan mitra internasional seperti misalnya dalam hal kerjasama pengembangan produk.

“Pastinya kepercayaan asing akan semakin kuat. Contoh dari modal hanya Rp10 triliun dengan sudah terbentuk holding jadi Rp 20 triliun, makin besar akan semakin dipercaya,” tutupnya. []

Asuransi

Jasindo Bidik Perolehan Premi Rp6,4 triliun

Alfian Setya Saputra

Published

on

premi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Jasindo / PT Asuransi Jasa Indonesia tahun ini membidik perolehan premi sebesar Rp6,4 triliun atau meningkat 18,73 persen dibandingkan realisasi tahun 2019 yaitu Rp5,39 triliun.

Menurut Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Sahata L. Tobing, perseroan membidik kenaikan premi hingga Rp1 triliun karena manajemen telah memetakan dan mengetahui model bisnis yang akan dikembangkan di tahun ini. Dengan demikian Jasindo, lanjut Sahata, akan mendoronng pengembangan bisnis yang berbasis profit margin.

Jasindo sendiri memiliki produk asuransi yang baik antara lain asuransi keuangan, asuransi ketahanan pangan kemudian ada asuransi gas dan minyak.

“Pada asuransi ketahanan pangan sendiri di tahun ini kami akan mengakselerasi serta melakukan literasi branding kepada masyarakat. Jadi nantinya masyrakat tahu asuransi pertanian dan asuransi Sapi itu ya Jasindo,” jelasnya (24/2).

Untuk mempercepat penetrasi dalam asuransi pertanian, Jasindo, sebut Sahata akan merangkul lembaga internasional dan lembaga yang ahli di bidang teknologi terbarukan untuk mengelola pertanian.

Maka dengan demikian Jasiondo bukan hanya menjadi representasi badan usaha tapi juga pemerintah melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Semester II 2020 Jasindo juga berniat meluncurkan produk baru berupa Asuransi Parametrik yang memberikan perlindungan terhadap risiko perubahan iklim. Dalam meluncurkan produk tersebut Jasindo menggandeng AXA International.

Untuk meluncurkan produk tersebut, Jasindo telah melaporkannya dan berniat mengurus izin usaha kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihaknya berharap kehadiran produk tersebut bisa diterima dengan baik oleh nasabah maupun industri jasa keuangan. []

Continue Reading

Asuransi

Kinerja Jiwasraya: Premi Jeblok Hingga 70,07 Persen

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Kinerja Jiwasraya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kinerja Jiwasraya sepanjang tahun 2019 lalu mengalami penurunan yang sangat signifikan. Perseroan hanya mencatat premi bruto Rp3,19 triliun atau mengalami penurunan yang drastis hingga mencapai 70,07 persen dari realisasi 2018 yaitu Rp10,66 triliun.

Menurut Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko sampai dengan saat ini bisnis Jiwasraya masih berjalan seperti biasa dengan tetap melakukan penjualan produk-produk asuransi kepada nasabah.

“Kinerja Jiwasraya pada tahun lalu mengalami penurunan, tapi sampai saat ini kami masih (berjalan) menjual produk unitlink dan tradisional untuk korporasi masih ada,” jelas Hexana (23/2).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dari total premi perusahaan saat ini kontribusi terbesar disumbang dari produk tradisional. Kemudian diikuti produk asuransi berbasis investasi atau produk unitlink yang akan mulai ditingkatkan.

Berdasarkan laporan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR pekan lalu diketahui bahwa hasil investasi Jiwasraya mencapai minus Rp10,73 triliun. Hal tersebut dibanding capaian di tahun 2018, dimana hasil investasi perseroan masih jauh lebih rendah yaitu minus Rp2,79 triliun.

Nahasnya kewajiban perseroan tidak sebanding dengan aset yang dimiliki perusahaan. Pada 2019, jumlah liabilitas Jiwasraya mencapai Rp50,85 triliun sedangkan jumlah aset sebesar Rp22,07 triliun. Lebih parahnya lagi, ekuitas atau modal perusahaan minus Rp 28,77 triliun pada tahun lalu.

Meski demikian meskipun kinerja Jiwasraya mengalamoi keterpurukan, namun perseroan masih mempunyai total 4,56 juta nasabah baik dari bisnis ritel, korporasi maupun digital insurance. Jika dirinci bisnis ritel terdapat 348.582 peserta, bisnis korporasi 4,21 juta peserta dan digital insurance 2.675 peserta. []

Continue Reading

Asuransi

Premi Askrindo Tumbuh Melesat 34,48 persen di tahun 2019

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Premi Askrindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Premi Askrindo atau PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) sepanjang tahun 2019 lalu tercatat sebesar Rp14,12 triliun. Torehan tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 34,84 persen secara year on year (yoy) apabila dibandingkan torehanPremi Askrindo di tahun 2018 yang hanya sebesar Rp10,17 triliun.

Kepada MEDIABUMN, Direktur Utama Askrindo Andrianto Wahyu Adi menyambut gembira kinerja positif yang berhasil ditorehkan perseroan. Menurutnya terjadinya lonjakan bisnis tahun lalu dikarenakan perusahaan sangat aktif dalam melakukan peneterasi pasar.

“Kami terus mendatangi targeted costumer agar selalu menggunakan produk Askrindo,” ujarnya (9/02).

Adapun torehan premi Askrindo tersebut berhasil dikontribusikan oleh asuransi kredit yang mendominasi dengan presentase lebih dari 50 persen terhadap keseluruhan portofolio bisnis.

“Kami punya target double digit atau lebih dari 10 persen di tahun 2020. Tentunya kami punya strategi dalam mengejar target tersebut. Kami punya key account sebagai pelanggan utama kami seperti bank-bank pelat merah serta perusahaan skala besar lainnya. Tentunya kami akan melihat potensi apa yang ada pada mereka sehingga kami bisa menangkap potensi tersebut,” papar Andrianto (9/02)

Lebih lanjut Andrianto mengatakan jika pihaknya telah menetapkan beberapa industri yang akan menjadi potensi bisnis di tahun ini. Tahun 2020 consumer goods, imbuhnya, mempunyai potensi yang sangat besar bagi industri asuransi.

“Kemudian juga industri yang berorientasi ekspor masih memiliki potensi besar. Kami tahun ini masih akan fokus memberikan penjaminan bagi sektor KUR (Kredit Usaha Rakyat),” ujarnya.

Seperti diketahui bahwa, berdasarkan data yang dihimpun oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tahun 2019 industri asuransi umum berhasil menghimpun pendapatan premi yang mencapai Rp80,12 triliun. Adapun capaian tersebut tumbuh sebesar 14,62 persen secara year on year (yoy) dari pendapatan premi pada 2018 yang hanya sebesar Rp69,9 triliun. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM