Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Graha Mantap! Proyek Bank Mandiri dan WEGE Resmi Dimulai

Published

on

Graha Mantap

Graha Mantap yang merupakan proyek pembangunan gedung hasil kerjasama antara Bank Mandiri dan Wika Gedung (WEGE) telah resmi dimulai. Peresmian tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Nariman Prasetyo.

Persemian proyek yang dibangun di Jl. Proklamasi No. 31 Jakarta tersebut juga ditandai dengan prosesi pemecahan kendi di atas alat berat excavator sebagai simbol dimulainya pekerjaan konstruksi.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa proyek Graha Mantap menjadi salah satu upaya strategis Bank Mandiri untuk mengoptimalisasi pengelolaan aset-aset perseroan yang berada di prime location.

“Walaupun ini adalah sinergi BUMN tetapi kami pastikan dalam memilih WEGE sebagai kontraktor pembangunan Graha Mantap telah melalui proses tender yang mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik sehingga diperoleh pemenang dengan penawaran terbaik”, ujar pria yang akrab disapa Tiko tersebut.

Graha Mantap Jadi Pusat Perkantoran

Lebih lanjut Tiko memaparkan bahwa bangunan yang menghabiskan biaya investasi Rp211 miliar tersebut, akan berdiri di atas lahan seluas 4.428 m2 dengan total luas bangunan Gedung kurang lebih 11.964 m2, terdiri dari 12 lantai untuk fungsi kantor dan 1 lantai semi basement dengan fungsi komersial di lantai ground floor.

“Bangunan Gedung tersebut terdiri dari kantor untuk Mandiri Office dan Kantor Publik 9.495 m2, area komersial 340 m2, parkir dan penunjang 2.104 m2. Targetnya, proyek ini selesai pada Desember 2020 dengan masa pemeliharaan 12 bulan,” imbuh Tiko.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Nariman Prasetyo mengatakan bahwa pada proyek Graha Mantap tersebut, WEGE akan mengembangkan bisnis konsesi melalui pembangunan gedung kantor di atas lahan milik Bank Mandiri dengan pola kerjasama BOT (Build, Operate, Transfer) selama 30 tahun.

“Sebagai Total Solution Contractor yang berpengalaman yang mengutamakan safety dan quality di setiap pekerjaan kami optimis dapat mengerjakan proyek ini tepat waktu dan memberikan hasil yang terbaik sesuai dengan harapan costumer. tutup Nariman. []

HIGHLIGHT BUMN

Laba BUMN Tahun 2021 Capai Rp26 Triliun!

Published

on

Laba BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Laba BUMN pada periode Januari hingga Juni 2021 meningkat drastis hingga mencapai Rp26 triliun.

Capaian laba BUMN ini terbilang fantastis di tengah menurunnya pertumbuhan ekonomi akibat dampak pandemi covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan, laba BUMN secara keseluruhan sepanjang tahun 2020 hanya Rp13 triliun.

Sementara saat ini baru setengah tahun berjalan, laba BUMN tercatat sudah dua kali lipat lebih besar.

“Alhamdulillah semester I tahun ini laba BUMN sudah Rp 26 triliun, yang artinya jika dibandingkan laba sepanjang tahun lalu dengan satu di tahun ini naik 100 persen,” kata Erick di Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Rabu (20/10/2021).

Erick Thohir mengatakan, di awal pandemi Covid-19, hampir 90 persen bisnis perusahaan pelat merah terdampak.

Maka ia meminta agar seluruh jajaran BUMN melakukan efisiensi operasional, dan langkah itu pun berhasil.

Erick menyebut, meski terdampak, sejumlah BUMN tetap menghasilkan laba bersih, khususnya dan memberikan kontribusinya untuk negara sebesar Rp377 triliun dalam satu dekade terakhir.

Menurutnya, pandemi bukan alasan bagi BUMN untuk sekadar ‘bertahan hidup’, tapi harus melakukan pembenahan untuk bangkit dan merebut pasar guna meningkatkan laba BUMN.

“Justru di masa pandemi itu waktunya BUMN memperbaiki diri dan bangkit. Maka kalau ada yang kurang baik diperbaiki untuk meningkatkan daya saing. Indonesia ini banyak pasar dan sumber daya alamnya, maka BUMN jika tidak bertransformasi, peluang itu tidak akan bermanfaat,” tegas dia.

Transformasi Dorong Pedapatan Laba BUMN

Adapun kegiatan Erick Thohir di UIN SMH Banten dalam rangka kerja sama program pengembangan penelitian dan magang.

Kerja sama dengan perguruan tinggi di Banten ini merupakan kali kedua bagi Kementerian BUMN, dimana sebelumnya dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Dalam kesempatan itu, Erick juga menyampaikan bahwa kolabobari BUMN dengan universitas guna mendorong pengembangan penelitian.

Sehingga, kehadiran BUMN bisa mendorong para mahasiswa menciptakan berbagai temuan dan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

“Saya mendorong kerja sama ini agar temuan anak bangsa nantinya punya market. Apakah itu alat kesehatan, obat-obatan. Apalagi BUMN punya grup rumah sakit yang bisa kita jadikan sistem yang bisa disinergikan,” jelasnya.

Mantan Bos Inter Milan ini pun berbagai cerita tentang transformasi BUMN di berbagai sektor yang terus digenjot, termasuk peningkatan kualitas SDMnya.

Ia berharap kerjasama ini akan menjadi satu titik temu antara lembaga pendidikan dengan sektor industri yang nantinya dapat mencetak SDM yang siap terjun dan berdaya saing.

Erick pun mengajak para rektor untuk melakukan pemetaan dalam menciptakan lapangan kerja bagi para lulusan universitas agar siap kerja.

“Ayo kita sama-sama buat roadmap lapangan kerja, karena tidak mungkin kita meluluskan mahasiswa tapi tidak tersedia lapangan kerja. Suka atau tidak suka era digital mengurangi jenis pekerjaan lama,” tegasnya. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Penutupan BUMN Sakit! Ketua DPR RI: “Jadi Beban Negara!”

Published

on

Penutupan BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penutupan BUMN sakit yang selama ini jadi beban keuangan negara mendapat dukungan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani.

Puan mendukung langkah tegas Presiden Joko Widodo yang akan melakukan penutupan BUMN sakit yang selama ini sudah tidak beroperasi tapi badan usahanya masih ada.

Puan menyatakan, banyak perusahaan pelat merah yang sudah digelontorkan dana besar melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN.

Namun sejumlah BUMN yang dimaksud tetap saja kesulitan untuk mendapatkan pemasukan bagi negara atau cuma sekadar bertahan hidup.

Maka perusahaan yang kondisinya sudah tak layak untuk diperjuangkan atau disembuhkan, maka jalan terbaik adalah penutupan BUMN sakit.

“Kalau BUMN-BUMN ini sudah tak mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan cenderung menghabiskan uang rakyat, lebih baik ditutup. Karena BUM seperti itu hanya menjadi beban negara,” kata Puan, Selasa (19/10/2021).

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan, modal negara yang disalurkan kepada perusahaan pelat merah akan sia-sia jika BUMN itu sudah tidak bisa memperbaiki kondisinya.

Untuk itu, Puan mendukung langkah penutupan BUMN sakit dan menghentikan penyaluran modal negara kepada perusahaan tersebut.

Ia pun menegaskan, BUMN yang tak bisa berbenah bisa terjadi karena buruknya tata kelola perusahaan dan tingkat profesionalisme para jajarannya yang sangat rendah.

“Tujuan negara mendirikan perusahaan BUMN yaitu agar bisa memberi manfaat bagi warga masyarakat dan negara. Jika tujuan itu tak bisa tercapai, maka percuma dukungan yang diberikan pemerintah,” ungkapnya.

Maka ia meminta kepada pemerintah agar setiap suntikan modal yang disalurkan akan tepat guna, dan memberikan dampak positif.

Jangan sampai perusahaan negara justru tak berupaya melakukan pembenahan karena terlena terus-terusan mendapat kemudahan modal.

“Modal yang diberikan itu seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Bukan malah lenyap begitu saja karena pengelolaan BUMN yang buruk,” tandasnya.

Penutupan BUMN Banjir Dukungan

Puan bahkan menduga adanya permainan di tubuh BUMN menjadi penyebab banyaknya perusahaan pelat merah yang justru merugi dan jadi beban APBN.

Maka ia pemerintah harus menuntaskan persoalan itu hingga ke akarnya, termasuk melakukan penutupan BUMN sakit yang sudah tak bisa disehatkan.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan menyatakan, persoalan utama BUMN sakit ini ada di sistem manajemen pengelolaannya, sehingga tiap tahun bukannya untung tapi malah buntung.

Ia pun mempertanyakan sikap Pemerintah yang selama ini terus memanjakan BUMN jika kondisi keuangannya mengalami kesulitan.

Yang menjadi masalah, saat suntikan dana yang digelontorkan sangat besar, tetapi tidak menyelesaikan persoalan BUMN tersebut. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

BUMN Pangan Harus Bertransformasi, Erick Thohir: “Yang Tidak Ikut Saya Bongkar”

Published

on

BUMN pangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN pangan diminta secara tegas untuk terus melakukan transformasi di berbagai lini bisnisnya.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir dalam acara Grand Launching Produk Pangan dan Non-pangan secara virtual, Selasa, 19 Oktober 2021.

Erick menegaskan, bahwa dirinya tidak akan segan-segan merobak jajaran komisaris maupun direksi  jika tidak mengikuti arahan tersebut.

Menurutnya, BUMN yang sulit bertransformasi akan sulit bersaing di era global saat ini, maka para petingginya perlu diganti dengan yang mampu.

“Yang tidak ikut bertransformasi, pastinya akan saya ganti. Ini sudah saya lakukan di banyak BUMN, bukan kaleng-kaleng ngomongnya,” tegas Erick Thohir.

Erick menyebutkan, Kementerian BUMN terus memantau perkembangan BUMN pangan dalam satu tahun ke depan.

Kementerian BUMN juga terus mendorong perampingan perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor pangan dengan membentuk Holding BUMN sektor Pangan agar kinerjanya lebih fokus dan efektif.

Namun jika dari hasil pemantauan ini ternyata BUMN Pangan yang dimaksud belum ada kemajuan kinerja, maka dipastikan akan berlaku perombakan jajaran direksi dan komisaris.

“Pergantian pemimpin di BUMN Pangan dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas Sumber Daya Manusia. Jadi transformasi yang kita maksud tak hanya dalam skema bisnis atau jenis usahanya saja, tapi juga kualitas SDMnya,” tegas Erick.

Erick bercerita telah mengajak 20 BUMN bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas transformasi perusahaan pelat merah.

20 BUMN itu terdiri dari 17 perusahaan induk dan tiga anak usaha, dan sekitar 30 sampai 40 persen jajaran pemimpinnya adalah pemimpin dari era Menteri BUMN sebelumnya, Rini Soemarno.

Dari hasil pertemuan itu, Pemerintah menyatakan akan menggabungkan sembilan BUMN pangan menjadi satu Holding.

Kesembilan BUMN itu adalah PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Bhanda Ghara Reksa, PT Sang Hyang Seri, PT Pertani, PT Perikanan Indonesia, PT Perikanan Nusantara, PT Berdikari, PT Garam dan PT RNI sebagai induk Holding.

Presiden Setujui BUMN Pangan

Adapun, Penggabungan BUMN Pangan ini sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo dengan meneken Peraturan Pemerintah yang diharapkan prosesnya rampung pada akhir tahun ini.

Selain penggabungan BUMN Pangan, pemerintah juga telah membentuk Badan Pangan Nasional (BPN).

Sinergi antara BUMN Pangan dengan BPN ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan Nasional dan mewujudkan swasembada pangan.

Erick Thohir meyakini kekuatan pangan nasional tidak saja diperkuat melalui regulasi, tapi juga pada aspek sinergisitas dan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Sekarang Badan Pangan Nasional sudah dibentuk. Kalau kita semua mau serius, kualitas pangan kita akan luar biasa. Allah SWT sudah memberikan sumber daya alam kita yang luar biasa, market yang besar, apalagi kalau sinerginy kita bangun, dan mendapat dukungan dari pihak swasta,” ujar Erick. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!