Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Era Digital Banking 4.0 Jadikan Perbankan Lebih Berinovasi

MediaBUMN

Published

on

Era digital banking 4.0

Era digital banking 4.0 merupakan peluang bagi perbankan di Tanah Air guna lebih berinovasi memberikan layanan terhadapnasabahnya. Inovasi tersebut dibutuhkan guna menyikapi ketatnya persaingan seiring dengan pesatnya pertumbuhan financialtechnology atau fintech.

Akan tetapi, dari sisi lain era digital banking 4.0 juga mendatangkan beberapa tantangan, misalnya dalam perlindungan data nasabah. Oleh karena itu, perbankan dituntut untuk semakin adaptif terhadap perkembangan digitalisasi di pasaran.

Tris Yulianta selaku Deputi Direktur Produk, Aktivitas, dan APU PPT OJK menilai bahwa, perbankan bakal terpengaruh dengan disrupsi. Yang datang dari era digital banking 4.0 dalam revolusi industry, apabila tidak disikapi secara tepat dan cepat.

Oleh karena itu, OJK sudah menyusun Peraturan OJK (POJK) Nomor 12/2018. Dengan tujuan untuk mendukung efisiensi operasional, meningkatkan layanan, serta mengadopsi teknologi TI. Diharapkan dengan adanya regulasi tersebut perbankan dapat menyikapi disruption, sebab dari sisi regulasi telah cukup mendukung. Dalam arti singkat, layanan perbankan telah bisa dalam genggaman tangan.

Era Digital Banking 4.0 Peluang Perbankan Tingkatkan Performa

Perbankan seharusnya memanfaatkan era digital banking 4.0 sebagai peluang untuk meningkatkan performance layanan secara keseluruhan. Denganmendorong perbankan untuk sinergi dan kolaborasi dengan fintech.

Agus F Abdillah selaku ChiefProductand Service OfficerTelkomtelstra memaparkan, perkembanganzaman sudah mengubah dan mendisrupsi bisnis saat ini. Pasalnya hampir seluruh sektor finansial dan perbankan, mulai dari deposito, lending, asuransi. Hingga paymentsystemdanmultifinancedimasuki oleh bisnis berbasis platform.

Fintech dapat melakukan hal tersebut dengan memperbaiki customerexperience yang memanfaatkan teknologi IT, yaitu dari sisi network, cloud, serta security. Sebagai solusi, Telkomtelstra ikut mendukung usaha regulator dan perbankan Indonesia guna bertransformasi dan beradaptasi di era digital banking 4.0.

Yakni dengan pengelolaan cloud menjadi satu sistem terintegrasi bernama hybridcloudsystem yang bekerja sama dengan Microsoft. Hal ini memungkinkan data tetap tersimpan di data server Telkomtelstra di Indonesia,tapi bisa memakai azure publik secara global.

Sedangkan, Ravi Ivaturi selaku perwakilanPricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia Advisor memaparkan, banyak perbankan yang telah masuk dalam era digital banking 4.0. Pihaknya mendorong pelaku industri perbankan untuk berinvestasi dan mengaplikasikan digital di dalam bisnisnya. “Sudah waktunya bagi mereka (perbankan) untuk memahami digital,” tambah Ravi. []

Jasa Keuangan

Bisnis Baru Berbasis IT, Pegadaian Siapkan Capex Rp320 Miliar

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Bisnis baru

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis baru PT Pegadaian terus dikembangkan dengan sistem digital untuk memberikan layanan terbaru di masa kenormalan baru.

Saat ini ada empat bisnis baru dengan dukungan digitalisasi yang digarap oleh Pegadaian, mulai dari Gold Card, gadai dropbox, digital lending, dan high touch to high tech.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi untuk menyesuaikan pelayanan yang mengikuti perkembangan zaman.

“Kami sedang mengembangkan bisnis baru berbasis teknologi, sehingga layanan yang kami berikan dapat meminimalisir kontak langsung antara karyawan dengan nasabah,” ujarnya.

Kuswiyoto pun menjelaskan empat bisnis baru Pegadaian yang sedang disiapkan tersebut.

Yang pertama transaksi gadai dropbox, yaitu nasabah tidak perlu memberikan langsung barang gadai kepada petugas Pegadaian.

Nasabah cukup meletakkannya di dropbox, lalu nilainya akan ditaksir, jika harganya sesuai, pegadaian akan membayarkan jumlah pinjaman ke rekening masing-masing nasabah.

“Dengan system ini nasabah tidak perlu khawatir barangnya akan tertukar,” ujar Kuswiyoto.

Bisnis yang kedua Gold Card, yakni kartu kredit ke nasabah berdasarkan tabungan emas yang dimiliki. Cold Cart nantinya juga bisa digunakan untuk berbelanja karena jaminannya tabungan emas.

Namun untuk produk ini, masih dalam hahap percontohan, dan diharapkan dapat segara dilaunching.

Ketiga, yaitu bisnis high touch to high tech, yaitu kerjasama Pegadaian dengan Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) survey awal usaha nasabah secara online serta analisis menggunakan big data dan credit scoring. Hal ini memungkinkan untuk nasabah membuka rekening melalui e-KYC.

“Dengan kerjasama ini, untuk pengajuan gadai dan pengembalian agunan bisa dengan konsep on demand. Menggadaikan barang sekarang bisa diantar dengan ojek online seperti Gojek dan Grab. Jadi masyarakat yang tidak punya waktu bisa melakukan dengan cara ini,” jelasnya.

Yang terakhir adalah bisnis digital lending dengan dua skema yaitu peer to peer lending dan direct lending.

Untuk skema direct lending, Pegadaian akan menyalurkan kredit modal produktif dengan sistem fidusia dan jaminan invoice melalui platform internal.

Sedangkan skema kedua, Pegadaian menyalurkan kredit modal kerja bekerja sama dengan fintech yang sudah ada.

Concern Bisnis Baru

Direktur Teknologi dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan belanja modal (capex) untuk bisnis baru berbasi IT senilai Rp 320 miliar sepanjang 2020.

“Kami akan menggunakan teknologi agar tetap eksis dan mampu bersaing. Jadi tidak bisa dipisahkan antara belanja modal dan biaya operasional dengan total sekitar Rp 640 miliar,” ujar Teguh.

Dana itu, kata Teguh akan digunakan untuk mengembangkan berbagai server dan aplikasi Gadai Digital, serta pengembangan network untuk modernisasi IT di cabang dan pusat.

Dana ini juga akan digunakan untuk meningkatkan keamanan pada semua proses digitalisasi maupun produk digital Pegadaian.

“Kalau dulu IT hanya untuk mendukung bisnis, sekarang IT sudah menjadi proses transaksi sehingga harus benar-benar aman,” tutupnya. []

Continue Reading

Perbankan

Teknologi Satelit Mulai Dimanfaatkan untuk Bisnis BRI

MediaBUMN

Published

on

Teknologi satelit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Teknologi satelit kini dimanfaatkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Langkah ini dilakukan dengan menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) selaku BUMN yang bergerak di sektor telnologi informasi.

Kedua BUMN ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) unutk berkolaborasi dalam penggunaan layanan teknologi satelit.

MoU ini ditandatangani oleh Direktur Utama BRI Sunarso dan Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah dan disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (30/07/2020).

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan akan terus mendorong agar sesama BUMN saling mendukung dalam menciptakan nilai tambah bagi setiap perusahaan.

Erick pun menyambut baik kolaborasi kedua perusahaan pelat merah ini untuk kemajuan bangsa Indonesia.

“Kami terus mendorong agar BUMN agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dan seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Erick Thohir usai penandatanganan MoU.

Menurutnya, BRI sebagai Bank BUMN dengan aset terbesar di Indonesia bertekad untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para stakeholder.

Di antaranya dengan memperkuat infrastruktur teknologi informasi, khususnya dalam hal pemanfaatan teknologi satelit.

“Di sisi lain, Telkom Group adalah BUMN terbesar di bidang telekomunikasi digital juga berupaya mewujudkan penguatan digitalisasi BUMN. Kerjasama ini kita harapkan menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Dengan kerjasama ini, BRI menjadi bank di Indonesia yang pertama mengoperasikan satelit untuk operasional usahanya.

Sedangkan Telkom selama ini sudah menjadi penyedia layanan teknologi satelit terbesar di wilayah Asia Tenggara.

Melalui penandatanganan kerjasama ini, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menyebut kedua BUMN ini akan saling mendukung dan memberikan nilai tambah.

“Kami siap mendukung peningkatan kualitas layanan BRI agar bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat Indonesia. Kami yakin bisa memberikan dukungan dengan kompetensi Telkom di bidang teknologi satelit dan pengalaman operasional yang sudah berjalan selama ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, Telkom juga mendorong peningkatan operasional di BUMN lainnya, salah satunya dengan pemanfaatan potensi layanan teknologi berbasis satelit.

Baik dalam tahap produksi, perencanaan, desain, maupun implementasinya dengan prinsip yang saling menguntungkan. []

Continue Reading

Perbankan

Pembiayaan KPR BTN Dipermudah Dengan KPR Work From Home

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Pembiayaan KPR

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pembiayaan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus dipermudah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Yang terbaru, Bank BTN menawarkan solusi pembiayaan KPR bagi masyarakat untuk membeli hunian di tengah adaptasi kebiasaan baru melalui program KPR From Home The New Normal.

Dengan program From Home The New Normal, konsumen dapat mengajukan berkas Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) secara online dengan mengakses Portal BTN Properti.

Executive Vice President NSLD BTN, Suryanti Agustinar mengatakan, BTN terus berupaya memberikan stimulus kemudahan KPR/KPA dalam pengajuan dokumen.

Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi, masyarakat masih disarankan untuk tidak banyak berkegiatan di luar rumah.

Dengan produk terbaru BTN ini, akan memberikan keringanan kredit bagi nasabah, mulai dari bebas biaya administrasi, bebas biaya provisi, dan bebas biaya appraisal.

Kemudian bunga angsuran cukup ringan, mulai dari 3 fixed 1 tahun yang merupakan hasil kerja sama dengan pengembang.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dan menjawab kebutuhan pasar untuk fasilitas pembiayaan KPR maupun KPA,” ujar Suryanti, Rabu (29/7/2020).

Beragam Kemudahan Pembiayaan KPR

Suryanti menambahkan, setelah promo pada periode Juli hingga September, nasabah tidak otomatis dikenakan ketentuan bunga berjalan setelah suku bunga promo berakhir.

“Justru nasabah akan diberikan angsuran rendah selama 5 tahun ke depan. Nasabah juga mendapatkan tambahan keringanan dengan hanya membayar angsuran bunga selama 2 tahun pertama, pembayarannya bisa melalui fasilitas KPR/KPA Zero,” kata Yanti.

Dengan berbagai kemudahan yang disiapkan, nasabah BTN cukup memberikan tiga dokumen di awal pengajuan sampai keluar persetujuan kredit.

Selain itu, seluruh proses kredit bisa dilakukan secara online, seperti pengajuan berkas melalui portal BTN Properti atau Mobile Apps BTN Properti.

Tidak hanya bisa mengajukan secara online, nasabah juga bisa melakukan pembayaran booking fee dan tracking posisi berkas melalui aplikasi BTN Properti.

“Ada juga fitur 4D Tour Service pada laman BTN Properti khusus untuk proyek-proyek besutan pengembang pilihan. Dalam tour 4D ini, konsumen bisa memilih hunian idaman dari rumah, tanpa harus datang ke lokasi proyek,” jelas dia.

Dengan fitur 4D Tour Service, konsumen bisa melihat detail unit hingga ke seluruh sudut ruangan, seolah-olah masuk ke dalam unit rumah atau apartemen pilihan secara langsung di lokasi proyek. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!