Connect with us
PERTAMINA

Energi & Tambang

Harga Emas Antam Kinclong Usai Lebaran

MediaBUMN

Published

on

Harga emas

Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk usai lebaran semakin kinclong, dimana harga emas emas per hari in (10/6) naik Rp15 ribu per gram nya menjadi Rp681 ribu.

Pembelian kembali atau buyback juga mengalami keniakan yang sangat tinggi sebesar Rp9 ribu per gramnya menjadi Rp600 ribu. Dimana sebelumnya harga pembelian berada pada posisi Rp591 ribu per gram nya.

Antam memiliki emas batangan yang dijual dengan berbagai ukuran dari mulai 0,5 gram sampai 1.000 gram. Harga per gram nya pun berbeda untuk setiap ukuran emas.

Jika melihat situr logamulia.com, harga emas batangan Antam ukuran 0,5 gram dijual seharga Rp365 ribu. Sementara dengan ukuran 1 gram dijual seharga Rp681 ribu.

Untuk emas berukuran 2 gram dijual seharga Rp1,31 juta, ukuran 3 gram seharga Rp1,94 juta. Kemudian ukuran 5 gram dan 10 gram masing-masing dijual dengan harga Rp3,22 juta dan Rp6,38 juta.

Sementara itu untuk emas berukuran 25 gram dijual seharga Rp15,85 juta, kemudian ukuran 50 gram seharga Rp31,63 juta serta ukuran 100 gram dijual seharga Rp63,21 juta.

Kemudian untuk emas dengan ukuran 250 gram dijual seharga Rp157,75 juta, serta ukuran 500 gram dan 1.000 gram masing-masing dijual dengan harga Rp315,3 juta dan Rp630,6 juta.

Antam selain menjual emas batangan polos juga menjual emas batangan bermotif batik serta emas tematik dengan harga bervariasi. Selain itu, perusahaa pelat merah ini juga menjual emas perak murni 99,95 persen serta koin dirham dan dinar.

Harga Emas Global

Menurut Reuters, pada hari ini (10/6) harga emas secara global mengalami penurunan dari puncak tertinggi dalam kurun 14 bulan terakhir. Turunnya harga emas tersbeut dipicu adanya kesepakatan antara Meksiko dengan amerika Serikat (AS) dalam mencegah perang tarif yang terjadi akhir pekan lalu. Hal ini berdampak sehingga permintaan safe haven mengalami gangguan.

Adapun harga emas pada pasar spot mengalami penurunan 0,5 persen menjadi US$1.333,44 per ons nya. Dimana sebelumnya harga logam mulia berada pada level tertinggi sejak 19 April 2018 silam yang berada pada posisi US$1,348.08 per ons nya. Sementara itu, harga emas berjangka AS mengalami penurunan 0,5 persen menjadi US$1339,90 per ons nya. []

Energi & Tambang

Aset Pertamina Dioptimalkan, Cultural Park Segera Dibangun

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Aset Pertamina

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aset Pertamina di Sumatera Selatan saat ini mulai dioptimalisasi dengan dibangunnnya Kawasan Kenten Cultural Park di atas lahan milik Pertamina.

Untuk optimalisasi ini, PT Pertamina (Persero) menggandeng pemda setempat dan menjalin Nota Kesepakatan antara PT Pertamina (Persero) bersama Pemerintah Kota Palembang dan Pemprov Selatan.
MoU ini berisi tentang pengembangan asset Pertamina di wilayah Kenten, Kota Palembang.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menjelaskan rencana tersebut merupakan apresiasi Pertamina terhadap dukungan yang telah diberikan masyarakat Sumatera Selatan, Pemkot Palembang, dan Pemprov Sumatera Selatan.

“Ini juga merupakan instansi atas kegiatan usaha inti yang selama ini dilakukan oleh Pertamina Group di Sumatera Selatan. Dengan kerjasama ini, aset Pertamina di Kawasan Kenten, akan disulap sebagai area hijau perkotaan yang dapat digunakan untuk tempat rekreasi dan berolahraga,” ujar Nicke, Jumat (10/7/2020).

Pertamina memiliki sejumlah objek vital di wilayah Sumatera Selatan yang cukup lengkap dari hulu hingga hilir.

Pertamina memiliki Aset 2 dan wilayah kerja yang dioperasikan Pertamina Hulu Energi (PHE). BUMN sektor energi ini juga memiliki Kilang Plaju yang dikembangkan untuk pengolahan bioenergy berbahan CPO.

“Di Sumatera Selatan Pertamina memiliki sejumlah Terminal BBM penyuplai energi ke ratusan SPBU untuk memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat. Kami juga membangun banyak Pertashop di wilayah pedesaan untuk melayani warga setempat,” jelasnya.

Di Prabumulih dan Palembang, perusahaan pelat merah ini juga telah membangun jaringan gas untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri dan pelaku usaha.

Nicke Widyawati mengungkapkan pihaknya akan terus bersinergi dengan pemda agar pengelolaan aset Pertamina berjalan baik, termasuk dalam pembangunan Cultural Park.

Kehadiran kawasan wisata ini, diharapkan menjadi fasilitas hijau perkotaan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat.

“Bahkan dengan pengembangan ini juga akan memberikan destinasi wisata baru bagi Kota Palembang serta mendukung pembanugnan wilayah perkotaan di sekitar wilayah,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyatakan kesepakatan pemanfaatan aset Pertamina dan pemda menjadi penting bagi semua pihak.

Sehingga kepastian hukum dan kemanfaatannya dapat dipertanggungjawabkan baik oleh Pemprov Sumsel, Pemda setempat maupun PT Pertamina.

“Pemanfaatan aset ini untuk meningkatkan efektivitas dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, salah satunya adalah manajemen aset. Makanya kita melakukan penandatanganan kesepakatan pemanfaatan aset dengan PT Pertamina,” pungkasnya. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Blok Rokan Diambil Alih, Pemerintah Tanggung Biaya Investasi

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Blok Rokan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Blok Rokan akan resmi dikelola PT Pertamina (Persero) mulai Agustus 2021 mendatang setelah diamil alih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Sebelum pengambilalihan ini berjalan, Pemerintah ikut memenuhi kebutuhan investasi di blok tersebut.

Upaya untuk menjaga kapasitas produksi minyak dan gas di Blok Rokan dinilai pemerintah sangat penting dilakukan.

Maka dari itu, investasi untuk pengeboran atau drilling harus terus berlanjut.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa, Jumat (10/7/2020).

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, sesuai dengan skema Production Sharing Contract (PSC) Blok Rokan, pemerintah siap menanggung biaya investasi di blok tersebut

“Investasi pengeboran akan dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yakni Chevron. Nilai investasinya akan diperhitungkan dalam skema cost recovery karenanya pemerintah akan mengembalikan biaya investasi yang sudah dilakukan KKKS,” ujar

Masa Transisi Blok Rokan

Purbaya menjelaskan, Chevron dan SKK Migas sudah melakukan bertemuan yang cukup intensif.

Selanjutnya, kedua pihak akan menandatangani dokumen kesepakatan dan penyesuaian atas investasi yang akan dijalankan di masa transisi pengelolaan Blok Rokan.

Namun Purbaya belum mengungkapkan kapan penandatanganan kerjasama akan dilakukan.

“Yang pasti, untuk kegiatan pengeboran 104 sumur di Blok ini, SKK Migas sudah menerima proposal dari Chevron untuk investasi senilai US$ 152 juta. Pengeboran ini dilakukan dari tahun 2020 hingga berakhirnya kontrak Wilayah Kerja Rokan di bulan Agustus tahun 2021,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, kedua pihak juga sedang mendiskusikan perihal tanggung jawab pemulihan lingkungan pasca operasi di Blok Rokan.

Seperti pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) dan aspek Abandonment and Site Restoration (ASR) yang sesuai ketentuan Undang Undang.

“Tim Kementerian, SKK Migas, PT CPI, dan lembaga terkait sedang bekerja untuk menyelesaikan audit lingkungan dalam waktu dekat. Audit lingkungan ini perlu untuk menentukan besaran kebutuhan sumber daya yang harus dipenuhi guna pemulihan lingkungan,” ungkapnya.

Pemerintah pun berharap proses pemulihan lingkungan pascaoperasi ini bisa dilaksanakan dengan dana yang cukup.

Begitu juga dengan pengalihan pengelolaan Blok Rokan dapat berjalan lancar melalui investasi di masa transisi.

“Dengan begitu Pertamina tidak akan terbebani anggaran dan produksi migas Blok Rokan tetap terjaga ketika sudah diambil alih,” tutupnya. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Proyek PLTU Malinau Sempat Mangkrak, Ditarget Rampung Akhir 2020

EKO PRASETYO

Published

on

Proyek PLTU Malinau

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek PLTU Malinau di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dipastikan dalam waktu dekat akan rampung 100 persen. Hingga akhir Juni 2020, tercatat progress pembangunan Pengerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap berkapasitas 6 megawatt (MW) sudah mencapai 93,42 persen.

Diketahui, proyek PLTU Malinau sebelumnya sempat mengkrak sejak tahun 2016 lalu lantaran terjadinya lonjakan biaya pembangunan yang terdampak depresiasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP Kalbagtim), Muhammad Ramadhansyah mengatakan, dengan dilanjutnya kembali proyek PLTU Malinau, pihaknya optimis dapat menyelesaikannya tepat waktu.

“Ini menjadi harapan dan tugas kami untuk segera menyelesaikan pembangunan proyek PLTU Malinau sesuai target waktu yang sudah ditetapkan,” ujar Ramadhansyah di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Dijelaskannya, Proyek PLTU Malinau adalah bagian dari proyek listrik di daerah terpencil yang seharusnya sudah beroperasi pada September 2014 namun pembangunan berhenti pada tahap 55,69 persen.

Terhentinya proyek PLTU Malinau ini lantaran kontraktor proyek dari konsorsium PT PAL (Persero) dan PT Wasita Karya (Persero) Tbk merugi karena biaya proyek membengkak setelah kurs dolar AS naik.

“Proyek ini adalah salah satu dari 34 proyek mengkrak yang pernah disinggung Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 lalu. Dengan kondisi itu, PLN sempat meminta pendapat hukum dari Kejaksaan Agung untuk melanjutkan proyek ini, dan sekarang sudah dianjut kembali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ramadhansyah menyatakan optimis proyek PLTU Malinau akan rampung pada akhir tahun 2020.

Sebab, dua infrastruktur lainnya juga telah siap beroperasi untuk mengintegrasikan daya listrik dari sistem interkoneksi di Pulau Kalimantan, yaitu Saluran Utama Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tidang Pale, Malinau dan Gardu Induk (GI) 150 kV Malinau.

“Dengan beroperasinya semua system kelistrikan ini, nantinya biaya operasi PLN di daerah ini diharapkan bakal turun hingga Rp 4,9 miliar per bulan,” ujarnya.

Selain itu, proyek PLTU Malinau juga akan menambah keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Malinau.

Diketauhui hingga saat ini masyarakat di daerah tersebut masih menggunakan setrum dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Maka setelah PLTU Malinau rampung, PT PLN (Persero) akan mulai mengurangi penggunaan PLTD. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!