Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Ekspor Perikanan Bakal Terdongkrak Apabila Dua BUMN Ini Digabung

Published

on

Ekspor perikanan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ekspor perikanan dari Indonesia dipastikan akan semakin meningkat setelah dua BUMN yang bergerak di sektor perikanan resmi digabung.

Kedua perusahaan pelat merah itu yakni Perikanan Indonesia (Perindo) dan Perikanan Nusantara (Perinus) yang saat ini masih dalam proses merger.

Dua perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor perikanan serta hasil laut, yakni dalam waktu yang tidak lama akan segera dilebur.

Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi menilai penggabungan dua BUMN ini akan mendongkrak ekspor perikanan ke pasar internasional.

Pasalnya, kedua perusahaan ini memiliki pasar dan potensi ekspor perikanan yang besar di berbagai Negara.

“Penggabungan Perindo dan Perinus memang bertujuan untuk mewujudkan potensi sinergi peningkatan penjualan. Karena terdapat potensi ekspor perikanan yang besar,” jelas Arief Prasetyo, Minggu (6/6/2021).

Sebagai koordinator BUMN Klaster Pangan, PT RNI (Persero) bersama berbagai pihak terkait juga telah mendapatkan hasil kajian jika BUMN sektor pangan dimerger dalam satu holding.

Menurut Arief, Perinus akan melakukan ekspor perikanan berupa gurita beku ke Negara Jepang dalam waktu dekat.

BUMN Dorong Ekspor Perikanan

Sementara Perindo pada pekan lalu juga telah mengekspor ikan kembung ke Thailand guna memenuhi pesanan dari Negara tersebut.

Adapun nilai ekspor gurita beku dari Perinus ini senilai US$71.679,52 atau setara dengan Rp1.03 Miliar.

Gurita beku yang diekspor mencapai Rp 12 ribu Kg yang merupakan hasil tangkapan dari mitra-mitra nelayan di wilayah Makassar.

Pada semester I tahun 2021 ini, Perinus telah merealisasikan tiga ekspor perikanan ke Negara Jepang untuk memenuhi permintaan pembeli.

Sementara itu Perindo juga melakukan kegiatan ekspor perikanan secara aktif ke berbagai Negara konsumen.

“Ekspor perikanan ini merupakan upaya memperbaiki model bisnis BUMN sebagai langkah awal menuju penggabungan. Salah satu rencana model bisnis BUMN Perikanan ini setelah dimerger memang untuk mengoptimalkan offtake produk nelayan, sekaligus meningkatkan pasar ekspor,” pungkasnya.

Di sisi lain, pemerintah tetap memberikan dukungan kepada BUMN dalam menjaga dan memperkuat ketahanan pangan nasional dengan pembentukan holding BUMN pangan.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah menyusun lima kebijakan, salah satunya pembentukan holding BUMN pangan, yang juga masuk dalam sektor perikanan.

Ia menegaskan, sektor perikanan pertanian harus dijalankan untuk pembangunan ekonomi berjalan baik, sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan petani.

“Program strategis sektor pangan di tahun ini di antaranya pengembangan produk yang berorientasi ekspor, peremajaan sawit rakyat, pengembangan industri rumput laut, membangun kemitraan holtikultura, menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di semua daerah,” tandasnya. []

Agrobisnis & Pangan

Penyaluran KUR Dipercepat, Erick Thohir Nyatakan Siap!

Published

on

Penyaluran KUR

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penyaluran KUR atau Kredit Usaha Rakyat dari pemerintah melalui bank BUMN diminta dipercepat.

Percepatan penyaluran KUR ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas (ratas) bersama jajaran Menteri.

Jokowi meminta Himpunan Bank Negara (Himbara) mempercepat penyaluran KUR di tahun 2021 yang nilainya sebesar Rp253 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir pun menyatakan siap untuk mempercepat penyerapan KUR melalui bank pelat merah, seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI.

Ia mengatakan, para pemegang saham di beberapa bank BUMN akan mendorong anggota-anggota Himbara untuk melaksanakan program tersebut.

“Tadi sudah disampaikan di dalam rapat. Jadi kuota KUR tahun ini untuk Himbara targetnya Rp253 triliun. Untuk penyaluran KUR,saat ini Bank BUMN berkontribusi terbesar 92 persen lebih,” ujar Erick dalam konferensi pers, Senin (26/7/2021).

Dengan jumlah 92 persen, maka Bank Himbara menjadi kontributor terbesar dalam penyaluran KUR kepada para pelaku usaha.

Adapun nilai KUR di tahu ini mengalami penambahan sebesar 33 triliun, yaitu sebelumnya ditetapkan sebesar Rp220 triliun, naik menjadi Rp253 triliun.

Peningkatan plafon kredit ini merupakan respon positif dari pemerintah atas antusiasme pelaku UMKM di masa pandemi.

Pasalnya, masih banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang membutuhkan bantuan kredit dengan suku bunga rendah untuk pemulihan usahanya.

“Realisasi hingga saat ini mencapai Rp143 triliun. Jumlah itu sebesar 56,58 persen dari target KUR tahun ini yang sebagian besar dilakukan oleh Bank Himbara,” ungkapnya.

Khusus untuk KUR Pertanian, bank Himbara telah membagi dalam 8 klaster dan dikolaborasikan dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

Adapun delapan klaster yaitu klaster sawit, klaster tanaman hias, klaster padi, klaster tebu, klaster jagung, klaster kopi, klaster porang, dan klaster jeruk.

Pembagian klaster KUR ini untuk penyaluran KUR yang tepat sasaran yang akhirnya akan mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Menurut Erick, penyaluran KUR di tengah upaya pemulihan ekonomi merupakan satu upaya mendukung pelaku usaha.

Saat ini, pemerintah juga telah memberikan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen selama 6 bulan. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Status Perindo Dari Perum Jadi Persero Diresmikan!

Published

on

Status Perindo

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Status Perindo atau Perikanan Indonesia resmi berganti dari sebelumnya Perusahaan Umum (Perum) menjadi Persero.

Perubahan status Perindo ini disahkan oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Peraturan Pemerintah nomor 76 tahun 2021.

Perubahan status Perindo ini bertujuan untuk melaksanakan kegiatan dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perusahaan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Dalam aturan terbaru ini, beberapa hal yang terkait kinerja perusahaan ini juga akan berubah sesuai dengan ketentuan perseroan, seperti kekayaan, hak, dan kewajiban serta hubungan perusahaan.

Diketahui, aturan terkait BUMN berstatus Persero dan Perum diatur dalam Undang Undang nomor 19 tahun 2003.

Dalam UU ini, ada perbedaan antara perusahaan yang berstatus Persero dengan Perum.

Yaitu Persero lebih diutamakan untuk mengejar keuntungan, sementara perusahaan berstatus Perum lebih fokus pada pelayanan dan kepentingan masyarakat.

Perum juga dapat melakukan penyertaan modal dalam badan usaha lain sesuai dari persetujuan Menteri BUMN.

Adapun status Perindo sebagai Persero memiliki beberapa kegiatan utama, di antaranya penyaluran benih ikan, pakan, dan sarana produksi lainnya.

Kemudian penyelenggaraan usaha budi daya sumber daya ikan, pemasaran ikan hias dan pengelolaan pasar ikan higienis, perdagangan ikan dan produk perikanan dan perdagangan lainnya yang terkait dengan bisnis perikanan.

“Selanjutnya, pelayanan docking dan galangan kapal perikanan, pelayanan logistik serta perbekalan awak kapal perikanan dan kapal perikanan, penyelenggaraan wisata bahari dan pelayanan jasa lainnya yang sesuai dengan aturan Undang Undang,” seperti ditulis dalam aturan tersebut.

Di sisi lain, BUMN Sektor Pangan ini tengah mengejar prospek ekspor yang cerah di tahun ini, meski dalam situasi pandemi.

Direktur Operasional Perindo, Raenhat Tiranto Hutabarat mengatakan saat ini pihaknya menargetkan ekspor perikanan ke beberapa negara, seperti Vietnam, Thailand dan Jepang.

Perindo menargetkan nilai penjualan adalah US$ 855.000/bulan, dan jumlah itu masih bisa bertambah.
Untuk menjalankan target itu, ada beberapa strategi yang disiapkan perusahaan, salah satunya memaksimalkan kantor cabang yang memiliki unit pengolahan ikan.

Nantinya cabang akan mengolah perikanan yang sesuai dengan permintaan pembeli dan bekerjasama dengan mitra untuk pemenuhan kuantitas dan kualitas ekspor.

Perindo juga melakukan ekspansi ke lokasi lokasi sumber perikanan yang dinilai memiliki nilai lebih, sehingga juga dapat memenuhi volume dan kualitas yang diinginkan pembeli. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Direksi Pupuk Indonesia Dirombak, Ada Jabatan Baru

Published

on

Direksi Pupuk Indonesia

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direksi Pupuk Indonesia kembali mengalami perombakan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Jajaran Direksi Pupuk Indonesia terakhir kali dirombak pada akhir tahun 2020 lalu.

Kali ini susunan direksi perusahaan itu dirombak berdasarkan melalui Surat Keputusan Menteri BUMN per tanggal 16 Juli 2021.

Dalam keputusan ini, Menteri BUMN Erick Thohir mengubah nomenklatur direksi Pupuk Indonesia, sehingga terjadi perubahan nama jabatan.

Direktur Keuangan dan Investasi PT Pupuk Indonesia dijabat oleh Listiarini Dewajanti, menggantikan pejabat sebelumnya, Eko Taufik Wibowo.

Listiarini sebelumnya bertugas di Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai Senior Executive Vice President Treasury and Global Serivce.

Kemudian jabatan baru di perusahaan pelat merah ini adalah Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha yang diisi oleh Jamsaton Nababan.

Jamsaton sebelumnya bertugas di Pertamina sebagai Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu.

Sementara jabatan Direktorat Sumber Daya Manusia dan Tata Kelola juga diubah dalam nomenklatur yang baru menjadi Direktorat SDM, Tata Kelola, dan Manajemen Risiko.

Jabatan ini tetap dipercayakan Erick Thohir kepada Winardi Sunoto, yang dulunya pernah menjabat Direktur Utama PT Inalum.

Tedy Nawardin selaku Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia mengatakan, seluruh jajaran perusahaan siap mendukung direksi Pupuk Indonesia yang baru.

Seluruh jajaran juga mengapresiasi kinerja direksi Pupuk Indonesia yang masa jabatannya telah selesai.

“Para pejabat yang telah selesai masa tugasnya selama ini telah memberikan sumbangsih terbaik. Dengan penuh dedikasi dan integritas yang tinggi. Sehingga mampu membawa Pupuk Indonesia semakin berkembang dengan pesat,” kata Tedy.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kinerja para pejabat sebelumnya dan mengucapkan selamat bergabung kepada jajaran direksi Pupuk Indonesia yang baru.

Ia berharap sinergitas di internal perusahaan akan berjalan semakin optimal guna mewujudkan PT Pupuk Indonesia sebagai perusahaan agro solusi terdepan di Indonesia.

Berikut jajaran Direksi Pupuk Indonesia (Persero) setelah dilakukan perombakan:

Direktur Utama: Bakir Pasaman

Wakil Direktur Utama: Nugroho Christijanto

Direktur Pemasaran: Gusrizal

Direktur Transformasi Bisnis: Panji W Ruky

Direktur Produksi: Bob Indiarto

Direktur Sumber Daya Manusia, Tata Kelola, dan Manajemen Risiko: Winardi

Direktur Keuangan dan Investasi: Listiarini Dewajanti

Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha: Jamsaton Nababan. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!