Enam Kilang Nasional, Pembangunannya Dikebut Pertamina

oleh
Enam Kilang Nasional

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Enam Kilang Nasional terus dikebut pembangunannya oleh PT Pertamina (Persero). Adapun ke enam kilang tersebut masuk ke dalam proyek strategis nasional.

Bahkan beberapa langkah percepatan juga telah dilakukan perseroan untuk merealisasikan opersional enam kilang nasional tersebut paling lambat pada tahun 2026.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Talullembang mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan upaya percepatan pembangunan.

Percepatan yang dilakukan kata dia, salah satunya diterapkan ke dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balongan.

Sehingga nantinya diharapkan pertamina dapat menghemat waktu satu tahun dengan mempercepat proses lelang pada saat ini.

Pasalnya, pada umumnya setelah penawaran Front-End Engineering Design (FEED) berlangsung, perusahaan akan melakukan lelang.

Untuk itu nantinya, pihaknya akan membutuhkan waktu sampai 2 tahun sebelum proses memasuki Engineering, Procurement and Construction (EPC).

“Kali ini kami sedang siapkan fast track, yang nantinya penawaran FEED terbaik langsung EPC,” ujarnya.

Melalui upaya-upaya tersebut, pihaknya optimis bisa menyelesaikan target pembangunan tahap pertama kilang Balongan di Oktober 2022.

“Jadi bisa satu tahun lebih cepat dari target yang ditentukan,” kata dia.

Enam Kilang Nasional Pembangunan Tahap II

Selanjutnya setelah pembangunan enam kilang nasional tahap I sudah berjalan, langkah selanjutnya Pertamina akan mulai mengerjakan pembangunan tahap II.

“Saat ini tahapan-tahapan sedang masuk ke studi kelayakan untuk pembangunan tahap yang akan dilakukan,” tuturnya.

Sementara itu, percepatan pembangunan juga rencananya akan dilakukan di RDMP Balikpapan.

Saat ini untuk konstruksi proyek pembangumnan enam kilang nasional tersebut telah berjalan sejak Februari 2019 dan sudah mencapai 9 persen dari rencana capaian awal sebesar 6 persen.

Disampaikan Ignatius proyek tersebut kini telah berjalan sesuai dengan target. Bahkan dirinya optimistis kilang dapat selesai Juni 2023 dan dapat beroperasi sepenuhya setahun kemudian.

Sementara saat ini pihak Pertamina masih terus berdiskusi dengan mitra yang ada di Timur Tengah untuk bisa turut serta menggarap RDMP Dumai.

Ditargetkan pertamina kata Ignatius pada Desember mendatang rencananya akan ada perjanjian kerjasama mengembangkan kapasitas kilang dari 140 ribu barel per hari menjadi 300 ribu barel per hari.

“Jadi di awal tahun depan untuk bank feasibility dan 2027 bisa mulai operasi,” kata dia. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *