Hilirisasi Industri Bauksit Digarap PT Inalum dan Antam

by
hilirisasi industri

Hilirisasi industri adalah program yang diinisiasi oleh kementerian perindustrian yang telah dilakukan sejak tahun 2010. Proyek atau program ini dimaksudkan agar memperkuat struktur industri, menyediakan lapangan kerja, dan memberi peluang usaha di Indonesia. Indonesia yang sejak lama mengimpor bahan mentah, diharapkan dapat memprosesnya sendiri di dalam negeri.

Baru-baru ini, PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) dan PT Aneka Tambang Tbk mencanangkan pembangunan smelter grade alumnia refinery di Desa Bukit Batu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kedua BUMN bersinergi membentuk hilirisasi industri pengolahan bauksit menjadi alumina sebagai bahan dasar pembuatan alumunium.

Integrasi rantai industri hulu sampai hilir ini dilakukan melalui anak usaha patungan yang diberi nama PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI). Adapun pencanangan hilirisasi industri alumina ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Inalum, Budi G. Sadikin.

Tujuan pembangunan hilirisasi industri bauksit menjadi alumina ini, antara lain:

1. Pembangunan industri alumina sebagai bahan dasar alumunium dan diserfikasi usaha.

2. Melaksanakan mandate terbentuknya holding industri pertambangan.

3. PT Inalum sebagai produsen yang membuat alumunium mendapat pasokan alumina dari dalam negeri. Dengan bahan dasar olahan negeri sendiri, maka kelak perusahaan akan menghemat pengeluaran sekitar USD200 juta.

4. Menyejahterakan masyarakat di sekitar pembangunan smelter yang akibatnya secara tidak langsung adalah menyejahterakan negara.

Sementara itu, menurut Direktur Utama PT Antam, Arie Prabowo Ariotedjo, hilirisasi industri bauksit mempunyai tujuan:

1. Pengembangan proyek-proyek strategis di masa yang akan datang karena pembangunan melibatkan banyak pihak, seperti kelengkapan dari Pembangkit Listrik Tenaga Batubara sebesar 3 x 25 MW.

2. Pengembangan produksi bauksit yang banyak terdapat di Indoneisa. Dalam hal ini, bauksit mempunyai nilai tambah yang menguntunkan.

Bagian dari pemberdayaan masyarakat Kabupaten Mempah, Kalimantan Barat. Dengan adanya industri yang dibangun akan banyak menyerap tenaga kerja lokal di berbagai bidang dan ikut membuka banyak peluang usaha daerah.

Hilirisasi industri proyek pembangunan Pabrik Alumina oleh PT BAI berlangsung di atas tanah seluas 288 hektare di atas 3 desa di kabupaten yang sama. Pembangunan smelter yang sedang dalam proses ini diharapkan selesai dan mulai beroperasi di tahun 2022 dengan biaya investasi USD850 juta.

Ketika pabrik alumina, bagian dari hilirisasi industri sudah mulai beroperasi diharapkan menghasilkan 1 juta ton alumunium based per tahun. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *