Erick Thohir: “BUMN Harus Bisa Akuisisi Perusahaan Asing”

oleh
Erick Thohir

Erick Thohir telah resmi sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di bawah kementerian yang akan dikelolanya, ia memiliki mimpi besar yaitu menjadikan perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut dapat mengakuisisi perusahaan asing.

“Kita harus bisa akusisi perusahaan asing. Kita harus bisa caplok perusahaan asing! Jangan Cuma kita yang dicaplok (perusahaan asing),” ujar Erick Thohir usai acara sertijab dengan mantan Menteri BUMN Rini Soemarno di kantor Kementerian BUMN (23/10).

Namun demikian ia menyadari bahwa pekerjaan tersebut bukanlah operkara mudah. Menurutnya apabila melakukan era kolaborasi maka BUMN harus bekerjasama dengan pihak-pihak yang kompeten untuk memenangkan persaingan.

“Seluruh pihak yang kompeten harus saling bersinergi, baik itu BUMN, BUMD maupun dengan pihak swasta. Maka dengan demikian pangsa pasar akan semakin besar dan dengan demikian langkah menuju kancah interncaional semakin terbuka,” papar pria 49 tahun tersebut.

Menurut Erick Thohir pekerjaan terberatnya pada saat ini yaitu menciptakan ekosistem yang sangat baik di lingkungan BUMN. Karena, jelasnya, BUMN selama ini dianggap serakah sebab semua proyek-proyek yang ada di daerah digarap semua.

“Saya ingin perbaiki ekosistem di BUMN. Saya kira dalam memenangkan persaingan pasar, melakukan sinergi BUMN itu sangat baik, tapi juga bisa sinergi dengan BUMD. Aset BUMN kan beberapa juga ada di daerah,” ungkas Erick Thohir.

Pagu anggaran di Kementerian BUMN pada tahun 2020 adalah sebesar Rp345,8 miliar. Dimana dari total anggaran tersebut 49 nya dialokasikan untuk belanja barang, 34 persennya diarahkan untuk belanja modal, dan sisanya sebanyak 17 persen untuk belanja pegawai. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *