Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Hasil RUPSLB BNI: Ahmad Baiquni Tetap Dirut

MediaBUMN

Published

on

Hasil RUPSLB BNI

Hasil RUPSLB BNI yang digelar Jumat (30/8), Kementerian BUMN melakukan perombakan susunan pengurus dan menetapkan beberapa nama-nama dengan posisi barunya serta memberhentikan dengan hormat beberapa nama.

Adapun Hasil RUPSLB BNI tetap menjadikan nama Achmad Baiquni sebagai orang nomor 1 alias sebagai Direktur Utama. Nama baru yang muncul adalah Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan BNI mengganti nama Anggoro Eko Cahyo yang bergeser menjadi Direktur Konsumer. Ario Bimo merupakan orang internal BNI yang sebelumnya bertugas di BNI Cabang Tokyo sebagai Kepala Cabang.

Hasil RUPSLB BNI memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat nama Catur Budi Harto yang menjabat sebagai Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI, yang posisinya saat ini sudah diganti dengan nama Tambok PS Simanjuntak yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Konsumer. Sementara Rico Budidarmo bertukar posisi dengan Bob Tyasika Ananta.

Untuk posisi komisaris, Hasil RUPSLB BNI telah memberhentikan dengan hormat
nama Marwanto Harjowiryono sebagai komisaris dan menetapkan nama Askolani sebagai komisaris yang baru.

Berikut susunan pengurus baru berdasarkan hasil RUPSLB BNI:

DEWAN KOMISARIS
Komisaris Komisaris Utama: Ari Kuncoro
Wakil Komisaris Utama : Hambra
Komisaris : Ratih Nurdiati
Komisaris : Askolani
Komisaris : Revrisond Baswir
Komisaris : Joni Swastanto
Komisaris : Pataniari Siahaan
Komisaris : Ahmad Fikri Assegaf
Komisaris : Sigit Widyawan.

DEWAN DIREKSI
Direktur Utama: Achmad Baiquni
Wakil Direktur Utama : Herry Sidharta
Direktur Bisnis Korporasi: Putrama Wahju Setyawan
Direktur Bisnis Konsumer: Anggoro Eko Cahyo
Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan: Tambok PS Simanjuntak
Direktur Tresury dan Internasional: Bob Tyasika Ananta
Direktur Keuangan: Ario Bimo
Direktur TI dan Operasi: Dadang Setiabudi
Direktur Hubungan Kelembagaan: Adi Sulistyowati
Direktur Managemen Risiko: Rico Rizal Budidarmo
Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Endang Hidayatullah

Perbankan

Tarik Tunai BRI Meningkat Capai 3,5 Juta per Hari

Alfian Setya Saputra

Published

on

Tarik tunai

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Tarik tunai di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selama periode Lebaran tahun 2020 mencapai 3,5 juta transaksi per hari. Jumlah itu meningkat drastis dari periode sebelum Lebaran sebesar 2,5 juta transaksi per hari.

Sekretaris Perusahaan BRI, Amam Sukriyanto menilai adanya pandemi Covid-19 yang masih terjadi di masa Hari Raya Idul Fitri membuat perubahan masyarakat dalam bertransaksi.

Saat ini nasabah lebih memanfaatkan tarik tunai uang melalui CRM atau ATM daripada melakukan transaksi langsung ke bank.

“Rata-rata penarikan uang atau tarik tunai pada periode Ramadan yakni 2,5 juta kali penarikan per hari, tahun ini naik menjadi 3,5 juta kali per hari saat menjelang lebaran dan periode Lebaran,” ujar Amam, Senin (1/6/2020).

Menurut Aman, keberadaan Agen BRILink juga berpengaruh signifikan terhadap transaksi tarik tunai dan berbagai transaksi lain selama periode Lebaran.

Jika dihitung volume transaksinya, Agen BRILInk mencatatkan jumlah nominal transaksi rata-rata hingga Rp 2,3 triliun setiap hari.

“Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan pada kondisi umum atau di luar hari raya. Sebelum periode Lebaran, tercatat volume transaksi lewat Agen BRILink rata-rata sebanyak Rp 1,9 triliun per hari,” ucapnya.

Aman menambahkan tahun ini perseroan BRI telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 37,2 triliun untuk kebutuhan masyarakat selama periode bulan puasa Ramadan dan Lebaran.

Jumlah tersebut lebih menurun dibanding penyediaan uang tunai di tahun sebelumnya yang mencapai Rp 48,2 triliun.

Peningkatan jumlah transaksi juga terjadi melalui aplikasi mobile BRIS Online milik BRI Syariah.

Hingga akhir Mei 2020, total transaksi di BRIS Online mencapai 78,6 persen dari total transaksi keseluruhan.

Diikuti transaksi melalui ATM sebesar 15,81 persen, dan sisanya melalui teller serta internet banking.

Tarik Tunai di Masa Pandemi

Direktur Operasional BRIsyariah, Fahmi Subandi mengatakan selama masa pandemi Covid-19 total transaksi mencapai 11,5 juta transaksi, atau meningkat 36 persen dibandingkan sebelum ada pandemi Covid-19.

“Transaksi yang paling banyak yaitu transfer dan isi uang elektronik,” kata Fahmi.

Dengan peningkatan jumlah transaksi ini, BRI Syariah berkomitmen akan terus memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam melayani nasabah.

Menurut Fahmi, BRI Syariah terus fokus meningkatkan kinerja untuk memaksimalkan potensi perbankan syariah Indonesia yang sangat besar, terutama melalui layanan digital. Sebab masyarakat juga semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi untuk bertransaksi.

Nasabah dapat memaksimalkan aplikasi BRIS Online yang lebih aman dan nyaman pada masa pandemi seperti ini.

“Aplikasi BRIS Online memiliki banyak fitur bermanfaat. Mulai dari fitur pembayaran BPJS Kesehatan, biaya pendidikan, pembayaran pajak e-Samsat, pelunasan haji, Tokopedia dan Bukalapak, ZISWAF, pencarian masjid terdekat, hingga penunjuk arah kiblat,” tandasnya. []

Continue Reading

Perbankan

BNI Mobile Banking, Bisa Tarik Tunai ATM Tanpa Pakai Kartu

Alfian Setya Saputra

Published

on

BNI Mobile Banking

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BNI Mobile Banking meluncurkan satu fitur terbaru untuk meningkatkan layanan keuangan di masa new normal. Fitur baru ini adalah Mobile Tunai yang dapat memudahkan nasabah untuk melakukan penarikan uang tunai di ATM BNI (Setor/Tarik Tunai) dan ATM Link (BNI) tanpa perlu membawa kartu debit BNI.

Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indonesia (Persero), Corina Leyla Karnalies mengatakan, fitur Mobile Tunai di BNI Mobile Banking ini diluncurkan guna mendukung nasabah untuk semakin mudah bertransaksi digital di era new normal yang akan datang.

Mobile Tunai, imbuhnya, merupakan cara bertransaksi yang baru secara cashless dan cardless.

“Kelebihan bertransaksi dengan Mobile Tunai yaitu bisa digunakan untuk diri sendiri maupun untuk mengirimkan dana tunai ke orang lain. Caranya juga sangat mudah, nasabah hanya perlu membuka aplikasi BNI Mobile Banking dan memilih menu Mobile Tunai,” jelas Corina di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Menurut Corina, fungsi smartphone saat ini bukan lagi sekadar alat komunikasi, tapi juga sebagai alat transaksi digital.

Masyarakat pun kian mengandalkan smartphone untuk memenuhi keperluan sehari-hari melalui aplikasi Mobile Banking milik perbankan dan e-wallet.

Mulai dari membeli pulsa, pembukaan rekening tabungan, membayar tagihan, dan berinvestasi.

Selain itu, pandemi Covid-19 yang menuntut masyarakat untuk menjalankan social distancing semakin meningkatkan penggunaan transaksi digital.

“Itu merupakan salah satu pertanda dunia tengah memasuki fase new normal. Karena itu BNI menghadirkan fitur Mobile Tunai yang aman, dilengkapi dengan sistem pengamanan yang baik dan berlapis,” jelas Corina.

Inovasi BNI Mobile Banking

Untuk pengamanan tahap 1, nasabah memasukkan kode transaksi di ATM saat melakukan tarik tunai tanpa kartu ini.

Kode pengaman ini hanya berlaku selama 2 jam. Di tahap 2, yaitu dengan kode OTP yang dikirimkan ke nomor handphone yang dituju.

Kedua tahap pengamanan ini kami terapkan demi memaksimalkan keamanan transaksi seluruh nasabah melalui BNI Mobile Banking.

“Fitur ini juga bisa digunakan untuk mengirim uang kepada orang lain. Caranya tinggal memasukkan nomor HP penerima uang lalu berikan kode transaksi yang dihasilkan pada penerima dana dan dia akan mendapatkan kode OTP pada nomor HP yang dituju,” jelasnya.

Nominal uang yang dapat ditarik dengan Mobile Tunai adalah kelipatan Rp 50.000, hingga maksimal Rp 1.250.000 untuk transaksi diri sendiri.

Sementara untuk tarik tunai untuk orang lain dibatasi hanya maksimal Rp 500.000.

“Pengaturan besaran nominal ini demi keamanan nasabah BNI. Maka kedepannya, BNI akan kembangkan transaksi cashless dan cardless untuk setor tunai ke tabungan dan transaksi digital lainnya,” tandasnya. []

Continue Reading

Perbankan

Inovasi bank bjb dan Tim Pembina Samsat, Setor Pajak Kendaraan di Kepri Bisa via Bukalapak dan Indomaret

MediaBUMN

Published

on

samsat

MEDIABUMN.COm. Jakarta – bank bjb bekerja sama dengan Tim Pembina Samsat Kepulauan Riau (Kepri) mengembangkan inovasi cara pembayaran pajak tahunan kendaraan dengan membuka layanan pembayaran via Indomaret dan Bukalapak. Inovasi ini menambah channel pembayaran pajak yang selama ini telah dimiliki Samsat Kepri.

Dengan hadirnya format layanan baru ini, para wajib pajak dapat melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), serta registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor di daerah hukum Kepolisian Daerah Kepulauan Riau secara elektronik melalui aplikasi bayar pajak Kepri, website Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, gerai Indomaret dan Bukalapak.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto menuturkan inovasi tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk dukungan bank bjb terhadap optimalisasi pendapatan daerah. Dengan akses pembayaran pajak yang semakin mudah dan praktis, diharapkan akan semakin banyak wajib pajak yang memanfaatkan layanan hasil inovasi ini sehingga pendapatan daerah ikut terdongkrak.

“Telah sejak awal bank bjb hadir dan ikut serta membangun sistem elektronifikasi layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di berbagai daerah di Indonesia. Sebagai agen perubahan nasional, kami telah berhasil merevolusi sistem pembayaran pajak sehingga berjalan lebih mudah dan efisien. Kami berharap inovasi-inovasi yang kami persembahkan ke depan, khususnya di sektor pembayaran pajak, dapat semakin mengakselerasi kinerja perolehan pendapatan daerah yang menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjalankan agenda-agenda pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Widi.

Selama ini, bank bjb memang senantiasa melakukan langkah inovasi demi menghadirkan layanan yang semakin mempermudah bagi publik dan nasabah sebagai penerima manfaat. Selain E-Samsat, beberapa hasil inovasi elektronifikasi pembayaranm pajak yang telah dilakukan bank bjb antara lain Tabungan Samsat (T Samsat), Samsat Jawa Barat Ngabret (Samsat J’bret), dan Samsat Banten Hebat (Sambat). Inovasi juga dilakukan untuk sistem setoran Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang dapat secara online melalui aplikasi bjb DIGI. Pembayaran pajak dapat dilakukan melalui seluruh channel bank bjb antara lain Teller, Automated Teller Machine (ATM), dan Electronic Data Captured (EDC). Pembayaran juga dapat dilakukan di channel layanan yang sudah bekerjasama dengan bank bjb dan Pemerintah Daerah setempat melalui Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, PT Pos Indonesia.

Pembayaran PKB di Bukalapak dan Indomaret dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi E-Samsat KEPRI yang tersedia di Google Play Store untuk memperoleh kode bayar. Kode bayar ini diperlukan sebagai syarat pembayaran pajak di Indomaret dan Bukalapak.

Langkah pertama untuk mendapatkan kode bayar pada aplikasi E-Samsat KEPRI yakni dengan memilih pembayaran melalui bank bjb pada opsi menu. Setelahnya, masukkan nomor polisi kendaraan. Lalu, Masukkan enam digit terakhir nomor rangka. Selanjutnya kode bayar akan muncul.

Setelah kode bayar diperoleh, pembayaran PKB dapat dilanjutkan melalui aplikasi Bukalapak maupun Indomaret. Setelahnya, Wajib Pajak akan memperoleh bukti pembayaran. Simpanlah bukti pembayaran kendaraan bermotor untuk mencetak Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) dan pengesahan STNK pada layanan Samsat yang tersebar di Kepri berlaku selama dua bulan setelah pembayaran dilakukan. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM