Hadapi Sejumlah Tantangan Ekonomi, Kinerja bank bjb Tetap Tumbuh

by
kinerja bank bjb

Kinerja bank bjb dipastikan tetap tumbuh di tengan sejumlah tantangan perekonomian. Bank berkode saham BJBR tersebut berhasil mencetak laba bersih Rp1,3 triliun tumbuh 25,4 persen (year on year / y-o-y) dibandingkan raihan laba pada periode sama tahun sebelumnya yang tercatat hanya Rp1.07 triliun.

Seperti diketahui bahwa Dampak ketidakpastian ekonomi global dan sentimen negatif dari eskalasi perang dagang AS dan China, sangat memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap perekonomian di dalam negeri terutama melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Sehingga hal tersebut berimbas terhadap seluruh pelaku industri dan bisnis tidak terkecuali pada sektor perbankan.

Baca Juga : bank bjb Masuk SWA Top 100 Perusahaan Publik Terbaik

Hal itu masih diikuti dengan adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 Days Reverse Repo Rate dari posisi Desember sampai posisi September sudah mengalami kenaikan sebesar 150 bps (basis point) dari 4,25% menjadi 5,75%. Namun, ditengah situasi dan tantangan tersebut, bank bjb mampu melalui hal itu dengan sangat baik dengan secara konsisten tetap menorehkan kinerja yang positif.

Menurut Corporate Secretary bank bjb, M. As’adi Budiman, keberhasilan bank bjb dalam mencetak kinerja gemilang pada triwulan III/2018, tidak terlepas dari kerjasama yang solid seluruh lini bisnis sehingga bank bjb masih mampu menghadirkan kinerja yang cukup membanggakan terlebih di tengah situasi perekonomian yang kurang baik.

“Kondisi moneter dari sisi nilai kurs, kemudian sisi likuiditas yang ditenggarai oleh tingginya tingkat suku bunga saat ini menjadi sesuatu yang sangat menantang bagi industri perbankan. tapi kami bersyukur bahwa manajemen bank bjb bmasih bisa melewati tantangan ini dengan kinerja positif,” tutup pria yang akrab disapa Adi tersebut.

Baca Juga: bank bjb dan Kemendes PDTT Lakukan MoU Layanan Perbankan

KINERJA TUMBUH
Laju pertumbuhan laba bersih yang berhasil ditorehkan oleh bank bjb tidak terlepas dari kontribusi pada sektor kredit yang tumbuh sebesar 5,3% atau menjadi Rp74.6 triliun. Sedangkan net interest income (NII) naik 4,1% (y-o-y) menjadi Rp4.84 triliun dan pendapatan non bunga tumbuh 23,2% (y-o-y) atau menjadi Rp673 miliar.

Seperti diketahui bahwa berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan per Juli 2018. Sejak awal tahun tingkat pendapatan bersih bank terus mengalami peningkatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *